Tuesday, November 30, 2010

Sakit Gila No.11: Gila Bayi!!

Haha..Asli itu nomer ngarang abis..hehe.. :)

Ini adalah efek dari abis ketemu ponakan nan lucu dan imut-imut itu. Bikin kangen luar biasa. Kangen senyumannya yang selalu diberikan saat bangun tidur, kangen nemenin main, kangen ngayunin dia saat tidur di ayunan kain buatan ayah, kangen denger teriakannya,  kangen denger tangisannya, kangen denger ocehan tak keruannya, kangen pelukannya, kangen buntelan yang tidur dipangkuanku, kangen megangin saat dia leloncatan, kangen makein baby oil, minyak telon, bedak, pampers, baju ma celananya, kangen ikutan mainan air pas mandi, kangeeeeenn kamu adekku sayang..

Haha..Parah..




Gila Bayi!!

Awas!! Waspadalah!! Hati-hati akan penyakit menular dan mewabah saat ini!! Penyakit yang tidak disadari, tiba-tiba saja muncul setelah bertemu, mencium, dan memeluk bayi. Tidak lain tidak bukan..  sakit Gila Bayi..

Penyakit apaan ini..

Penyakit ini menyerang banyak orang, terutama wanita yang sudah melihat dan bercengkrama dengan bayi, baik itu bayi sendiri ataupun bayi milik orang lain. Bahkan wanita yang dulunya tidak pernah berpikiran tentang anak sekalipun, jika telah menyentuh bayi, maka akan terserang penyakit ini. Mereka menjadi haus akan keberadaan anak-anak.
Cobalah sentuh, rasakan kehangatan dan kelembutan bayi yang baru dilahirkan, maka penyakit ini akan kambuh dan merasuk dalam jiwa. *lebay...

Kalau berdasarkan teori yang saya baca dari buku  “the Female Brain” karya Louann Brizendine, hal ini dikarenakan adanya suatu perubahan yang terjadi pada otak dan terbentuknya realitas baru. Kenapa bisa terjadi seperti itu?
Bau harum kepala bayi sendiri menghadirkan feromon yang dapat merangsang otak  perempuan untuk menghasilkan ramuan cinta yang ampuh, yaitu oksitosin, sehingga menimbulkan reaksi kimia yang membangkitkan rasa gila bayi.

Jadi, hubungan sebab akibatnya seperti ini..

Dengan memeluk dan mencium kehangatan sosok bayi, ini menciptakan feromon dalam tubuh, yang mana keberadaan feromon ini dapat merangsang otak agar tubuh menghasilkan oksitosin, hormon yang dapat merangsang suatu mekanisme menyenangkan, sehingga timbulah rasa cinta yang luar biasa pada bayi ini, mungkin hingga tergila-gila pada bayi.

*
Haha..
Maafkan kalau saya rada aneh..
Efek belajar jiwa, g ngerti-ngerti.. hihi.. :)

Benarkah Wanita Tidak Bisa Memasak?

“saya tidak bisa masak”

Cukup banyak wanita yang berujar seperti itu. Salah satunya adalah ibu saya. Ibu adalah seorang anak yang dulunya tidak bisa memasak sama sekali, berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain, dimana sangat jago dalam memasak. Dan memanglah begitu ibu saya, sangat malas jika disuruh memasak. Dia lebih senang untuk mengurusi rumah dibandingkan mengerjakan pekerjaan seperti memasak ini. Dia  tidak pernah ingin belajar memasak saat kecilnya. Tetapi ternyata, setelah beliau menikah, tidak ada kata selain, “masakannya sangat enak!” ibu sangat jago memasak, walaupun kata ibu, ibu bisa masak asalkan untuk kalian saja, kalau untuk orang lain, ibu tidak bisa.

Itu pula yang teman saya katakan, “aku bisa masak karena ada suamiku yang mau memakannya, kalau bukan dia, aku pun tidak mungkin bisa memasak.” Padahal dulunya teman saya ini, keukeuh sekali bilang bahwa dia tidak bisa masak. Saat dilamar pun dia mengatakan bahwa dia tidak bisa memasak. Tapi buktinya setelah menikah, 2 kali saya merasakan masakannya, rasanya sangat mantab!! Saya jadi teringat ceritanya saat dulu kala, ketika dia bercerita untuk menggoreng saja dia merasa kesulitan, tapi sekarang dia menjadi seorang wanita yang pandai sekali memasak. Hebat!

