Friday, February 18, 2011

Mungkin Saya emang Sombong..

hehe..cerita sangat tidak penting, hanya ingin curhat.. jika tidak berkenan tidak usaha dibuka..

Ini, gara-gara tadi ketemu segerombolan teman, dan aku hanya berusaha untuk senyum tidak sampai keluar kata, “hai!” lalu, ada yang berkata, “nyapa dong, kok g nyapa?” dalam hati aku langsung berujar, lah si, minta di sapa, situ juga diem aja.. haha..

Saya emang sering ditegor sama teman, terutama yang berjenis kelamin laki-laki, katanya si saya sombong. Haha.. memang!! Saya paling males negor laki-laki. Tapi, agak risih juga dibilang sombong, akhirnya saya jadi berusaha untuk menyapa, hanya sekedar ucap nama, langsung pergi, atau mungkin membunyikan klakson, saat di jalan. Jadi seperti nyapa tidak ikhlas. Haha..  Walaupun terkadang masih suka malas kulakukan. PIua-pura aja g liat, dan wus..berlalau.. Terkadang, aku juga berpikir, lah dia juga g nyapa saya, berarti siapa yang sombong? Sama aja dong.. *haha..otak egois muncul.

Bahkan teman satu kelompok saya sendiri sering banget bilang saya sombong. Tapi, lama-lama dia bosen juga dan semakin jarang memprotes kelakukan saya. Sekarang dia lagi cuti si. Katanya, saya itu kalo ada maunya aja nyapa. Terus dia suka ogah dimintain tolong, kalo saya g nyapa. Nyebelin banget deh! Padahal saya kan udah ramah. Haha.. Udah gitu, kalo ketemu di jalan, aku sering dibilang, “tuh kan ima sombong, g nyapa..” hiiii...  akhirnya aku belajar untuk menyaapa, terus aku langsung bilang, “tuuu aku nyapa..” *ga ikhlas banget ya..hihi..

Aku memang agak dingin dengan laki-laki. Berusaha untuk tidak banyak basa-basi dengan makhluk ini. Tapi, bukan berarti saya tidak mau bergaul. Kalau memang saya ditanya, maka saya tetap akan ramah dan menjawab. Kalau sedang berkumpul bersama-sama, maka saya pun asik-asik aja dengan mereka. Ngobrol ini itu, tapi hampir tidak pernah yang bersifat pribadi. Kecuali saya ditanya. Itupun saya masih suka pilah2 jawab. Sebatas itu. Kalau hanya berdua atau aku perempuan sendiri, ya saya jadi diem kalau tidak ada urusan tugas yang harus diselesaikan. Kecuali memang saya diajak ngobrol, maka saya berusaha untuk membalas.

Jika tidak disapa, saya pun enggan menyapa. Jika tidak ada suatu kepentingan tugas, saya juga berusaha untuk tidak berhubungan di luar itu. Menjaga jarak selalu saya lakukan hingga saat ini, ntah sampai kapan saya akan bertahan untuk bersikap ambil jarak dengan lawan jenis. Tapi, saya senang-senang saja dengan bersikap jutek dan dikatakan sombong. Hehe..

Tapi, berbeda halnya dengan teman-teman sesama jenisku. Emang rata-rata temanku juga perempuan si. Alhamdulillah belum ada teman sesama jenis yang bilang saya jutek,.. tapi kalo sombong kayanya ada. Biasanya teman-teman yang udah jarang sekali ketemu, karena memang jarak yang memisahkan kita. Tapi, dia nya juga sombong karena benar-benar gda kabarnya. Hehe.. *jadi menurut saya, itu bukan kategori sombong, tapi memang tidak tau cara berhubungannya..

Saya berusaha untuk ramah kalo sama yang sesama jenis atau yang lebih tua. Dan reflek untuk heboh malah. Seperti tadi, saat kami di ruang koas radiologi, kacanya transparan jadi keliatan keluar, dan sering sekali orang hilir mudik di situ, sebenarnya si tidak terlalu menarik perhatian, karena agak jauh dari jalan setapaknya. Nah, tadi itu ada teman laki-laki yang lewat, refleks saya sangat datar, tapi ada satu teman saya perempuan heboh banget berusaha untuk nyapa *mungkin karena emang sudah dekat si ya, akhirnya dia menengok. Lucu sekali liatnya. Katanya kalo g heboh g akan liat, soalnya g kedengeran sampe luar. Benar saja, kemudian, teman kami perempuan lewat, kali ini saya yang berusaha menyapa, tapi tidak make gerakan yang heboh, hanya manggil, ternyata memang tidak terdengar dan alhasil dia tidak nengok, harus pake gerakan aneh ternyata. Tuh kan..kalo perempuan saya itu emang ramah. *jyaaahh..muji diri sendiri..hihi..

