Baru kali ini merasa bingung memanfaatkan waktu liburanku. Yap, dapet bonus libur di hari Sabtu dari Forensik, dengan konsekuensi ujian lebih cepat!! Hari Rabu sudah harus OSCA saja, padahal saya belum belajar blas, sehari-hari diisi dengan nulis visum. Tapi, ndak papalah demi libu yang kejepit. Jarang-jarang saya bisa libur lumayan gini.
Biasanya, saya nggak pernah bingung, setiap mendengar berita libur bahkan cuma sehari sekalipun yang biasanya selalu mendadak, saya langsung melangkahkan kaki membeli tiket dan pulang ke Cirebon. Tapi, apa pasal sekarang saya bingung? Kan tinggal beli tiket terus pulang ke Cirebon saja kok susah.
Masalahnya, ayah dan ibu lagi nggak di rumah, lagi di Palembang ke tempat kakakku, menemani uni yang sedang hamil muda dan sempet perdarahan kemarin. Ah ya, saya jadi tak punya tempat untuk kembali. Palembang jauuuuh sangat. Dan harga tiketnya, semarang-jakarta-palembang ituuuu, muaaahaaaaaaaaaaaal sangat. Apalagi beli mendadak dan tanggal merah, nggak dapet tiket promo jadinya. Mengingat harga tiketnya, saya jadi berpikir, apa ke Malaysia aja sekalian ya? harganya hampir sama bahkan cenderung lebih murah dan juga lebih cepet tanpa perlu transit/ganti pesawat di Soetta. Huft, mikir dua kali jadinya kalau begini buat ke Palembang. Hanya tiga hari pula liburnya. Sayaaaaaang... berat di ongkos.

Biasanya, saya nggak pernah bingung, setiap mendengar berita libur bahkan cuma sehari sekalipun yang biasanya selalu mendadak, saya langsung melangkahkan kaki membeli tiket dan pulang ke Cirebon. Tapi, apa pasal sekarang saya bingung? Kan tinggal beli tiket terus pulang ke Cirebon saja kok susah.
Masalahnya, ayah dan ibu lagi nggak di rumah, lagi di Palembang ke tempat kakakku, menemani uni yang sedang hamil muda dan sempet perdarahan kemarin. Ah ya, saya jadi tak punya tempat untuk kembali. Palembang jauuuuh sangat. Dan harga tiketnya, semarang-jakarta-palembang ituuuu, muaaahaaaaaaaaaaaal sangat. Apalagi beli mendadak dan tanggal merah, nggak dapet tiket promo jadinya. Mengingat harga tiketnya, saya jadi berpikir, apa ke Malaysia aja sekalian ya? harganya hampir sama bahkan cenderung lebih murah dan juga lebih cepet tanpa perlu transit/ganti pesawat di Soetta. Huft, mikir dua kali jadinya kalau begini buat ke Palembang. Hanya tiga hari pula liburnya. Sayaaaaaang... berat di ongkos.
Tetep pulang ke Cirebon sendiri, rasanya tidak mungkin. Nggak punya kunci rumah dan juga di sana mau ngapain sendirian? Mending sendirian di Semarang kali ya. Masih ada temen buat main. Hehe.
Sebenernya, saya jadi berpikir melancong saja kali ya. Tapi, temen-temenku yang lain tidak semuanya dapet libur. Hwaaaa.. melancong sama siapa kalo begini. Awalnya, pengen ngabisin waktu ke Jogja atau Bandung. Walau Semarang-Jogja itu deket, tapi jarang sekali saya bisa main ke sana. Selama hampir 6 tahun di Semarang, saya baru 4xan ke Jogja. Pertama, ada uni dan uda yang jadi guide, kedua nebeng temanku yang orang sana, ketiga dan keempat bareng-bareng temen-temen dari Magelang waktu stase IKM. Kalo ke Jogja bingung juga ntar pas di sana kalo tidak ada guide nya.
Kalo ke Bandung, waaaaa... iya banget itu mah! Ada temen yang kerja di sana, dan dia teman dekatku, mau bangetlah dia aku tumpangin. Tapi, masalahnya dia pun masih bingung, mau pulang ke Cirebon atau tetap di Bandung. Aaaaaaaarrrrgghh..
Saya binguuuuung.. apakah jawaban dari kebingungan saya adalah "istirahat di kosan, sesekali mengeksplore semarang dan belajar obsgyn?" #menunduk lemas..
Saya binguuuuung.. apakah jawaban dari kebingungan saya adalah "istirahat di kosan, sesekali mengeksplore semarang dan belajar obsgyn?" #menunduk lemas..
---o0o---
Hati kecilku berkata, "saya ingin ke Palembang". Benar kata temanku, 'kemanapun kamu pergi, tempat ternyaman adalah berada di dekat keluarga sendiri'. Itu yang saya rasakan, saya ingin ke Palembang, ngumpul bareng keluargaku.
Saya, jadi teringat teman-teman saya yang rumahnya jauh-jauh. Pantas saja mereka mikir beribu-ribu kali untuk pulang dan benar-benar memanfaatkan waktu libur yang lama untuk pulang. Karena, berat di ongkos kalo sedikit-sedikit pulang. Lah, sekali pulang ngabisin jutaan. Hwaaa.. Selama ini saya hanya tau ongkos Semarang-Cirebon yang masih dalam jangkauan, masih dibawah dua ratus ribu rupiah. Jadilah, saya suka nggak mikir kalo pulang. Ternyata, beginilah rasanya tinggal di perantauan nun jauh dari orang tua. Masih niat PTT, ma? *masih!! #berteriakdenganlantang!!
-------------------------------------------
*foto: koleksi pribadi