Soal rasa, itu penyesuaian lidah menurutku. Ibu pun masakannya kadang tidak enak, kadang hambar, kadang biasa-biasa aja, tapi tidak jarang masakannya luar biasa enak. Kalau masakan ibu sedang spesial, maka saya akan berkata, “ibu, masakannya enak sekali” dan ibu akan menjawab, “ini karena ibu masaknya dengan kasih sayang”

 Yup, betul. Jika kita membuatnya dengan penuh cinta dan keikhlasan maka akan terpancar pada rasa masakannya. Sepertihalnya juga orang yang hatinya tulus dan penuh cinta, maka akan terpancar pada sikapnya.

Ibu pernah berkata padaku, bahwa jika anaknya meminta, maka ibu akan berusaha dengan keras untuk memenuhi pintanya. Saat aku ingin sate padang, ibu tidak sampai hati, ketika aku pulang beliau membuatkannya untukku. Padahal sebelumnya, ibu keukeuh sekali tidak ingin membuatnya, beliau sangsi karena sebelumnya, beliau belum pernah membuatnya dan dirasa terlalu ribet, udah gitu cape-cape buat,  gda yang makan. Tapi, ternyata dengan kemauan dan keinginan yang kuat demi rasa sayangnya pada anaknya, beliau berhasil membuatkannya untukku, dan menurutku, itu adalah sate padang terenak yang pernah kucicipi. Sate mak syukur..lewaaaat..hehe..

Masih belum percaya kalau wanita pasti bisa masak?

Ini dibuktikan lagi dengan pernyataan temanku, yang menurutku dia adalah orang yang hidupnya sangat glamour. Orang-orang yang sangat akrab dengan salon kecantikan beserta segala perawatan tubuh lainnya, dan juga segala ekmewahan lainnya. Tapi, dia bercerita banyak hal pada kami tentang kemampuannya memasak. Dia memberikan banyak resep masakan yang sering dia masak. Dia pun bercerita tentang ibunya. Dulu sama sekali tidak bisa masak, bahkan setelah menikah dengan ayahnya. Tapi, lama kelamaan, mau tidak mau, seorang istri harus bisa memasak, tidak mungkin kalau harus beli makanan setiap hari, apalagi saat-saat dimasa krisi perekonomian keluarga, sehingga dibutuhkan keterampilan ini. Dan akhirnya, ibunya pun belajar untuk memasak agar lebih menghemat pengeluaran.

Belum menikah pun tetap bisa memasak..

Akhir-akhir ini, amat sangat banyak temanku yang ternyata dalam memenuhi makanan kesehariannya adalah dengan membuat lauk sendiri. Saya masih ingat, dulu saat kami masih di semester awal-awal, bahwa memasak adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki seseorang. Hanya segelintir orang yang sanggup melakukannya. Salah sautnya adalah seorang wanita anggun yang kami kagumi dan terlihat amat sangat dewasa, bahkan kami memanggilnya ‘mami’. Tapi, ternyata sekarang semakin terbongkar semua keahlian teman-temanku yang lainnya, mereka semua ternyata rata-ratahampir  bisa memasak bahkan masaknya jago-jago, tidak tanggung-tanggung masakan western pun mereka bisa. Dan ntah kenapa saya senang menanyakan resep-resepnya sambil berujar dalam hati, pengen juga bikin. Tapi, tidak sekarang. Belum ada kemauan. Hehe..

Intinya, jika ada kemauan dan keinginan untuk mencoba dan berusaha. Maka, insyaAllah segala sesuatunya itu bisa dilakukan. Maka, para wanita yang saat ini masih ‘belum ada kemauan untuk memasak’ (saya tidak berkata tidak bisa, karena saya percaya semua wanita pasti bisa memasak), jangan khawatir, jika keadaan mendesak, kita pasti bisa memasak!! Hoho..


*sebuah mekanisme pertahanan jiwa yang terbentuk pada diri penulis..haha..

Saturday, November 27, 2010

Pentingnya Bermain Untuk Anak-Anak..

Bermain..adalah kegiatan anak-anak untuk merangsang dan menstimulasi otaknya. Jadi, biarkan anak anda bermain sesuai dnegna keinginannya dan sesuai dengna keingintahuan mereka. Jadi, jangan paksakan anak anda bermain sesuatu, cukup rangsang mereka utnuk bermain dan biarkan secara alamiah mereka yang menentukan permainannya.

