Sunday, July 10, 2011

IKM Jepara: Seri POA Travelling

Di Jepara ini tidak begitu banyak cerita jalan-jalanku. Jika ditanya, "di Jepara kemana aja?" Maka, aku akan menjawab, "jalan-jalan dari rumah ke rumah di Desa Mambak dan Suwawal Timur, ngobrol dengan ibu-ibu setempat."

2,5 minggu di Jepara, hanya sempat ke Pantai Bandengan sekali dan hampir sampai ke Air terjun Songgo langit. Kenapa hampir sampai, karena baru sampai desa Cepogo, kami sudah nyerah. Kami cuma berempat, perempuan semua, dan perjalanannya menuju Songgo Langit itu suepiiii banget,udah sore juga. Padahal 10 km lagi, sedang kami memperhitungkan waktu untuk kembali ke markas bisa-bisa sampai matahari tebenam. Jadilah, kami memilih untuk memutar arah, dan pulang. Setidaknya sudah tau arah ke sana, jadi ntar kalau mau jalan-jalan bareng yang lain kita sudah tau lah.

Dari sederet, POA travelling yang dibuat oleh kakak-kakak yang sebelumnya telah menignjakkan kaki di bumi Mlonggo untuk IKM ini, hanya segelintir tempat yang sanggup aku didatangi.

  • Karimun Jawa: rencana sekedar rencana..

  • Pantai Bandengan: Alhamdulillah kesampean, ini deket hanya setengah jam dari markas P2UKM Mlonggo. Hari ketiga di Mlonggo, rombongan pada ke pantai. Saat, sudah siap berangkat, saya dikejutkan oleh kedatangan saudara saya yang tinggal di Jepara, jadi minus saya, semua teman-teman pada main-main di Bandengan. Besoknya, saya penasaran sama pantainya, jadilah saya ditemani Gisda yang baik hati, main-main sebentar ke pantai ini. Hehe.. Makasih ya Gisda..


  • Pantai Kartini: Ada kura-kura raksasanya, katanya si biasa aja, terus lumayan jauh di Kota Jepara, jadi kita pada males juga ke sini, selain memang agak sulit ngatur waktu.

  • Pantai Mpu Rancak: ini juga pantai yang ada di Jepara, tidak begitu jauh dari P2UKM Mlonggo, tidak sempat juga ke sini.

  • Pantai Bondo: sama pantai ini juga salah satu pantai yang membentang di Jepara dan lokasinya tidak jauh dengan P2UKM Mlonggo. Tapi, saya pribadi tidak sempat menginjakkan kaki di sini.

  • Benteng Portugis: ini agak jauh lokasinya, katanya membutuhkan perjalanan kurang lebih 1,5 jam untuk mencapainya. Boro-boro ke sana, ke Air Terjun Songgo langit saja yang lebih deket tak sempat menjangkaunya.

  • PLTU: gagal juga.. gda yang mau diajakin ke sini, abis kurang menjanjikan. Cuma bagus buat foto malem, dan teman-temanku mana ada yang tertarik. Kalo sendirian tidak mungkin soalnya kan mesti malem dan cukup jauh.

  • Air terjun Songgo Langit: nyaris..ris.. ris.. 10 km lagi. Kami sudah tiba di desa Cepogo, tapi kami putar arah. Sudah sore dan jalanan sepi, jaraknya juga sudah ada 15 km dari Mlonggo. Karena ini negeri orang, tak berani ambil risiko kami cewek-cewek ini.

  • Air Terjun Jurang Nganten: di Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji. Padahal ini harusnya dekat dengan wilayah kerja kami. Tapi, kebetulan tidak ada yang dapt di Desa Tanjung, jadi jurang nganten lupa didatangi, juga dikarenakan tak ada waktu.

