Thursday, October 21, 2010

[SumBar] "Bermain-main di Carocok"




Bareng ayah ibu uda uni om tante dan ade sepupu..bersama main ke carocok.. abis mampir dari silaturahim ke besan di Painan, sekalian main ke sini..
Ayah n ibu, lagi pada males ngintilin kita jalan-jalan, jadi mereka cuma dideket2 mobil aja.. *g seru yaaa..

jadi kita ber6 aja deh jalan2nya..
ini yang kedua kalinya saya ke caracok, tapi yang pertama hanya di tepi beberapa menit langsung cau pergi, tapi sekarang mpe nyebrang ke pulau kereta terus balik lagi ke tepi pantai carocok..

sebenernya ada satu pulau lagi *namanya lupa, tapi harus pake boat, jadi kita tidak ke sana, cukup berjalan-jalan saja..

Tuesday, October 19, 2010

Flying on the Sky


rasanya tak ada batas antara langit dan laut..

ini adalah kendaraan yang pualing amat sangat jarang kugunakan..hehe..
klo tidak mendesak, ya g make..hehe..

suka melihat pemandangan yang jarang ditemukan di kendaran-kendaraan lainnya..langit..dan berasa sebelahan sama awan-awan..hihi..
Alhamdulillah, kebagian duduk di deket jendela, jadi puas mandanginnya..
puas motret-motret juga deh..hehe..

Sunday, October 17, 2010

[SumBar] "the Journey to Bukit Tinggi"




Bukit tinggi ini adalah salah satu kota/kabupaten yang terletak di prov. Sumatra Barat..
Ada lagu minang yang sering kudengar karena selalu disetel ayah dan ibu
"bukit tinggi koto rang agam.. yo andam oi.."
dari lagu ini, aku jadi tau kalo penduduk asli bukit tinggi adalah orang agam, awalnya aku tidak mengerti, tapi kemusian dijelasin sama ayah, bahwa agam itu emang sebutan untuk orang asli sana..hooo..baru mudheng..kirain nama apaan..

suka keindahan bukit tinggi..bukit tinggi ini kawasan kaki gunung di prov. sumbar ini..
kemarin, diceritain uni, jadi bukit tinggi ini kota yang diapit oleh 2 gunung, yaitu gunung merapi dan gunung singgalang..dan ditengah2nya itu berdiri kota bukit tinggi.
hoooo...*baru tauuu..

di bukit tinggi ini, khasnya juga ada 'nasi kapau', sebelum mencoba, aku g terpikir apapun untuk membayangkan wujud nasi kapau ini..ternyataaa..nasi kapau ini kek nasi ramesnya padang gitu..*cukup tau aja deh klo gitu..

baru tau juga..ternyata di bukit tinggi ini ada makanan khasnya..yaitu itik cabe ijo.. enaaaakk deh.. *recomended buat dicobaaa, hehe..
*itik itu bebek..

di bukit tinggi objek wisatanya, ada lembah anai, air terjun dipinggir jalan, persis di pinggir jalan..ini nih yang bikin macet kalo lagi liburan kek lebaran ini..*objek wisata di pinggir jalan, mobil parkir gda tempat, makan badan jalan deh, padahal jalan pas-pasan hanya untuk 2 lajur dari arah berbeda, ya nyumbat deh, bikin trombus, ditambah alirannya yang makin banyak, ya pasti bikin macet deh..

selain itu, ada jam gadang, istana bung hatta, pasar di ateh, ngarai sianok, lubang jepang, terus benteng 'apa ya namanya..lupa..hihi'
berbeda dengan kampung ku pesisir selatan, di sini objek wisata sudah dilakukan pemeliharaan dan dipublikasikan..makanya orang-orang rame mengunjunginya..

ini link beberapa foto objek wisata ayng ada di bukit tinggi:

http://imadr.multiply.com/photos/album/100/SumBar_Bukit_Tinggi_Jam_Gadang-Istana_Bung_Hatta

http://imadr.multiply.com/photos/album/102/SumBar_Bukit_Tinggi_Ngarai_Sianok-Goa_Jepang

Friday, October 15, 2010

[SumBar] Bukit Tinggi "Ngarai Sianok-Goa Jepang"




dari mesjid tempat solat ke jam gadang terus ke Ngarai sianok-goa jepang ini, ditempuh dengan jalan kaki.. menikmati kepadatan kota sore hari, sekaligus menghirup segarnya udara kota yang sejuk..

pastinya, ayah dan ibu g ikutan jalan, jadi cuma aku, uda, dan uni. kami jalan bertiga deh.. daripada naik mobil, g jalan-jalan saking macetnya. hehe..
setelah agak lengang ayah dan ibu pun menyusul ke sini..

ini kali pertama aku ke sini..biasanya setiap ke bukit tinggi g pernah mampir ke sini, biasanya ke jam gadang terus jalan-jalan di pasar ateh..
untuk masuk tiketnya 4000 aja.. buat retribusi pemerintah kota meningkatkan kualitas pariwisatanya..