Begitulah saya mengamati ponakan saya yang umurnya sudah jalan 6 bulan. Dia sudah bisa memperhatikan suara, mengenal benda, dan penasaran dengan apa yang dilihat dan ditemuinya. Masalah permainan sangat tidak sulit, tidak perlu membelikan mainan bagus untuknya, cukup mainan-mainan yang membantu menstimulus perhatiannya atas suara, permainan yang bisa dipegang olehnya karena genggaman tangannya sudah mulai kuat saat itu dan reflek menggenggamnya masih sangat kuat.

Permainan dilakukan untuk membantu gerak kasarnya. Dalam hal tengkurep, duduk tanpa dipegangin, berdiri dengan berpegangan, berdiri tanpa dipegang, berdiri sendiri, berjalan, dan berlari. Permainan pun dilakukan dengan duduk, karena dia sedang dalam pembelajaran untuk duduk sempurna tanpa jatuh, agar dia betah duduk sehingga dapat menstimulus proses pertumbuhan motorik kasarnya. Permainan yang dilakukan dengan duduk, bisa dalam bentuk apapun, contohnya kalau ponakan saya diaksih plastik-plastik atau kertas dan membiarkan dia bereksperimen sendiri mencari tau apa yang diinginkannya dari plastik-plastik dan kertas tersebut. Permainan pun dilakkukan untuk membantunya dalam pembelajaran merangkak, misalnya memberikan boneka atau apapun yang mengalihkan perhatian mereka dan agak jauh dari jangkauan sehingga dia ingin meraihnya dan merangsang keinginannya untuk maju. Ponakan saya ini sangat lucu sekali ketika dia ingin maju merangkak, dan selalu gagal, karena memang belum masanya, tapi dia sepertinya sudah bersemangat sekali untuk merangkak terus dan terus, tapi akhirnya dia cuma terjatuh dan kembali terlentang, lalu dia berusaha untuk kembali tengkurap dan mencoba lagi tapi gagal lagi dan mencoba lagi, tapi gagal lagi, dan seterusnya. Yang sudah bisa dilakukan baru guling-guling, dan dia senang sekali guling-gulingan, kalau tidur harus diperhatikan dan harus diberikan pengaman, karena anak umur 5-6 bulanan ini lagi aktifnya bergerak dan berputar-putar, sehingga sangat mungkin untuk perpindahan posisinya sangat cepat, seperti ponakan saya, awalnya dimana, bangun-bangun posisinya udah berubah dan sangat jauh tempatnya, haha..bahaya bener emang. *hebat perjuanganmu nak! Dia cepat sekali belajarnya, belum 6 bulan duduknya pun sudah sangat baik, hm..80% lah, karena masih suka tidak seimbang dan terjatuh. Keterampilan motoriknya sesuai dengan anak seusianya, bahkan tergolong cepat. Walau masih jalan 6 bulan, dia sudah ingin diberdirikan, memang belum menapak, baru jinjit dan masih sangat lemah kakinya, jadi saat bermain dia selalu ingin diposisikan lurus terus kakinya, yaitu jadinya seperti loncat-loncat. Ini yang selalu dia inginkan, diberdirikan sambil diloncat-loncatkan. Haha..kamu belum waktunya berdiri, nak.. sabar ya! insyaAllah kurang lebih umur 8 bulanan baru bisa diberdiriin dengan baik, sambil dititah-titah. *saya agak sangsi, sepertinya ponakan saya akan sudah bisa dititah-titah sebelum usia itu. haduuu.. dia terlalu aktif.

