Tuesday, June 30, 2009

Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji'un

Dengan sorak dua orang insan berniat untuk mengahalau kepenatannya. Rencana yang sudah lama ditunggunya. Akhirnya, hari ini, malem ini, mereka mencoba melaksanakan niatnya. Dipacu kecepatan motor cukup tinggi, bablas, hantam segala lubang, suing..suing..
Alhamdulillah sampailah mereka pada tempat tujuan. Dengan langkah gontai, penuh riang, euforia tinggi, setelah menanti cukup lama, akhirnya tiba saat ini. Terus melangkah hingga pintu masuk, dan mereka membaca tulisan: "TGL 30 JUNI, TUTUP! Dalam Perbaikan"
Dengan muka melongo dan tanpa dosa, mereka saling tatap! Kemudian terdengar suara satu "sekarang tanggal berapa? emang 30?", suara dua menyahut "iya, sekarang tanggal 30"
wedew! Hancurlah sudah semua rencana.. Musnah.. Pupus.. saat itu juga..
Dengan langkah lemas mereka kembali ke parkiran. Sampai akhirnya, mereka geli dan tak tahan untuk saling tertawa. Mereka benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain tertawa. Idaman mereka, mimpi mereka, Kesenangan mereka, hilang seketika..sirna..

Itulah kawan..sepenggal kisah penuh hikmah..
Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji'un..
Semua dari Allah dan akan kembali padaNya..
Qadarullahi wa maa syaa a fa'ala..
Allah telah mentakdirkan segala sesuatu dan Dia berbuat apa yang Dia kehendaki..

Hanya Allah yang punya kehendak. Sekuat apapun usaha kita, seniat apapun kita, seingin apapun kita, serajin apapun kita, se-, se-, se- apapun kita, ya tetep..semua akan kembali lagi padaNya..
Jangan sekali pun kita merasa yakin dan pasti akan suatu hal yang belum terjadi, bahkan apa yang bakal terjadi sedetik lagi pun..gda yang tau..semua gda yang tau..Hanya Allah Yang Mahamengetahui..
Kita sebagai manusia, seorang hamba yang sangat lemah dan hina ini, hanya bisa berharap dan berdo'a akan apa yang diinginkan..tapi tetap harus diiringi dengan usaha untuk mendapatkan itu..karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum, hingga kaum itu mengubah dirinya sendiri..

Kemudian tentang apa yang akan terjadi akhirnya, hanya bisa pasrah..dan waktunya tawakallah yang bekerja saat ini..dimana ikhlas dan kesabaran tetap mengiringi tawakal kita..

wallahua'lam



Saturday, June 27, 2009

Ini Bukan Saatku

BIsmillah..

Khitan Massal,. saatnya berlatih, mencoba menjahit, atau menyuntik..

Sudah lumayan sering ikut khitan, tapi selalu saja mencuci dan melihat..
ingin rasanya mencoba untuk melakuakn sebagian dari tindakan itu..
Mencoba menjahit ataupunmenyuntik..
Kami butuh suatu keterampilan itu..
Kami belajar dengan didampingi para ahli..

InsyaAllah khitan kali ini adalah sebuah kesemmpatan untukku..
untuk belajar lebih mendalam lagi, melihat, dan memperhatikan lebih seksama..

Awal mula aku menjadi asisten alat dulu. Yups, siapkan mental terlebih dahulu. Kami satu tim bertiga, seorang dokter sebagai operator, dan seorang teman sebagaiasisten operator, kemudian aku sebagai asisten alat. berikutnya posisi kami berubah, aku sebagai asisten operator dan temanku sebagai asisten alat.

Ternyata operator kami melakukannya sendiri, dari anestesi, memotong preputium, juga menjahit dilakukan sendiri. Tidak memberi kesempatan kepada kami, asisten operator, untuk belajar. Mungkin tujuannya biar cepet selesai, sehingga anak ini tersebut tidak perlu mengalami kesakitan ataupun menunggu terlalu lama. Tapi, kami pun ingin belajar, setidaknya merasakan sekali dulu..

Apa boleh buat, lagi2 dan lagi2, aku belum mendapatkan kesempatan tersebut. Padahal, teman-temanku yang lain, sudah mendapatkan kesempatan itu. Apa boleh dikata, hanya bisa pasrah dan terus berharap.

