Ini adalah kumpulan tulisan yang hanya untuk dikenang.. sebuah migrasi dari http://www.imadr.multiply.com
Sunday, July 15, 2012
Sunday, July 8, 2012
Saturday, June 30, 2012
Thursday, June 28, 2012
Ini impian..
Ini memang akan bercerita tentang impian, tentang harapan, yang bisa saja Allah berkehendak untuk mengabulkannya, bisa juga berkehendak lain. Toh, selama ini saya selalu berharap dalam diam, saya selalu meminta, tapi pada akhirnya Allah tidak selalu memberikan semua yang kuimpikan, ada cara lain Dia memberi, yang sesungguhnya.. jauh lebih indah dari apa yang aku harapkan. Ya, saya hanya bertugas untuk berencana, meminta, dan berusaha.
Saat, saya sedang menikmati makan es duren di taman bersama seorang teman, kemudian dia memintaku untuk menggantikannya jaga klinik nanti sore. Hm, sangat menggoda, uang duduk 38.000 dan uang pasien 5000/pasien.
Lama saya berpikir, kemudian saya berkata, "aku g berani."
"Kenapa?" lanjutnya sambil terus membujuk.
"karena belum dapet legalitas", jawabku.
Teman saya masih berusaha membujuk, "santai aja kali, kan sama aja ntar kaya 'ngamen' pasiennya juga dikit kok, g yang aneh-aneh",
kemudian saya diam, "aku emang g niat 'ngamen'" jawabku lagi.
"ha? terus kamu mau ngapain sampai nunggu STR? langsung lanjut S2?"
aku menggeleng. "ngajar mungkin. Belum tentu keterima memang, tapi mau tetep nyoba."
"kamu g mau jadi klinisi?"
"mau. aku kan ingin PTT"
'Ngamen' itu istilah untuk bekerja dari klinik ke klinik menggantikan dokter praktek di klinik-klinik tersebut. Bekerja di bawah nama dokter tersebut, tapi kita belum mendapatkan STR, ya biasanya digunakan oleh para dokter-dokter fresh graduate pengangguran yang menunggu STR keluar. Dulu, saya sempat ingin sekali dan tergoda akan gaji nya yang sangat lumayan. Tapi, ketika saya memasuki stase forensik, mempelajari hukum dan etika kedokteran, saya kembali berpikir ulang. Ya, itu g legal ma! ucapku dalam hati. Kamu belum mendapatkan izin, bagaimanapun juga belum ada hitam di atas putih. Memang, selama tidak terjadi apa-apa, g akan kenapa-kenapa, tapi? g legal tetap saja g legal. Perang batinku bergejolak. Sampai akhirnya, aku menguatkan mental dan pendirian. Pokoknya aku g boleh 'ngamen'. Ini memang pilihan, dan aku memilih tidak. Semoga, aku tetap berkekuatan dan tidak tergoda untuk berkata tidak. Aamiin.
Kembali saya berpikir dengan keras, apa yang harus kulakukan, agar aku tidak menganggur terlalu lama sambil menunggu STR? Rasanya kalau hanya duduk diam menunggu pun rasanya tidak enak. Yap, benar, saya diingatkan oleh seorang teman, bahwa saya masih bisa mengajar, jadi tutor BBDM di universitas-universitas tertentu, atau bisa juga mungkin saya mendaftar mengajar jadi guru honorer di SMF atau AkBid. Hm.. ya.. betul sekali. Mengajar adalah cita-cita awalku. Cita-cita yang lebih mengakar dibandingkan menjadi seorang dokter. Dan kembali mencuat, saat kemarin di stase K THT-KL, saya dipanggil oleh seorang denre dengan sebutan bu dosen. Hwaaaa.. ntah kenapa, tiba-tiba beliau berkata, kamu cocok jadi dosen. Ya Allah, selalu ku aamiin kan do'a-do'a tersebut.
Setelah, dapet STR, langkah pertama saya adalah mendaftar PTT pusat. Impian sejak lama. Acc dari orang tua memang sudah di tangan, tapi tetap saja pro kontra selalu saja ada. Kakakku masih saja kontra dengan rencanaku ini. Dulu, aku sempat ingin mundur, dan mencari alternatif lain, tapi sekarang, saya akan tetap maju. Kecuali, ya.. kecuali Allah berkata lain..