Permainan juga dapat merangsang dan menstimulus tumbuh kembang lainnya. Bermain ini sangat penting bagi anak. Berdasarkan website IDAI yang say abaca, ada beberpa peran bermain bagi anak, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Aspek fisik, dengan mendapat kesempatan untuk melakukan kegiatan yang banyak melibatkan gerakan-gerakan tubuh, akan membuat tubuh anak menjadi sehat.
2. Aspek perkembangan motor kasar dan halus, hal ini untuk meningkatkan ketrampilan anak
3. Aspek sosial, anak belajar berpisah dengan ibu dan pengasuh, anak belajar menjalin hubungan dengan teman sebaya, belajar berbagi hak, mempertahankan hubungan, pemecahan masalah, perkembangan bahasa dan bermain peran sosial.
4. Aspek bahasa, anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk berani berbicara. Hal ini penting bagi kemampuan anak dalam berkomunikasi dan memperluas pergaulannya.
5. Aspek emosi dan kepribadian. Melalui bermain, anak dapat melepaskan ketegangan yang dialaminya. Dengan bermain berkelompok anak akan mempunyai penilaian terhadap dirinya tentang kelebihan yang dimiliki sehingga dapat membantu pembentukkan konsep diri yang positif, mempunyai rasa percaya diri dan harga diri.
6. Aspek kognisi. Pengetahuan yang didapat akan bertambah luas dan daya nalar anak juga bertambah luas, kreativitas, kemampuan berbahasa dan peningkatan daya ingat anak.
7. Aspek ketajaman panca indera. Dengan bermain anak dapat lebih peka pada hal-hal yang berlangsung di lingkungan sekitarnya.
8. Aspek perkembangan kreativitas. Kegiatan ini menyangkut kemampuan melihat sebanyak mungkin alternatif jawaban. Kemampuan divergen ini yang mendasari kemampuan kreativitas seseorang.
9. Terapi. Melalui kegiatan bermain anak dapat mengubah emosi negatif menjadi positif dan lebih menyenangkan.

Jadi, ayoo ajak adik, ponakan, anak, anak tetangga, cucu, cicit, dsb anda untuk bermain.. :)

[Simbiosis Mutualisme] Orang Utan vs (H)Utan

“Jaga, lindungi dan lestarikan hutan kita!”

*Kaya pernah denger..hehe..slogannya pelestarian hutan bukan si..
Kalau sepemahaman saya, kita memang harus melindungi hutan, sebab hutan merupakan sumber kehidupan bagi makhluk yang ada di dalamnya maupun manusia yang menikmati hasilnya. Jika hutan rusak, maka ini akan berefek pada makhluk yang ada di dalamnya, salah satunya orang utan yang semakin langka saja bahkan nyaris punah. Kalau hutan rusak, dimana lagi mereka hidup? Kalau hutan rusak, apa lagi yang akan mengontrol air di muka bumi ini? kalau hutan rusak, apa lagi yang menyeimbangkan mekanisme alam ini? kalau hutan rusak, lalu kehidupan berikutnya apa kabar? Kalau hutan rusak, adalagikah kekayaan alam yang bisa menggantikannya?

Tapi, setelah saya mengunjungi penangkaran orang utan di Borneo dan membaca brosur penyelamatan orang utan Borneo, jadi tau kalau keberadaan orang utan pun sangat menentukan keberadaan hutan di bumi ini. Hutan pun butuh orang utan. Nah lo..kok bisa? Baru tau kalo hutan dan orang utan ini saling melengkapi. Kalau saya belajar biologi waktu SMA dulu sih jadinya bisa tergolong ke dalam simbiosis mutualisme gitu deh. Hehe..

Selama ini, saya hanya tau hubungan sebab akibat yang seperti ini: “jika hutan terlindungi, maka orang utan akan lestari”.  Tapi ternyata ada juga pemikiran lain, jika 2 premi “jika hutan terlindungi” dan “maka orang utan akan lestari” posisinya kita balik, akan menjadi sebuah hubungan sebab akibat baru, berupa: “jika orang utan terlindungi, maka hutan akan lestari”. Hebat ternyata hubungan diantaranya. Akhirnya, ujung-ujungnya terjadi lingkaran kehidupan yang tak terputuskan dan semuanya saling menyambung. *jangan-jangan hanya saya saja lagi yang baru tau kenyataan ini.  Saya memang kurang update, hehe..

Begini teorinya:
Menurut brosur yang saya baca, jadi orang utan ini dianggap sebagai hewan penyemai biji di hutan. Karena orang utan ini suka memakan buah dan biji-bijian, sehingga biji-biji tersebut akan berjatuhan ditempat-tempat yang dia lewati dan memang mereka ini paling suka pindah-pindah antar pohon bukan? Dari biji-biji yang berjatuhan  inilah nantinya akan menjadi benih-benih baru untuk pohon-pohon baru yang tetap menjaga kelestarian hutan. Sehingga kita pun harus menjaga keberadaan orang utan di hutan tempat tinggalnya agar mamapu menjaga kelestarian hutan juga. Jadi, kalau orang utang punah, hutan pun terancam punah, semakin sering ditebang, tapi tidak ada lagi hewan yang membantu menyebar biji, menyemai benih secara alami lagi, maka hutan akan semakin terancam, hutan pun semakin lama semakin punah, tanpa ada penanaman hutan kembali secara alami yang dilakukan oleh orangutan ini. Kalau hutan punah, kehidupan makhluk di dalamnya terancam juga, mereka kehilangan tempat tinggal dan sumber kehidupannya, begitu juga manusia akan berangsur-angsur mendapatkan efek hilangnya hutan, cuaca yang semakin kacau, banjir yang tak lagi terserap, sumber tumbuhan untuk kehidupan semakin langka, dan kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, ayooo.. Save our world.. Save the orangutans..