Saya tidak terbiasa seperitnya berhubungan terlalu dekat dengan lawan jenis. Itulah mengapa saya agak heran dengan pernyataan yang menganggap wajar hubungan yang dekat antar lawan jenis. Dan bukankah memang ada batasannya? Walaupun saya juga masih belum bisa untuk menerapkan batasan itu. Ada saja kadang terlewat batas. Karena apabila saya diajak ngobrol atau diskusi saya masih suka meladeni. Jaga jarak  yang saya terapkan baru sebatas dari diri saya, jika tidak ada kepentingan, tidak pernah untuk memulai. Tapi, kalo udah diajak ngobrol bisa jadi kemana-mana emang. Tapi, Alhamdulillahnya dengan jutek dan membatasi diri dari diri saya sendiri saja, sudah membuat laki-laki sungkan mendekati. Hanya laki-laki yang rada aneh aja yang tahan menghadapi kejutekan saya mungkin ya. hehe..

Sebenarnya si, saya juga ingin bilang bahwa sebelum mengatakan orang sombong, coba tengok dalamnya dulu, apakah dia benar-benar sombong. Karena banyak sekali, orang yang emang pembawaannya seperti itu, tapi sebenarnya setelah kita mengenal lebih dalam tidak ada kata sombong dalam hatinya.. tengoklah lebih dalam teman.. *suara hati orang yang sering dibilang sombong karena memang pembawaan saya seperti ini..hehe..

160211

Legenda Tujuh Koass

Sewaktu mendapatkan jadwal rolling stase, saya langsung me-list dan mencari teman kelompok lain yang sestase. Satu per satu diamati, akhirnya sampai pada satu titik. Obsgyn, bulan 9, dan hanya kelompok kami yang masuk di periode itu. Bulan sembilan adalah masa paceklik untuk koas. Masa itu adalah masa dimana jumlah koas menjadi sedikit, karena angkatan lama sudah pada lulus, sedangkan yang baru belum datang. Kalau seperti itu keaadaannya, tidak mungkin kan kami akan menjadi legenda lima obsgyn menggantikan legenda tujuh koas obsgyn itu. Naudzubillahimindzalik. Semoga saja ada angkatan kami yang telat masuk yang akan menemani kami nanti. Argh..jangan mikirin macem-macem dulu sekarang.. masih panjang. Masih banyak waktu untuk berharap dan berdoa.

Sekarang pengen cerita si legenda tujuh koas obsgyn ini. Jadi, ternyata tidak jauh-jauh, tujuh koas obsgyn itu, pemerannya sedang satu stase bersama kami saat ini di radio. Oh, wow! Takjub saya bertemu dengan mereka, tujuh koas obsgyn ini. Kenapa saya bisa tau? Awalnya teman saya yang bilang, saya hanya ternganga mendengarnya. Dan beberapa hari ini, heboh lagi kejadian itu dibahas, karena ada satu kelompok yang setelah radio ini akan masuk obsgyn. Jadilah, obrolan tidak jauh-jauh. Membahas seputar obsgyn dan legenda tujuh koas obsgyn ini. Ternyata, kelompok yang sekarang masuk ini juga cuma sendirian dari angkatan 06, tapi masalahnya sekarang ini bukan wayah paceklik, masih banyak 05 nya, jadi mereka tidak sendirian.