Sumbar..majukan pariwisatanya..
saran: jangan deh ke bukit tinggi pas event2 seperti lebaran ini, ruammmmeeee puoooll, jadi kurang menikmati indahnya... *tapi, klo g kapan lagi ke sananyaaa, hehe..
(ini adalah nasehat yang senantiasa terlontar setiap kali ke bukit tinggi di saat lebaran, hihi..)

ada ralat.. ternyata ini bukan lembah anai..tapi ngarai sianok..hihi..*salah ternyata..

Thursday, October 14, 2010

Akhirnya Ketemu Rakun..

Alhamdulillah..akhirnya aku punya hewan peliharaan..kura-kura.. dialah salah satu hewan yang kusuka!!
Pertama kali tertarik dengannya waktu aku SMA, berjumpa dengan kura-kura punya temanku, hwaaa…hewan ini unik sekali! Aku suka cangkangnya, bentuk dan warnanya. Aku langsung tertarik dengannya saat itu. Waktu itu, kura-kura yang kulihat udah gede dan sering dibebasin di dalam rumah. Kemudian, beberapa waktu yang lalu, aku ngeliat sekawanan kura-kura di tempat saudaraku, ternyata ponakan-ponakanku pada melihara kura-kura, jadi pengen. Awalnya kau berpikir, melihara kura-kura itu sulit, jadi aku g terlalu ngincer. Tapi, kemarin saat nganterin temen (baca: luluk) ke pasar ikan karena dia udah terobsesi banget buat punya ikan, yauda deh tak temenin. Eee..aku berjumpa dengan kura-kura dan bertanya banyak ke mas yang menjualnya, jadi tau, kalo memelihara kura-kura itu, tidak sesulit yang aku bayangkan.

Sebenernya, hewan yang paling aku suka adalah kucing, terutama yang berjenis Persia, heuh..lucu pisan pokonya mah. Kucing pemalas!haha.. Tapi, berhubung aku agak sedikit khawatir memelihara kucing karena alesan kesehatan, jadi aku emang g ngoyo buat melihara. Lagi pula, udah ada barrier yang dibentangkan oleh ibuku, bahwa tidak boleh melihara hewan di rumah, apalagi yang suka buang air besar maupun kecil sembarangan!! Tambah makin g mungkin aje aku melihara kucing. Dulu, aku sempat menyatakan keinginanku ini pada ibu secara gamblang, spontan saja ibu langsung melarang dengan keras, “nggaaak!!” no argue. Hweee.. siap bu!!
 
Sebelumnya udah pernah melihara hewan di rumah. Yang pertama, melihara burung perkutut. Ini juga karena waktu itu, tetangga nitipin ke kami, g diambil-ambil, ujug-ujug dikasihinnya ke kami. Jadi, mau g mau, ibu mau deh melihara. Lagi pula, ayah yang ngurusin, ibu mana mau. Hehe.. Dulu pas masih SD, aku suka ngasih makan juga sama ngeliatin burungnya. Tapi, sekarang ntah kemana, mungkin mati, mungkin dikasihin, mungkin terbang. Tapi, sepertinya bukan karena mati, keknya dikasihin ke orang lain lagi.

Yang kedua, melihara ikan! 2 ekor Ikan Lohan, ikan lohan ini suka tarung, mirip ma ikan cupang, makanya dipeliharanya satu akuarium tapi dipisahin dengan kaca pembatas. Pernah salah satunya loncat, akhirnya tarung dan sedikit luka-luka. Alhamdulillah segera ketahuan, jadi segera diantisipasi. Melihara Lohan ini atas inisiatif kakakku yang kedua, dia beli pas masih kuliah, eh terus dibawa pulang! Jadi diperlihara di rumah deh! Tapi aku senang, jadi ada temen main di rumah. yang ngurusin si ayah, aku cuma ngasih makan, ngeliatin mereka muter-muter, sama gangguin mereka. Aku paling suka, ngedeketin akuariumnya, terus ngagetin ikannya, mereka jadi mempercepat gerakan dan menjauh. Haha.. senang deh.. *haduuu..jangan-jangan aku ada bakat psikopat lagi? Hwaaa.. Tapi, aku sama sekali tidak menginginkan kematian mereka kok.. :(( Pada suatu hari, salah satu Lohannya mati, g berapa lama kemudian yang satunya nyusul. Hwaa.. beneran deh.. kerasa banget sepinya waktu itu. Gda yang diliatin lagi, juga gda yang digangguan dan dikagetin lagi.