Jadi, kalau gini, lindungi hutan atau lindungi orang utan yang bener?
Hm.. lindungi dua-duanya dong ya.. hihi..

Friday, November 26, 2010

Dari tukang parkir hingga supir bis..

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sidak yang temanya retribusi parkir. Saya pun jadi ingin membahas tentang parkir. *mumpung berita juga lagi hot hot nya masalah parkir di ibu kota. Tapi, saya ingin membahas khusus ke arah tukang parkirnya dan segala kesemena-menaan yang lainnya, tentang pengalaman-pengalaman indah antara diriku dan dirinya. Tapi, saya tidak membahas dari segi hukum, cukup dari sudut pandang sosial aja.

Saya ini memang orangnya agak mudah terpancing untuk menonjolkan ketidaksukaan saya akan sesuatu, sebenernya ingin menegur langsung, tapi saya tidak cukup berani untuk melakukannya, tapi kadang saya memiliki keberanian itu lo. Akhirnya saya hanya bisa lebih sering menyindir secara tidak langsung, semoga mereka sadar dengan sindiran yang kuberikan dan mau berubah.

Semuanya pasti sering parkir dan diminta bayaran oleh tukang parkir dadakan yang ada di sana. Misalnya saat ke warung, beli pulsa, beli makan di tempat makan, dsb. Kadang memang diberikan tempat untuk parkir dan kita pun membayarnya, tapi kadang mereka itu sengaja saja membawa pluit dan berlagak mendatangi kami untuk menagih uang parkir, padahal saat kami markir, mereka entah kemana, eee..tau-taunya saat kita pergi, mereka sudah stand by dengan pluitnya itu sambil menggerakkan tangannya, tapi setelah kami kasih uangnya, mereka kembali menghilang ke mangsa-mangsa berikutnya. Ya ampuuuuun.. saya paling kesal dengan hal itu. Benar-benar tidak suka dengan kelakuannya. Okehlah, saya akan membayar atas jasa tempat (emang itu tempat punya mereka ya?) dan jasa atas bantuannya memarkirkan dan membantu dalam memeberikan jalan, misalanya saat nyebrang. Dengan sangat senang hati sekali saya sukarela memberinya, bahkan kalaupun seharusnya tidak ada retribusi parkirnya, ikhlas sekali saya ngasihnya. Tapi, yo kalo cuma numpang mejeng n nampang n menengadahin tangan sambil tiup-tiup pluit kok piye gitu.. Saya katakan dengan tegas, saya sangat tidak suka!! Saya anggap mereka itu sangat tidak bertanggung jawab, hanya mau menagih hak saja (hm..itu pun kalau bisa dibilang hak). Spontan saya akan kesal kalau diperlakukan seperti itu. tergantung emosi saat itu, kalau lagi stabil, maka saya akan diam sambil mengelus dada saja, kalau agak labil tampangku pasti langsung cemberut, dan kalau sedang kesal berlipat-lipat saya bisa negor tu bapak, “pak, bisa disebrangin?”, kalau bapak parkirnya udah ngilang aja, bisa marah-marah sendiri saya. Haha…

Ini juga terjadi pada tindakan kesewenangan yang dilakukan orang-orang lainnya (kaya g pernah aja berbuat kesewenangan, hehe..). Contoh lainnya lagi, orang ngerokok. Beuh..ini ni sangat menyebalkan. Ngerokok seenaknya di tempat umum. Sangat merugikan banyak orang. Kali ini bukan hanya saya yang dirugikan, tapi semua orang disekililingnya. Siapa juga coba yang suka asap rokok?? Hm..Jawabannya: orang yang juga suka ngerokok!! Kalau ada ayng ngerokok disekeliling saya, pasti saya kebuk-kebukan tangan saya didepan muka saya, kalau bisa sangat mencolok agar tu orang yang ngerokok sadar, dan juga sambil ngasih tampang jutek sedunia sambil ngelirik-ngelirik pelakunya. Haha.. udah gitu, aku tutup hidung saya dengan jilbab saya, itu juga dengan tingkah semencolok mungkin! Hehe.. Tapi, dudulnya ada aja yang g sadar, walau banyak juga yang jadi g enak ngeliat tingkah saya dan mematikan rokoknya. Parahnya lagi, ada kisah, waktu itu masih SMA atau tidak awal kuliah, masih tinggal di daerah, waktu itu saya naik elf, kendaraan umum daerah setempat, ada yang ngerokok! Hwaaa.. buete deh.. lalu, saya bilang lumayan keras, ”kata MUI rokok tuh haram lo pak.” Aku berharap, dia bakal mematikan rokoknya, ternyata tidak, malah semakin asik.. hoho..jangan-jangan bapak ini bukan orang islam lagi, jadi g berespon..