Jadi, obsgyn ini, seumur-umur, setiap periodenya minimal paling tidak masukin 2 kelompok, 10 orang. Itu saja sudah ngos-ngosan. Itu si kata yang sudah mengalami, saya sendiri tidak tahu. Saat itu, mereka juga masuk stase ini 2 kelompok, 10 orang. Tapi, ternyata 1 orang cuti, dan 2 orang berhenti ditengah jalan. Jadilah, tinggal sisa bertujuh yang bertahan. Di fk kami, obsgyn itu setiap periode masuknya, dibagi menjadi 4 kelompok, yang nantinya akan disebarin lagi di masing-masing stasenya. Junior, 4 stase dan senior 4 stase. Jadi, total yang masuk, akan dibagi menjadi empat. Itu artinya, kalau yang masuk tujuh orang, maka masing-masing stase hanya berdua, bahkan ada satu orang yang sendiri. Padahal, tugas dari tiap stasenya itu luar biasa yang harus diselesaikan. Belum segala persyaratan yang harus diselesaikan. Obsgyn adalah bagian yang cukup melelahkan, selain  aturan tak tertulisnya yang paling ruwet, ya tugasnya juga banyak. Bayangkan saja, aku diceritain, salah satunya, stase FER, ini sebenarnya lumayan santai, tapi tidak jadi santai jika hanya berdua. Kita harus menyelesaikan TV dan harus ikut laporan pagi, harus hapal kondisi masing-masing pasien tiap bednya. Dan ternyata, ada 60 bed. Luar biasa ya. Oh iya, itu pun harus selesai sebelum jam 6 berarti karena jam setengah tujuh sudah laporan pagi. itu artinya, mereka harus berangkat jam 3 pagi bisa-bisa. Mantab!! Itu baru satu stase, belum stase lainnya yang lebih berat. Selain itu, mereka juga harus minta tentiran yang banyaknya bukan main, harus full, karena syarat ujian. Belum lagi stase VK orientasi, stase UGD, dan Gyn yang tak kalah berat untuk juniornya. Belum lagi, saat stase senior, mereka harus menjalani stase luar, ke RS tugu dan ke puskesmas. Stase luar ini, tugas melahirkan benar-benar diserahkan ke koas. Bidannya katanya hanya berperan sedikit bahkan dilepas sama bidannya. Apalagi di puskesmas, tidak ada dokter selain bidan dan koasnya itu. Jadi, kalo ada lahiran ya tugas koasnya. Udah gitu, kita tidak bisa pulang saat stase luar. Kalo hanya bertujuh, otomatis mereka hanya sendirian menjalani stase luar. Saat di akhir-akhir, mencari waktu ujian jadi semakin sulit, jika tugas harian stase dibebankan kepada kita sendiri. Belum menangani tugas, belum lagi hak untuk ujian. Lucunya, saat kami tanya, “terus kak, ujiannya gimana?” Mereka dengan santainya berkata, “ya nggak ujian.” He? Kaget kita.. dan mereka akhirnya menceritakan kesulitan mereka. Mereka belum selesai mengerjakan tugas di stasenya yang semuanya dibebankan ke mereka, dan belum lagi harus menghubungi residennya untuk membuatkan janji dengan supervisornya. Saya diceritakan seringkali mereka tidak sempat untuk pulang sampai berhari-hari, karena disamping tugas, juga harus memenuhi persyaratan untuk ujian. Dan legenda tujuh koas obsgyn ini pun melegenda dengan hanya meluluskan satu orang. Dari tujuh orang ini, yang berhasil ujian 3 orang dan yang lulus hanya satu orang. Ya Allah..luar biasa..saya yang mendengarnya saja sudah lelah..apalagi mereka yang menjalaninya.

Belum lagi, stressor berat di obsgyn ini. Karena ini merupakan bagian yang paling banyak aturan tak tertulisnya. Unggah ungguh sangat bermain di sini. Jadi, lelah fisik akan semakin bertambah dengan lelah hati. Tapi, mereka jadi terkenal, “semua residen jadi kenal kami, residen obsgyn mana yang sampai tidak kenal kita, secara kita hanya bertujuh, apa-apa kita yang dicari.” Ujar mereka. Hihi..

Tuesday, February 15, 2011

mungkin kita tidak bermaksud X, tapi siapa yang tahu hati orang, sampai akhirnya maksud kita itu dianggap sebagai X.. hoho..hati-hatilah dalam bersikap.. karena manusia itu punya perasaan..

Apaaa..aku ujian sama dosen waliku?

Setelah ident selesai, seperti biasa, waktunya untuk kocokan memilih penguji. Hooo.. ini adalah saat-saat menegangkan, selalu saja saya uring-uringan kalo mau undian. Tapi, makin lama, saya membiasakan diri buat pasrah, siapapun pengujinya, itulah yang terbaik!! Siiiiipp..

Beberapa hari sebelum ujian, kami ngeborong tentiran, beuh...semua residen minta buat ngasih tentiran. Berebut nyari jam. Sampe malem kami jabani juga deh akhirnya. Puncaknya hari sabtu, kami dapat 5 tentiran sekaligus. Mumet juga jadinya. Tapi, seneng, soalnya aku paling suka ditentirin dibandingkan belajar sendiri, lebih ngerti aja. Dan lebih banyak dapet pencerahan. Benar kata temenku, residen itu berubah jadi baik banget setiap mau ujian, kayanya g mau ngeliat kita g lulus. Bedaaaa banget waktu di jam stase, *baik juga si, tapi ketok sibuuuk banget, jadi bener-bener cuek sama kami, dan g dipeduliin. Setiap nanya, sekali dua kali aja di jawab. Tapi, kalo pas tentiran, kami nanya apa juga di jawab dan dijelaskan. Tapi, kenapa pas meper-mepet ujian gini bapak/ibu? haha.. Kan saya jadi tampak makin g siap, karena setiap ditanyain dan ditampilin gambar, banyak yang tidak bisanya, tapi waktu mepet..hoho..