Akhirnya, aku putuskan untuk pindah, karena ada yang menggantikan posisiku di meja operasi tersebut. Sekalian istirahat dan baru tersadar kalau belum mengisi perutk dair pagi tadi. Kemudian, aku keliling melihat teman-temanku yang lain sedang beraksi, dengan asiknya memotong atau bahkan menjahit. Kapan giliranku? dalam hati ku berujar dan hanya bisa kusampaikan dengan pilu ke teman-teman.

Sampai akhirnya, aku disuruh untuk mengantikan seseorang untuk menjadi asisten operator. He..:) dengan sumringah aku  mengiyakan. Alhamdulillah..

Lalu, aku segera bersiap diri untuk belajar juga membantu. Dengan mensterilkan diri dan mulai memakai sarung tangan. "Yeah, it's my time!" ujarku. Bismillah..
Kemudian, seorang anank datang ditemani ibunya, diiringi dengna suara gaduh dari anak-anak lain yang sudah mulai di khitan. Anak ini belum apa-apa sudah mengatur kami, "jangan diperban, jangan disuntik, jangan ini itu," pokoke jangan aja semua.. Jadi heran anak in maunya gimana?? Kami hanya bilang "iya..iya.." Lalu, kami mlai memberi antiseptik dan hendak mulai memberi anestesi terlebih dahulu, tapi gagal karena reaksi berontakan anak ini. Baru nempel aja jarumnya, anak tersebut sudah teriak bukan main, ditamah dumelan kekesalannya karena merasa tidak dituruti. Anak ini keras kepala luar biasa, ditambah lagi fobia tingkat tinggi dengan jarum suntik sepertinya.

Kami berusaha sekuat tenaga untuk menenangkannya agar mau diam juga menghilangkan segala bentuk ketakutannya. Karena kalau masih diliputi rasa takut dan tidak yakin, anastesi sebanyak apapun kagak bakal mempan! dan kunci khitan adalah anastesi! kalau anastesinya bagus, anak tenang, operator lancar menyelesaikan sirkumsisinya.

Anak ini pinter dan cerdik, juga sangat kritis, dalam hal mengelak dari segala bentuk tindakan yang harus dijalankan terutama menghindar dari jarum suntik! berganti-ganti dkter untuk menenangkan anak tersebut. Sekuat tenaga ibunya berusaha untuk menyadarkan bahwa betapa wajibnay khitan ini, "ntar kalo di khitan dapet pahala," ujarnya. Dengan dipandu ibunya, anak ini membaca absmallah, alfatihah, dan zikir-zikir lain untuk menenangkan, tapi cuma mempan bentar! habis itu, kumat lagi ngamuk2nya. Dibujuk kaya apa juga g mempan! Lalu, kami tutupi anak ini agar tidak melihat apa yang kami lakukan, dia malah berontak dan marah2 udah kami tutupi. baru dipegang suntikannya, dia udah teriak-teriak, pokonya dia selalu curiga pada kita, dan selalu memperhatikan dengan baik, tindak-tanduk kita, waspada siaga 3! Sulit melakukan tipu daya pada anak ini. Dengan segala kekuatan dan aturannya, dia tetep keukeuh g mau diapa-apain.
Cape juga menenangkan anak ini, akhirnya kami bilang, "Kalo gitu g usah di khitan aja ya, ntar adek sendiri loh yang g di khitan, ntar g jadi dapet hadiah. hayo..mau g di khitan?"
"mau..tapi jangan ditutupin hayo..jangan disuntik juga, suntikannya dipendekin, suntiknya di tangan aja, jangan di situ, terus janagn diperban juga"
Loh?! piye to dek..
"gpa2, g sakit ko. Sekali aja sakitnya, abis itu g sakit lagi, tuh liat temen2nya. Disuntik sekali aja ya.."
"tadi udah og!"
Padahal tadi jarum suntiknya cuma mampir bentar banget dikulitnya, sampe akhirnya anak ini bangkit dan berontak.

Ngabisin waktu 20menitan sendiri untuk menenangkan anak ini. Walhasil, sia-sia juga usaha kita, anak ini tetep menolak. Meng-inform consent satu orang aja, sama kaya nyunat satu orang. Susah emang menanamkan suatu keyakianan pada anak-anak! Hohoho..ini butuh keterampilan! Mari kita berlatih!