Setelah itu, baru saya akan berpikir untuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. :)
Memang rasanya tidak semudah rencana untuk mewujudkannya. Ini masih menjadi sebuah kotak tersimpan yang suatu waktu ingin kubuka isinya dan kujalani dengan sempurna. Tapi, bukankah rencana Allah jauh lebih indah dari rencanaku? Ya, aku hanya mampu berdo'a dan berusaha yang terbaik, segalanya kuserahkan padaMu, ya Allah..
Saat, saya sedang menikmati makan es duren di taman bersama seorang teman, kemudian dia memintaku untuk menggantikannya jaga klinik nanti sore. Hm, sangat menggoda, uang duduk 38.000 dan uang pasien 5000/pasien.
Lama saya berpikir, kemudian saya berkata, "aku g berani."
"Kenapa?" lanjutnya sambil terus membujuk.
"karena belum dapet legalitas", jawabku.
Teman saya masih berusaha membujuk, "santai aja kali, kan sama aja ntar kaya 'ngamen' pasiennya juga dikit kok, g yang aneh-aneh",
kemudian saya diam, "aku emang g niat 'ngamen'" jawabku lagi.
"ha? terus kamu mau ngapain sampai nunggu STR? langsung lanjut S2?"
aku menggeleng. "ngajar mungkin. Belum tentu keterima memang, tapi mau tetep nyoba."
"kamu g mau jadi klinisi?"
"mau. aku kan ingin PTT"
'Ngamen' itu istilah untuk bekerja dari klinik ke klinik menggantikan dokter praktek di klinik-klinik tersebut. Bekerja di bawah nama dokter tersebut, tapi kita belum mendapatkan STR, ya biasanya digunakan oleh para dokter-dokter fresh graduate pengangguran yang menunggu STR keluar. Dulu, saya sempat ingin sekali dan tergoda akan gaji nya yang sangat lumayan. Tapi, ketika saya memasuki stase forensik, mempelajari hukum dan etika kedokteran, saya kembali berpikir ulang. Ya, itu g legal ma! ucapku dalam hati. Kamu belum mendapatkan izin, bagaimanapun juga belum ada hitam di atas putih. Memang, selama tidak terjadi apa-apa, g akan kenapa-kenapa, tapi? g legal tetap saja g legal. Perang batinku bergejolak. Sampai akhirnya, aku menguatkan mental dan pendirian. Pokoknya aku g boleh 'ngamen'. Ini memang pilihan, dan aku memilih tidak. Semoga, aku tetap berkekuatan dan tidak tergoda untuk berkata tidak. Aamiin.
Kembali saya berpikir dengan keras, apa yang harus kulakukan, agar aku tidak menganggur terlalu lama sambil menunggu STR? Rasanya kalau hanya duduk diam menunggu pun rasanya tidak enak. Yap, benar, saya diingatkan oleh seorang teman, bahwa saya masih bisa mengajar, jadi tutor BBDM di universitas-universitas tertentu, atau bisa juga mungkin saya mendaftar mengajar jadi guru honorer di SMF atau AkBid. Hm.. ya.. betul sekali. Mengajar adalah cita-cita awalku. Cita-cita yang lebih mengakar dibandingkan menjadi seorang dokter. Dan kembali mencuat, saat kemarin di stase K THT-KL, saya dipanggil oleh seorang denre dengan sebutan bu dosen. Hwaaaa.. ntah kenapa, tiba-tiba beliau berkata, kamu cocok jadi dosen. Ya Allah, selalu ku aamiin kan do'a-do'a tersebut.
Setelah, dapet STR, langkah pertama saya adalah mendaftar PTT pusat. Impian sejak lama. Acc dari orang tua memang sudah di tangan, tapi tetap saja pro kontra selalu saja ada. Kakakku masih saja kontra dengan rencanaku ini. Dulu, aku sempat ingin mundur, dan mencari alternatif lain, tapi sekarang, saya akan tetap maju. Kecuali, ya.. kecuali Allah berkata lain..