  • Kuliner penduduk Desa Cepogo: berhasil! Tapi mengecewakan. Haha.. Dalam pikiran bener-bener kuliner makanan khas Jepara gitu,, eh taunya, pondok-pondok dipinggir jalan, jual jagung bakar, kedelai rebus, dan ubi rebus. Jauh-jauh kami menjangkaunya, kalau itu semua bisa kami peroleh tanpa harus menempuh perjalanan jauh 15 km dulu. Kalau sambil jalan ke tujuan tertentu, terus mampir ke sini okelah, tapi kalo hanya untuk mencari ini semua, rasanya tidak perlu segitunya. Hehe.. Pelajaran yang dipetik: jangan benar-benar mempercayai POA travelling 100%.

  • Kuliner Maribu: jadi inget, waktu listrik di asrama mati dari siang, padahal kami pun baru kelar pelaksanaan tugas kami, kemudian malamnya harus sudah jadi laporannya. Pas banget listrik mati, batre leptop semakin kritis, jadilah kita berbondong-bondong mencari listrik ke Jepara. Salah satu sasaran kita adalah Maribu ini. Haha.. Heboh banget, sampai-sampai ada sekelompok orang yang berkata pada kami, “lagi ngerental komputer ya..” hedeeeeeh.. ini darurat! Wkwkwk.. Maribu ini yang punya alumni Undip juga, jadi kalau makan di sana kita-kita dapet potongan 5%. Dan hebatnya, mas-mas dan mba-mbanya tau aja, kalo kita ini rombongan Undip. Hehe..

  • Kuliner Geulis: ini makanan sunda. Enak lah kata aku mah dan harganya masih standar, tidak seperti maribu yang lumayan mahal. Kalo hari minggu, kita g dimasakin, jadi mencari makan sendiri, kebetulan, gisda butuh sinyal internetnya, kalo di Mlonggo agak kesulitan, jadi kita ke Jepara, makan sekalian nyari akses internet.

  • Kuliner Bakmi Bandung Matahari di deket alun-alun: hari Rabu, hari keempat di Mlonggo, Jepara. Penasaran sama bakmi matahari, kita juntrungi deh tu tempat, walaupun tidak tau pasti tepatnya, kami cari-cari aja. Tanya kemana-mana. Akhirnya nemu juga ni tempat. Nyicipin bakminya, sama nasi goreng teri medan. Nasi gorengnya enak. Bakmi bandungnya ya seperti bakmi bandung pada umumnya.

  • Kuliner Flaminggo: ini ada di POA, tapi belum sempat kami cari.

  • Kuliner di Krimun Jawa: apaan gitu namanya, lupa.. dan tak sempat kami datangi.

  • Kopi di depan Puskesmas Pakis Aji: tidak minat, jadi tidak mencari tau.

  • Jepara Shoping Center: di deket alun-alun Jepara, setiap malam ini menjual aneka ragam makanan, mulai dari makanan laut sampe bakso dan pempek pun ada. Katanya bakso ulek di alun-alun ini enak. Tapi, belum nyobain. Nyobain kerang dan kepiting yang di jual di sini, lumayan.. tapi g seenak kerang dan kepiting pak ndo di belakang BI Pleburan, Semarang.

  • Bakso ulek: diajakin ke bakso ulek dideket rumah temen kami yang orang Jepara, gtau nama tempatnya. Awalnya penasaran sama bakso ulek. Tapi setelah memakannya, nggak lagi-lagi deh. Nothing special with the taste! Sama aja kek bakso pada umumnya. Waktu aku tanya kenapa namanya bakso ulek, terus kata yang jualnya, “karena sambelnya diulek” jyaaa.. iyalah ya.. yang namanya sambel mah emang diulek. Hehe.. tapi bolehlah.. alasan diterima. Baksonya ini agak berbeda, pake tahu yang dipotong-potong dan pake kupat.

  • Martabak Mesir di deket alun-alun: ini nih enak banget.. 10.000 aja. Bisa dimakan beramai-ramai. Enak! Karena saya suka martabak mesir kali ya.