Akhirnya, kami benar2 nyerah. Dan ditengah-tengah keputusasaan kami membujuk anak ini, kemudian, anak ini dipanggil untuk khitan di dalam masjid, agar suasana lebih tenang dengan seorang yang cukup saya kagumi.

Oh no! ternyata dia pasien terakhir, tadi adalah kesempatan terakhirku pada khitan kali ini. Dan ternyata, aku gagal belajar dari anak ini. Kecewa, tapi g boleh egois! musti nrimo..
Maybe, it's not my time! I believe, there's a time for me to do it! but i don't know when..just hoping it! InsyaAllah, waktunya akn tiba.
Apa yang dilakukan sangat berguna, inilah sebuah TIM! Walau hanya menjadi tukang cuci atau menyiapkan alat, tapi insyaAllah hari ini tetep bermanfaa dan tidak sia-sia. Coba kalo gda yang nyuci, gda yang nyiapin alat, gda ayng manggilin adik2nya, gda yang nanya kondisi umum pasiennya, insyaAllah, g jadi khitanan kita! bisa gagal total! he..

Oiya, ternyata anak tadi walau sudah diambil alih, sama saja susah diajak kompromi. Tapi akhirnya berhasil juga disunat! Dengan berbuah cakaran pada sang dokter dan sang residen yang membantu. Oalah..adeknya ganas sekali..
Setelah selesai, kami lihat ekspresi anak ini yang senang dan udah jalan2 lagi, seperti tidak terjadi apa2 saja..
Dasar..Gemes liatnya! Apalagi kalo inget kejadian sebelumnya..pengen ketawa..
Dan tentunya senang sekali...




Keikhlasan dan Kesabaran, Sungguh Indah!

setelah ujian, menenangkan diri, berharap dan berdo'a akan hasil yang terbaik.
Ketika hasil keluar, tidak sesuai harapan, timbul kekecewaan..
Hasil yang tidak sesuai harapan atau harapan yang telalu tinggi dan tidak sesuai kenyataan??
kayanya harapan yang terlalu tinggi dan agak tidak sesuai kenyataan deh..he..
*berharap tanpa mengaca..

kalo gitu hanya keikhlasan dan kesabaran yang bisa menyembuhkan..
kepercayaan dan keyakinan akan semua yang terjadi pasti yang terbaik..
dan mencari-cari hikmah-hikmah lain yang ada dari hasil itu..
akhirnya pertahanan-pertahanan diri untuk mengelak dan menyenangkan hati agar tidak kecewa pun muncul..

ini artinya kita dikasih kesempatan untuk belajar lagi,
jadi kan tamah pol ilmunya..
tambah ngerti..
tambah faham..
coba kalo mulus-mulus aja..
pasti g belajar lagi, padahal ngerti aja belum..
hehe..

*weleh..weleh..pinter banget ngelesnya mba...(positive thingking nih ceritanya..)
padahal dalam hati sudah berapi-api tuh menahan gejolak kekecewaan yang ada..

tapi kan dengan itu, hati jadi lebih tenang meredam kekecewaan yang ada..
ikhlas..dan tetep sabar..
indah jadinya..apalagi tanpa didahului dengan kekecewaan..
keikhlasan dan kesabaran, pasti lebih bermakna jadinya..

*belajar untuk menerima apa adanya tanpa diawali kekecewaan..
walau kecewa itu hanya mampir sebentar..sebentar aja..tapi tetep akan lebih indah tanpa munculnya kekecewaan itu..dengan tetep ikhlas dan sabar..
karena kecewa nggak kecewa, yo hasilnya begitu juga..

Segenap Harapan di Tengah Kerisauan

Ingin rasa ku tolak..
tapi..
tak daya upaya..

hanya diam..
tak ucap satu kata pun..
rasa kasihan..
tak tega..

tangan ini bergerak juga..
kaki pun mengikutinya..
badan melengkapinya..
hingga tercapai satu tujuan itu..
tujuan yang ingin ku tolak di awal..
tapi tetap ku ikuti..
dengan harapan kebaikan di akhirnya..