Mereka seneng banget memberikan gambaran untuk ujian kami. Biasanya kalo dr. X sukanya gini, kalo dr. Y baik, dr. ini kamu harus belajar yang rajin, agak susah ngasih nilainya, kalo dr. Z dewa itu mah, kalo dr. itu ya biasaa aja lah, dr. ini yang harus belajar ekstra lah. Beeuuuuuhh.. ternyata, yang dibilang belajar ekstra, itu dosen wali saya dulu, dan ternyata saat kocokan saya dapet beliau. Hihi.. semangat ah!! Setidaknya, beliau dosen wali saya dulu. Sekarang si udah g pake dosen wali lagi. Semoga ibunya g malah nanyain KRS, hihi.. *sepertinya ibunya juga g inget sama aku, secara ibunya selalu ketuker sama semua anak walinya yang berjilbab..sama semua mukanya kata beliau mah, hehe..

Menurut saya, semua orang itu memiliki cobaan dan rizkinya masing-masing, jadi tidaklah perlu mengkhawatirkan rizki kita. Ataupun sirik dengan yang lain. Mau dapet penguji kaya apa juga kalo emang rizkinya lulus, insyaAllah bisa. Tapi, mau dapet penguji sedewa apapun, kalo rizkinya emang g lulus, ya susah. Jadi, intinya mah, kita itu g boleh nyepelein sesuatu apapun, dan yang terpenting, target kita adalah bukan sekedar nilai, melainkan aplikasi. Dalam semua hal, itu perlu digarisbawahi, bukan hanya saat ujian. Kalau nilai yang kita inginkan, maka tidak ada keikhlasan yang tercipta pada diri kita. Sama halnya dengan saat kita berbuat, bukan karena ingin dinilai baik, atau takut dinilai buruk. Hoho..

Jadi, apapun cobaan dan rizki kita, kita harus menghadapinya dengan bijak dan tak perlulah kita sirik. Tetap semangat ah!! Semoga setiap langkahku selalu dilindungi olehNya..juga langkah kalian semua teman-teman..aamiin..

Care for Lupus..

Sahabat tercinta,
Terima kasih atas segenap cinta & dukungan yang diberikan kepada SDF selama ini. Campur tangan Tuhan & dukungan sahabat menjadikan SDF dapat terus melangkah, berkarya & berusaha menjadikan hidup kita semua lebih bermakna.
 
Di tahun baru ini, melalui program Care for Lupus SDF Awards 2011, SDF berupaya untuk mendorong berbagai penelitian obat Lupus khususnya yang berasal dari tanaman obat yang sebenarnya banyak terdapat di bumi pertiwi ini & banyak diminati namun belum banyak digali & diteliti khasiatnya khususnya sebagai obat/ suplemen Lupus. Melalui program ini SDF akan memberikan Research Sponshorship (sponsor dana penelitian) sebesar @ Rp. 30 juta kepada tiga pemenang proposal penelitian terbaik. Please see www.syamsidhuhafoundation.org. Disamping itu upaya sosialisasi Lupus juga terus dijalankan melalui Writing Competition & Lifetime Achievement Award. Mohon bantuan sahabat untuk menyebarluaskan informasi ini sekaligus memotivasi diri & orang lain yang menurut sahabat memiliki kapabilitas untuk menjadi kandidat penerima Care for Lupus SDF Awards 2011 ini, baik melalui jalur Research Sponshorship, Writing Competition maupun Lifetime Achievement.
 
Kita awali 2011 ini dengan semangat NEVER GIVE UP !
 
Salam hangat & jabat erat,
DSP

*klik image untuk memperbesar..
dikirim dari my best friend..minta buat disebarin..saya post aja di sini deh..hehe..
ayooo..pada ikutan..yang berminat bisa dipertimbangkan..tidak ada kriteria apapun di sini..siapapun boleh ikut..selama masih menjadi WNI dan tinggal di Indonesia..hehe..

Sunday, February 13, 2011

Putik dan Benang Sari


"Putik dan Benang sari..
Kebersamaannya dalam satu bunga menandakan kesempurnaan.
Tanpanya, maka tak ada sang benih, cikal bakal sang bunga.
Kehadirannya mengalahkan keindahan sang mahkota"




*mengingat-ngingat kembali pelajaran bagian-bagian bunga dan jenis-jenis bunga..
hihi..jadi membaca ulang artikel tentang ini untuk  memastikan ingatan..ada bunga sempurna dan tak sempurna..ada putik, benang sari, mahkota, kelopak, dsb.. semua bagiannya mempunyai kepentingannya masing-masing..