Saturday, July 9, 2011

Dapat oleh-oleh lagi dari Belanda.. *kapan ya aku yang ke Belanda dan ngasih oleh-oleh? hahahaha...

Genggaman Syukur..

Ketika mulut ingin mengucap..
Tak satu kata pun terucap..
Ketika raga ingin mendekat..
Tak satu langkah pun bertambah..
Ketika ingin mimpi bernyawa..
Tak satu pun menjadi nyata..

Hanya ada wajah tegar yang menyeringai..
Walau kalbu tetap bersedih..
Hanya ada otak yang sedang berpikir..
Walau ide tak kunjung mampir..
Hanya seutas do’a yang kupanjat..
Walau hasrat tak juga tergerak..

"Seutas harap yang menggantung, berbuah sabar yang dijunjung
Segores ikhlas yang membekas, berbuah syukur yang digenggam"

Thursday, July 7, 2011

"Berenang-renang kehulu, Berakit-rakit ketepian"

"Berenang-renang ke hulu, berakit-rakit ke tepian..
Bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian.."

Peribahasa ini hanya diperuntukkan untuk saya dan teman-teman kelompok koas saya kok.. hehe..

Hampir semua orang yang pernah bertanya pada saya, menimbulkan respon yang sama..

“ima.. kamu stase apa?”

“IKM”

“habis ini kamu stase apa?”

“kulit”

“terus abis kulit?”

“Gimul”

“wui.. enak banget.. stase enak mulu. Puasa dan lebaran pas di stase yang enak lagi.”

*ngekngok.. kurang lebih respon semua orang sama atas jawaban saya akan pertanyaan-pertanyaan terkait perjalanan staseku itu.

Tetapi, ada juga yang merespon,

“wah.. stase enaknya habis didepan semua ya. Harusnya jadi stase perantara.”

ataupun ada yang berkata,

"wah.. perjalananmu masih panjaaaaang..."

Terkadang saya mengiyakan.. dan seringnya saya hanya bisa tersenyum saja.. atau merespon sekenanya.. (saking bosennya memelas dan mengiba, haha..)

“Alhamdulillah.. menikmati terlebih dahulu sebelum renjatan stase Obsgyn, Neuro, Anastesi, Bedah setelahnya. Bisa lebaran bareng keluarga dan bersenang-senang dahulu.”

Bukankah apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurutMu, ya Allah?
dan bukankah apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurutMu, ya Allah?
RecanaMu adalah rencana terbaik.. PilihanMu adalah pilihan terbaik.. yap.. Yakinilah hal itu..

Saya percaya, inilah jalan yang Engkau pilihkan, dan insyaAllah inilah yang terbaik bagiku menurutMu.. Bukankah semua akan sama saja, tergantung bagaimana kita menyikapinya, dengan tetap berbuat yang tebaik yang kita punya, tetap ikhtiar sebaik-baiknya, Terimakasih ya Allah..

Bismillah,, mudahkan dan lancarkan perjalanan koas kami ya Allah..
Semoga, segala sesuatu yang tampak berat ataupun terdengar berat itu dijadikan terasa amat sangat ringan untuk kami.. dan ridhoi kami dalam mendapatkan ilmu yang bermanfaat..


*setiap mengingat, renjatan stase itu, dan mendengar rentetan cerita teman-teman.. selalu timbul rasa khawatir.. padahal, seharusnya tidak boleh begitu karena saya percaya, ada Allah yang akan menolong, cukup kita berusaha dan berbuat yang terbaik.. "Hasbunallahu wa ni'mal wakil"

Semangaaaatt semuanya...

Friday, July 1, 2011

IKM Jepara: Part 1

Ini adalah stase besar keduaku, Ilmu Kesehatan Masyarakat. Awalnya, saya tak sabar untuk masuk di stase ini karena dalam gambaran saya, di stase ini, saya bisa jalan-jalan, ke tempat-tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya, bisa jalan-jalan ke Jogja, bisa mendatangi banyak pantai di Jepara dan siapa tau bisa ke karimun jawa. Benar-benar tidak sabar rasanya.