Dan sekarang, aku melihara hewan lagi, kura-kura, namanya Rakun. Awal mulanya pengen dikasih nama ‘raku’, kan rakurakura, jadinya kura-kura, tapi kok ngomongnya rada ngganjel, akhirnya kukasih akhiran ‘n’, jadilah rakun. Ternyata rakun kan nama hewan jenis lain, “raccoon” jenis mamalia kek tupai bermata item. Hah! Taukah teman, apa kebiasaan si rakun ini? dia senang sekali memanjat-manjat, kalo g lagi tidur dia pasti membuat keributan, seolah-olah dia ingin kabur, tapi tak sanggup. Gini posenya.. (sayangnya ngeblur..)

Dia berdiri dengan 2 kaki belakangnya, kemudian dia mepetin ke kaca, lalu berusaha untuk manjat tapi g sanggup, akhirnya dia jendor-jendorin cangkang bagian bawahnya kekaca akuariumnya. Hoho..rakun.. aku takut kamu malah jadi kesakitan dan stress. Padahal aku telah member tempat untukmu manjat, cangkang keong hijau. Kalo mau manjat, di atas itu aja yah..kan lebih gagah keliatannya..


Lalu, aku certain kelakuan si rakun ini ke temanku, dan dia malah berkata, “tuh kan ma, ganti nama sana! Kasian si rakun, dia pasti depersonalisasi, dia bingung sebenernya kura-kura atau rakun, makanya dia suka manjat-manjat gitu.” Aaaargh..jangan..rakun udah imut namanya. Kan beda tulisannya, “raccoon” dengan rakun, kalo kura-kura ku itu namanya rakun, r-a-k-u-n.

Waktu sebelum membelinya, saya interogasi si mas-mas yang ngejual. Saya Tanya macem-macem, mulai dari, repot g, gimana ngurusnya, makannya apa, airnya semana, apa aja yang dia butuhin, dsb. Tapi aku malah lupa nanya, dia kura-kura jenis apa? Hehe.. setelah sercing gambar kura-kura, ternyata dia sangat mirip dengan kura-kura brazil! Hoho..


Rakun ini doyan sekali tidur..saat ku menulis ini pun dia sedang terlelap. Mpe aku khawatir, sebenernya dia maish hidup g sih, hwaaa… Kalo kumat isengnya, pasti akuarium mini tempat tinggal rakun ini, aku goyang-goyangin, biar bangun, terus biasanya dia langsung garuk-garuk dinding akuarium ingin melarikan diri keluar, haha.. *nakal ya aku.. Tapi, seringnyadia Cuma bangun bentar, abis itu tidur lagi, huuuu..dasar rakun..

*Rakuuuun..semoga kamu g stress ya hidup bersamaku..semoga kamu betah menemaniku hingga..hm..hingga...hm..hingga kapanpun deh..yang pasti yang lama ya..
 

Tuesday, October 12, 2010

[SumBar] Bukit Tinggi "Jam Gadang-Istana Bung Hatta"




ntah kenapa, setiap ke sumbar, selalu ingin menginjakkan kaki di bukit tinggi ini..
suasana yang berbeda dengan kota lainnya, bahkan dengan kampungku mungkin ya yang membuatku ingin ke sana..

Bukit tinggi ini suasana pegunungan..sejuk udaranya..
bisa dibilang, bukit tinggi ini seperti puncaknya buat jakarta..
tapi bedanya, bukan pemandangan kebun teh yang dijumpai, tapi ini salah satunya.. jam gadang dan monumen bung hatta..

karena cuma beberapa jam menginjakkan kaki di sini, saya hanya lewat dan mengambil gambar, tanpa masuk ke dalamnya, hehe..
itu aja udah menahan pusing dan kesumpekkan melihat kepadetannya..tapi udaranya sangat mengobati..sejuk..

Monday, October 11, 2010

Tak Hanya pada Perempuan, pada Laki-Laki pun Mungkin Terjadi..