Ada lagi, pengalaman saya dengan supir kendaraan umum, hehe..
Ini paling membuat teman-temanku heboh. Lagi-lagi, ini sangat merugikan orang-orang. Contoh sikap tidak disiplin bangsa Indonesia (kaya kamu disiplin aje ma..keknya sama aja..hehe..). bagi yang sering naik angkot, naik bis, dan kendaraan umum lainnya, pasti tidak pernah jauh-jauh dari kata menunggu. Saya paling sebel, sama angkot yang berhenti seenaknya dipinggir jalan, mending nepi, ini mah sukanya rada ke tengah, di tepi belokan, dan ditempat-tempat yang tidak semestinya. Saya sebagai pengendara motor, dirugikan atas penghalangan jalan yang dibuat oleh angkot-angkot ini. Dan saya sebagai penumpang sangat dirugikan dengan lamanya angkot-angkot atau bis, dan kendaraan umum lainnya saat mengetem. Hati kecil saya yang g tegaan mengatakan, “mereka juga ingin cari rejeki ima, jadi sabar ya..” okehlah, aku sabar, tungguin. Lah masa iya mpe jam-jaman, siapa yang betah? (ekstrim bener contohnya.. pokonya lama lah..) itu kelewatan! Saya tidak sesabar itu. Lalu, hati saya yang lain berujar”g gitu caranya kalau mau nyari penumpang, bukan dengan merugikan penumpang lain. Toh kalau udah rejeki sambil jalan pun, insyaAllah g kemana, ada aja yang mau naik dan g perlu merugikan penumpang lain.”
Udah nunggunya dengan berhenti seenaknya ditempat yang g bener dan keberadaannya merugikan pengguna jalan lainnya, terus ngetemnya kadang g kira-kira lagi, merugikan penumpang yang memang mengejar waktu. Sangat tidak bertanggung jawab lagi, kalau sampe mesinnya dimatiin dan mereka malah turun meninggalkan para penumpangnya. Siapa yang tidak kesal diperlakukan seperti itu? *hebat sekali mereka yang sabar itu, saya harus banyak belajar sepertinya untuk sabar dengan segala tindakan tidak mengenakkan. Huft..
Oiya, puncaknya, saya pernah bertingkah sangat diluar jangkauan orang-orang (lebnih tepatnya teman-teman saya). Saat naik bis, tiba-tiba bis berhenti, lalu supirnya turun, dan tidak kembali-kembali dalam waktu yang lama tanpa menginformasikan pada kami, penumpang, gimana g geram, disuruh nunggu untuk hal yang tidak jelas seperti itu. semena-mena saja bapak supirnya. Ga bisa dibiarkan, lalu saya berpikir, harus diapakan ni supir biar paham bahwa dia itu g boleh begitu, coba diinformasikan, mungkin kami bisa menerima. Lalu, saya malah dengan dudulnya, pindah ke deket bangku supir dan memencet klaksonnya. Haha.. *parah banget emang aku ini..

Untuk itu, mengapa teman saya menjuluki saya preman, karena terkadang saya amat berani. Tapi, saya serem aja kalau mpe g terkontrol. Ingin jadi yang kalem aja, diem melihat kesewenangan, hm.. g juga..tapi mungkin caranya harus lebih halus.

Overall, saya sangat tidak suka tindakan yang merugikan orang lain, jadi harus berusaha untuk mengaca diri agar tidak merugikan orang lain dan berbuat dijalurnya. Dan semoga kita semua tidak tergolong pada manusia yang senang merugikan orang lain. Dan semoga tetap diberi kesabaran dalam menghadapi segala hal yang tidak mengenakkan dan merugikan. Amin.. *hehe..

..banda naira.. *oke punya..

haduuu cireboooon..gregetan ah jadinya..