Setelah merasakan stase ini, akhirnya saya baru merasakan, stase ini tak seindah cerita perjalanan senang-senang teman-temanku sebelumnya. Stase ini tak seindah senyum mengembang yang tampak pada foto teman-temanku sebelumnya. Tapi, stase ini lebih dari sekedar jalan-jalan. Stase ini cukup mengajarkanku banyak hal. Tentang pertemanan, tentang kebersamaan, tentang kemanusiaan, tentang karakter orang, tentang cerminan dunia kerja, tentang orang-orang yang terlibat di dalamnya, tentang pengabdian, tentang sisi dunia yang tak pernah saya temui sebelumnya, tentang.. banyak hal.

Dan ini adalah perjalanan berikutnya untuk stase ini, Jepara. Teman-temanku berkata, “manfaatkan waktumu sebaik-baiknya buat senang-senang di Magelang, karena di Jepara akan sulit mendapatkannya.” Ho.. sehoror apakah di Jepara?

PERSIAPAN MENUJU KE JEPARA
Baru bisa pulang dari Magelang setelah revisi dan pengesahan semua laporan kami, itu hari Sabtu pagi, sampai di Semarang udah siang. Hari Minggu jam 18.30, kami sudah harus sampai di Mlonggo, Jepara. Baiklah, saya punya waktu kurang lebih 24 jam lagi untuk siap-siap sebelum berangkat ke Jepara selama 2,5 minggu ke depannya.

Rencananya, saya akan bawa motor sendiri, jadi saya pun harus menyiapkan kimi dan perlengkapan berkendaraan bermotor lainnya. Saya perbaiki helm saya yang sudah rusak, hm.. sebenarnya si g rusak, hanya saja sabuk pengerat helm nya itu hilang. Jadi ceritanya, saat pertama saya membeli helm itu, besoknya ada orang yang iseng memotong sabuk pengerat helm saya, tapi anehnya, justru helm saya utuh seutuh-utuhnya. Sepertinya, orang itu kerusakan sabuk pengeratnya, jadi hanya membutuhkan sabuk pengerat ketimbang helmnya. Haha.

Perjalanan ke Jepara ini akan menjadi perjalan terjauhku bersama kimi. Saya jadi memperhatikan savety sebaik-baiknya. Sehingga saya perlu memasang sabuk pengerat ini terlebih dahulu. Kemudian, saya juga mencari masker agar perjalanan lebih nyaman dan tidak terganggu dengan asap kendaraan di jalanan. Setelah itu, tak lupa saya mengisi full bensin untuk kimi. Tadinya, mau membawa kimi ke bengkel, tapi ternyata sudah sore saja, jadilah kuurungkan niatan itu, mencuci pun tak sempat.

Saya juga harus mempersiapkan printer. Karena di Jepara, kita kerja individu, bukan tim seperti saat di Magelang, maka saya perlu membawa printer sendiri. Jadi, saya pun menyiapkan tinta selama di sana. Saya putar-putar, sekalian memanaskan kimi setelah 3 minggu dia tidak pernah dipanasin, dan saya berhasil mendapatkan refill tinta hp di Plaza simpang 5, tempatnya peralatan komputer di Semarang.

Kemudian, saya putuskan segera pulang untuk packing buat ke Jepara besok. Mengumpulkan baju kotor dari Magelang, merapihkan kembali baju-baju yang bisa dibawa, dan menyusun buku-buku yang harus di bawa. Saya, harus packing seminimal-minimalnya. Ternyata, bawaan saya tidak begitu banyak, lebih sedikit dibanding waktu ke Magelang. Satu tas baju kecil + satu tas punggung + printer yang akan aku titipkan di mobil teman-temanku. Dan saya hanya membawa 1 tas kecil berisi dompet, hp, dan kamera selama perjalanan ke Jepara.