Wanita memang lebih sering menjadi korban laki-laki, tapi jangan salah ada juga laki-laki yang jadi korban wanita.

Inilah salah satu kisahnya..

Sebelumnya saya pernah cerita tentang pasien yang didiagnosis PK (perilaku kekerasan) dikarenakan putus cinta. Yah, saya simpulkan seperti itu. Berdasarkan alloanamnesa dengan keluarga pasien, dikatakan bahwa awal mulanya yang menjadi stressor adalah, hubungan yang dilarang oleh kakak pihak wanita walaupun mereka sudah sama-sama suka. Hm..tragis ya.. tapi kalau mau dipikirkan secara jernih, memang kalau mereka tidak jodoh kan pasti g akan bersama, walaupun bukan kakaknya yang melarang, pasti ntar ada halangannya. Setuju kah? Tapi, ya namanya juga manusia, ada kalanya labil, ada kalanya antara pertimbangan dan nafsu menang nafsu, ada kalanya antara id dan ego/ super ego menang id, jadi ada kalanya pikiran seperti itu tidak muncul, tapi malah kekecewaan yang timbul. Mungkin sakit hati yang mendalam, kekerasan yang membekas, akhirnya berbuahlah gangguan pada jiwanya.

Waktu menceritakan kisahnya, aku melihat ibunya meneteskan air mata.. Argh.. persaan seorang ibu pasti sangat mendalam pada anaknya. Kemudian, saya diceritakan bahwa dia, sebut saja Mr. FBI (karena dia mengaku sebagai agen FBI, hehe..), saat ini telah menikah dan memiliki satu orang anak. Menikahi seorang janda yang belum beranak, saat jiwanya sedang stabil dan sedang tidak kambuh. Jiwa Mr. FBI ini masih sangat labil, jika dia merasa sedih sekali, senang sekali, atau sedang dalam keadaan capek, maka PK nya akan kambuh, dia akan marah-marah dan melakukan kekerasan lainnya. Tapi, taukah teman? Setelah itu.. dia akan sadar, lalu akan minta maaf dan sangat menyesalinya. Perbuatannya ini di luar kontrol akal dan pikirannya. Itulah bedanya antara orang yang masih sehat jiwanya dan yang sakit jiwanya, orang yang sehat seharusnya mampu mengontrol nafsu dan emosi melalui pertimbangan-pertimbangan yang baik sehingga segala tindakan dan perilakunya akan terkontrol. Selalu seperti itu perilaku Mr. FBI ini, marah-marah lalu minta maaf, jika kumat lagi, maka akan marah-marah lagi dan kemudian setelah sadar minta maaf lagi, dan seterusnya. Dia sudah sering bolak balik ke psikiater dan juga sudah sering rawat inap di rumah sakit ini.

Hm.. manusia tetaplah manusia, saat jiwanya sedang sehat, walaupun tampang preman, kelakuan preman, tapi ada satu sisi jiwa yang lembut..
Aku terperangah saat melihat Mr. FBI yang biasanya grasak grusuk tidak mau diam ke sana kemari jalan-jalan, dengan kesadaran yang sangat baik, tau situasi dan tau lokasi ini sedang curhat dengan salah seorang perawat laki-laki. Aku tak sengaja mendengar dan melihatnya menangis, sambil berujar, “saya ingin pulang, saya kangen anak saya, saya ingin nganterin dia sekolah TK, dia udah mulai masuk sekolah lagi” terenyuh hatiku melihat air mata yang mengalir dari matanya dan cukup terenyuh mendengar seorang bapak berkata seperti itu..hm..bayangkan teman, jika engkau pun melihatnya..
Kemudian Mr. FBI ini bercerita kembali tentang anaknya pada perawat tersebut saya tidak sempat merekam dengan jelas percakapan mereka.

Seorang laki-laki PK pun akan tersentuh jika mengingat anaknya dan dia sangat menyayangi anaknya. Hm.. pelajaran buat laki-laki lain yang jiwanya masih sehat, jadilah suami yang sayang keluarga dan jadilah ayah yang menyayangi anak-anaknya, jangan pernah menelantarkan mereka dan didiklah mereka menjadi anak yang baik..

*Begitu banyak hikmah yang bisa kuperoleh dari mereka, ‘pasien-pasien RSJ..’
Bisa dibaca cerita-cerita lainnya:
- kisah kasih dari bangsal RSJ
- lebih dekat dengan pasien RSJ
- gangguan jiwa tak selamanya hitam