Alhamdulillah..
segenap harapan yang tak sia..
kesenangan melihat orang lain bahagia..
sebuah beban yang dipikul bersama..
rasa kesetiaan..
sebuah loyalitas..
yang berbuah pada sebuah hasil yang luar biasa..

semoga apa yang ku laku tak sia adanya..
semoga apa yang ku abai agar wujudnya hal ini, selesai jua..
semoga semua berakhir bahagia..
dengan indah..
dan sempurna..

aamiiin...

Thursday, June 25, 2009

cinta yang tak pernah punah

hm..tumben tidak ada telpon berdering..sunyi, hampa rasanya tidak mendengar suara deringan itu..

akhirnya jari-jari ini tak kuasa untuk mendahului menghubungi mereka..
yaps tidak ada tanggapan seperti biasanya
"dek, ayah lagi nonton, nanti ayah telpon lagi ya.."

tumben, nonton tv aja dijabani segitunya, sampe anaknya telpon harus ditunda terlebih dahulu.
ya gapapa sih, setidaknya telah kudengar suaranya itu.

lumayan lama dari itu, telponku berdering..
"assalamualaykum."
"wa'alaykumsalam warohmatullah"
"dek, ayah abis nonton KCB sama ibu"
(hatiku berujar: ko bisa, emang KCB udah keluar VCD nya??)
"nonton dimana yah?"
"di bioskop"
Jeglek!! orang tuaku ke bioskop?? Subhanallah.. sedikit pun tidak menyangka mereka pergi berdua nonton di bioskop ditengah kesepian dan hari tua mereka.

"bagus dek filmya, tapi sayang bersambung"
saya memang belum menontonnya. saya bukan tipe orang yang suka nonton ke bioskop. bukunya satu pun belum saya baca, tapi saya sudah liat traillernya dan dengar cerita dari teman-teman. katanya bagus. ada juga yang bilang biasa aja.

yah saya senang melihat mereka senang dan akur-akur saja. sampai usia tuanya, mereka tetap setia untk bersama. walau cantik tidak lagi menghiasi wajah mereka, walau kekuatan tidak lagi berpihak pada mereka, walau penyakit kian menyerang mereka, walau hidup kian menguras peluh mereka, tapi kebersamaan tetap mereka jalin. keikhlasan untuk menerima kondisi yang beda dengan dulu adalah landasan semuanya. tujuan mereka sebelumnya untuk bersama karena Allah pun alas kebahagiaan mereka saat ini.

bukan fisik semata yang dicari, tapi keberkahan dan keridhoan Allah lah yang dicari dari terjalinnya sebuah hubungan yang dihalalkan oleh Allah ini. bahkan ketika sudah tidak ada lagi yang dibanggakan oleh masing-masing mereka, dimana hanya tersisa ketuaan dan kelemahan diri, mereka tetap bertahan bersama karena kemurnian cinta yang mereka miliki, karena Allah dan akan kembali kepada Allah.

ketika perselisihan-perselisihan yang wajar muncul ke permukaan, hanya butuh kesabaran untuk menghalaunya..
ketika kekesalan akan sikap aneh pasangan yang sudah mulai menurun kemampuan kognitifnya, hanya ikhlas yang bisa menghadapinya..
ketika kesendirian mengisi hati mereka, hanya kesetiaan yang sedia menemani..
ketika kelelahan akan hidup mulai menerkam pikiran mereka, hanya kekuatan hati yang membangkitkan lagi..
ketika kejenuhan bersama menggerogoti hati, keyakinan akan akhirat yang lebih abadi perlahan mengobatinya..

mereka bisa bersama hingga saat ini, hanya karena takdir Allah..

ya Allah, kokohkan ikatan hati mereka dan berilah kesabaran pada masing-masing mereka..
berilah surga kepada mereka..
sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil..
ampunilah segala hilaf mereka..

semoga kami dapat dipertemukan dalam surgamu kelak..aamiiinn..

--------------------------------------------------
luv u yah..bu..

Wednesday, June 24, 2009

nura's minded

http://nukymurasaki.blogspot.com/
blog baru temenku yang ingin untuk mengeluarkan segala bentuk pikirannya dalam sebuah tulisan-tulisan yang bisa dibaca oleh siapapun