PERJALANAN KE JEPARA
Sisa waktu, saya habiskan untuk istirahat sebelum perjalanan terjauhku bersama kimi. Rencana awalnya, motor kami ini akan diangkut truk. Jadi, ada beberapa orang yang ingin membawa motor. Para lelaki tidak pikir panjang, mereka semua ingin membawa sendiri motor mereka. Sedangkan, para perempuan, tidak ada yang berani membawa sendiri motor mereka. Sebenarnya, saya dan iffa sudah berhasil melobi para lelaki agar mau mengangkut motor mereka dengan truk saja, biar biaya angkutnya tidak terlalu mahal. Tapi ternyata, tidak ada yang mau bersusah-susah untuk mengurusi truk yang bisa mengangkut motor-motor kami tersebut. Sebelumnya, untuk ke Magelang, kami sudah berusaha untuk mencari kendaraan agar bisa membawa kami. Rasanya, kali ini kita sudah malas. Jadi, saya dan Iffa pun memutuskan untuk membawa sendiri motor kami ke Jepara jika tidak ada yang mau mencarikan truk nya.

Kendaraan pribadi memang sangat diperlukan selama di Jepara. Pertama, karena di Jepara ini tugasnya individu, jadi kami tidak bisa tergantung orang lain untuk mengantar-ngantar kami dalam menjalankan tugas. Kedua, lokasi tempatnya yang berjauh-jauhan, kami semua beda desa, masih mungkin untuk satu desa 2 orang, tapi itu dengan tugas yang berbeda, ataupun desanya yang luas. Sebenarnya, masih mungkin juga untuk dapet tugas hanya di puskesmas dan letak puskesmasnya pun satu tempat dengan tempat tinggal kami, tapi itu sangat kecil kemungkinannya. Saya mengambil kemungkinan terburuk. Masih bisa juga untuk nyewa motor di sana, tapi sangat terbatas dengan waktu dan cukup besar biayanya. Jadilah, dengan segala pertimbangan tersebut, saya memutuskan untuk membawa kimi saja.

Segala bujuk rayu saya berikan ke Ayah dan Ibu agar mau mengijinkanku tentunya. Anggap saja, ini adalah perjalanan dari Kariadi ke Genuk atau Kariadi ke Banyumanik bolak-balik 5 kali. Hehe.. hanya bisa menenangkan diri seperti itu.

Alhamdulillah.. kami pun beriringan mobil dan motor, kami pun saling menunggu jika ada yang tertinggal. Sampai akhirnya, motor Gugum bermasalah, sedangkan waktu semakin mendekati malam, jadi Gugum kami tinggal dengan ditemani Hanif dan Fajar. Saya dan Iffa tetap melaju mengikuti rombongan mobil. Saya sudah mulai kelelahan dan sudah berganti-ganti posisi, tapi Mlonggo tidak juga tampak. Padahal, tanda panah arah Jepara sudah kita jumpai sedari tadi.

TIBA DI P2UKM MLONGGO, JEPARA
Jam menunjukkan setengah 7 kurang, kami sampai di P2UKM Mlonggo, Jepara. 3 jam sudah perjalanan kami. Rasanya, legaaaaa.. bisa sampai Mlonggo, Jepara dengan Selamat.. Alhamdulillah.. Oiya, Gugum, Hanif, Fajar malah datang lebih cepat dari kami. Tidak kebayang ngebutnya mereka.
Ini dia tempat tinggal kami selama 2,5 minggu ke depan.


Selanjutnya, kami solat, dan mengikuti pengarahan dari Mr. NKK. Beliau ini sosok yang sangat terkenal. Terkenal horornya. Hehe. *bercanda.. Tapi, beliau ini memang terkenal kok. Bukan hanya diantara para koas, tapi juga diantara jajaran tinggi sampai yang biasa-biasa aja di dunia kesehatan Jepara, padahal beliau ini sedang tidak memegang jabatan apapun saat ini, tapi tetap disegani.

baca juga:
IKM Magelang: Part 1
IKM Magelang: Part 2