Thursday, August 6, 2009

Tawangmangu




sedikit jepretan sambil mobil berjalan..
hanya ingin sedikit mnegabadikan keindahan yang Subhanallah..
indahnya ciptaanNya..
walau jepretan saya tidak begitu menggambarkan keindahannya, tapi cukup mengingatkan saya akan keindahannya..
biar tetap terpasang pada memori saya yang pas2an ini..

TEMILNAS 2009




Galabo (Gladag Langen Bogan Solo)




haha..artinya apa hayo..??
di sini ini tempat kulinernya orang Solo..
h=Hanya ada mulai dari sore hingga malam hari. Isinya beraneka jenis makanan khas Solo dan beberapa makanan lainnya. Galabo ini terletak di depan PGS (Pusat Grosir Solo) dan BTC (Beteng Trade Centre). Gerobak-gerobak makanan berjejer sebaris sepanjang jalan ini, dan di seberangnya berjejer tenda-tenda tempat makannya. Llu diantaranya tempat lalu lalang para pembeli yang ingin mencicipi aneka jenis makanan..

Kami dipersilakan memilih jajanan yhang ingin dicicipi, dengan mendapat diskon 10% lalu dipotong Rp 5000,- Bingung memilih makanan yang hendak dicicipi karena jumlahnya yang beraneka ragam, akhirnya pilihan saya jatuh pada TIMLO..(ada yang udah pernah mencicipi makanan ini?)
ini pertama kali saya mencoba timlo, tapi menurut saya timlo ini tidak jauh dengan sop, soto, yah sejenisnya deh..lumayan rasanya..hm..bintang 3 dari 5 deh klo saya nilai..(sayang saya g sempet memotretnya, udah keburu laper..jadi langsung lahap dan ludes..hehe..)

How to Mbatik..




hahaha..seneng deh bisa ngeliat proses mbatik..
ada yang tradisional, yaitu dengan mbatik tuli, make canting, satu-satu pola digambar manual dengan canting..ini prosesnya lama banget..oleh karena itu, biasanya batik tulis lebih dihargai mahal dibandingkan batik cetak.

ada juga batik cetak ini lebih cepat proses pembuatannya, tinggal 'plak' tempelin jiplakannya ke kain, terus kecetak deh suatu pola..tapi yang susah dan lama itu bikin cetakannya, cetakannya itu dibuat dari baja dan tipis sekali, bener2 butuh ketelatenan..

Art Shop Pareanom




jadi di dalam istana ini juga ada toko yang menjual cindera mata khas Solo. Toko ini ada di salah satu bilik di istana kraton ini..
berhubung harganya yang mahal sekali dan diluar kapasitas dompet mahasiswa, jadi saya hanya sanggup mengabadikannya dengan kamera, hehe..^^

Inside of Mangkunegaran

Enam hari di solo, pengalaman yang tidak terlupakan, selain diisi dengan Lomba, Simposium, Workshop, dan yang paling membosankan..Rapat, sempet juga kami jalan-jalan di Solo. Salah satunya adalah sigth seeing di istana Mangkunegaran. Di sana, kami dipandu oleh guide (berasa turis, hehe..), sambil melihat-lihat kami diceritakan tentang sejarahnya istana ini berdiri. Istana ini didirikan waktu kepemimpinan Raden Masaid (hehe..bener g ya tulisannya) terus istana ini udah berdiri lama banget, berabad-abad yang lalu. Istana ini udah ada pas jaman penjajahan kumpeni. Di Solo sendiri ada dua istana kraton, yaitu kraton kasunanan dan kraton mangkunegaran. Tapi, yang bisa dikunjungi hanya istana mangkunegaran saja. Kraton kasunanannya tidak untuk dikunjungi.


Pertama masuk, terlihat Pendopo Agung yang besar berdiri tegak menyambut kami. Bangunannya yang khas Jawa, seperti rumah joglo, juga designnya yang sangat sempurna jika dibandingkan dengan waktu membangunnya. Menurut sang guide, ketika membangun pendopo ini, memang sudah dirancang sedemikian rupa, dengan hiasan yang sangat minimalis sudah cukup memperlihatkan keindahannya. Dan tidak perlu lagi menambah ornamen-ornamen lain untuk membuatnya terlihat indah. Selain itu, masalah tata ruangnya juga sudah didesign sebaik mungkin sehingga tidak perlu lagi membutuhkan sound system yang rumit dan sangat mahal. Tata ruang pendopo ini sudah cukup membuat suara menjadi menggelegar sempurna tanpa membutuhkan sound system. Dalam pendopo ini pun ada banyak perangkat gamelan, hm..empat klo tidak salah.. Dan tidak semuanya sembarangan bisa dipakai, hanya untuk acara-acara tertentu.

 

Selanjutnya kami diajak untuk ke Paringgitan, di sini kami harus menaggalkan alas kaki kami (seperti di foto, sepatu harus kami tenteng kemana-mana). Alas kaki tetap kami tanggalkan saat masuk museum. Dalam museum ini, tidak boleh mengambil gambar dengan kamera atau apapun itu. Kata sang guide, biar tetap terjaga orisinalitasnya. Aneka rupa benda-benda bersejarah ada dalam museum ini. Ada kumpulan uang-uang jaman dulu yang nilainya saat itu masih sesuai dengan bahan dibuatnya uang tersebut. Ada juga perhiasan-perhiasan para selir raja, juga perlengkapan tari yang terbuat dari emas dan perak. Selain itu, juga ada pedang-pedang perang raja dan juga samurai pemberian dari orang Jepang saat itu. Beraneka barang yang unik dan langka ada pada museum ini, bahkan yang peling aneh menurut saya adalah alat anti selingkuh raja, mirip kondom jaman sekarang, tapi ini terbuat dari kuningan atau emas, saya kurang tau juga. Dalam museum ini juga ada binatang hasil buruan raja yang diawetkan (sungguh tega). Ada lagi yang unik, batok kelapa mandul, sebenernya unik karena jarang sekali kejadian batok kelapa yang tidak punya mata tunas, batok ini berasal dari Bali katanya. Tapi, menjadi aneh dan di luar akal pikiran ketika cerita dibalik batok kelapa mandul ini disebutkan, menurut sang guide, batok kelapa ini ada ’isi’nya. Hehe.. horor, mistis, aneh, syirik.. (Mari kita dengarkan saja..)


Selanjutnya, kami keluar dari museum dan memasuki kawasan rumah istana. Di sini, banyak terpajang foto-foto keluarga kerajaan mangkunegaran hingga jaman sekarang. Juga ada teras yang luas dengan pemandangan halaman rumah yang sangat hijau dan asri. Kemudian, kami juga memasuki ruang keluarga istana, Subhanallah.. ruang kelaurganya mewah dan terkesan mirip singgasana. Jika agak masuk lagi ke dalam, akan dijumpai ruang makan keluarga kerajaa.



Di dalam sini juga ada toko yang menjual cindera mata khas Solo, namanya Art Shop Pareanom. Barang-barang yang dijual beraneka ragam, dan semuanya khas Jawa, seperti wayang, batik, topeng, dan aneka pernak pernik lain yang bernuansa Jawa. Tapi, sayang harganya mahal dan tidak pas dengan harga mahasiswa.

Wednesday, August 5, 2009

Istana Mangkunegaran


kolamnya nggak kerawat..sayang sekali..

Beberapa jepretan di istana mangkunegaran. Tidak begitu lengkap menggambarkan seluk beluk istana mangkunegaran sebenarnya, tapi cukuplah mewakili ruang-ruangnya..