Setelah itu, baru saya akan berpikir untuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. :)
Memang rasanya tidak semudah rencana untuk mewujudkannya. Ini masih menjadi sebuah kotak tersimpan yang suatu waktu ingin kubuka isinya dan kujalani dengan sempurna. Tapi, bukankah rencana Allah jauh lebih indah dari rencanaku? Ya, aku hanya mampu berdo'a dan berusaha yang terbaik, segalanya kuserahkan padaMu, ya Allah..
Mash Potatoe
Description:
Hm.. pertama kali makan mash potatoe, dibeliin temen, mash potatoe nya bee’s yang 5000an, enak deh, langsung suka. Apalagi saya ini tergolong pecinta kentang. Jadi penasaran bagaimana buatnya. Searching-searching lah. Dan baru sekarang bisa terealisasi untuk bereksperimen mencobanya. Tekstur lembut kentangnya ditambah gurih keju dan creamy dari susu, merupakan kombinasi yang sangat pas. Cocok untuk menjadi pelengkap makanan lain, seperti soup, cream soup, steak, chicken cordon bleu, chicken katsu, dsb. Dimakan begitu saja pun sudah cukup enak. Dan, walaupun tidak makan nasi, makan ini saja sudah sangat kenyang, padat gizi sekali.
Ingredients:
- Kentang
- Susu cair full cream (bisa menggunakan susu bubuk yang sudah dicairkan)
- Keju parut
- Margarine
- Bawang putih dan bawang bombay (ini hanya pilihan, boleh pakai boleh tidak, kalau searching-searching resep ternyata tidak perlu pakai bawang putih dan bombay, tapi ternyata setelah saya mencobanya, ini tambah membuat gurih dan harum, jadi tidak terlalu bikin enek, bisa dicoba untuk menambahkannya)
- Garam, gula, lada bubuk, secukupnya
Directions:
1. Rebus kentang dalam air garam, hingga matang dan empuk. Haluskan selagi masih panas. Tiriskan.
2. Tumis bawang putih dan bawang bombay, sampai harum dan layu (jangan sampai gosong) dengan margarine yang lebih banyak kadarnya.
3. Masukkan kentang halus, aduk-aduk rata.
4. Tambahkan susu cair secukupnya.
5. Tambahkan taburan keju secukupnya.
6. Tambahkan garam, gula, lada bubuk secukupnya.
7. Siap disajikan sebagai pelengkap bersama masakan lain.
Wednesday, June 27, 2012
Cream Soup
Description:
Sudah lama ingin memasaknya. Sup yang berisis aneka sayuran dan ayam, ditambah dengan susu dan tepung, membuat teksturnya kental dan creamy. Biasanya si, isinya cukup dengan jagung manis dan potongan ayam, tapi saya sedikit memodifikasi dengan banyak menggunakan sayuran favorit saya, ditambah brokoli, wortel dan jamur, serta irisan sosis. Agar tidak merusak teksturnya saat memakan, semua kombinasi isinya sebaiknya dipotong kecil-kecil. Paling cocok untuk sarapan si kecil.
Ingredients:
- Kaldu ayam
- Ayam, potong kecil-kecil
- Sosis, iris tipis-tipis
- Jagung manis, sisiri
- Brokoli, Wortel, dan Jamur (kalau ada gunakan jamur kancing, untuk alternatif bisa menggunakan jamur tiram atau shitake) potong kecil-kecil.
- Susu full cream (bisa susu bubuk yang diencerin dengan air, atau susu cair full cream)
- Tepung maizena (kalau tidak ada bisa diganti tepung beras, saya memakai tepung beras, kemudian encerkan dengan air)
- Margarine untuk menumis
- Bawang putih, cincang halus
- Bawang bombay, cincang
- Garam, Gula, Lada bubuk
- Petterseli atau seledri iris halus.
Directions:
1. Rabus ayam di dalam air. Keluarkan ayam, potong kecil-kecil. Tiriskan.
2. Masukkan jagung manis dan wortel ke dalam air kaldu yang telah mendidih, tunggu hingga matang.
3. Masukkan Jamur dan brokoli, aduk-aduk.
4. Tumis bawang putih dan bawang bombay ke dalam margarine, aduk sampai harum.
5. Masukkan, ayam yang sudah direbus dan sosis ke dalamnya. Aduk rata. Matikan kompor, Tiriskan.
6. Masukkan tumisan ke dalam air kaldu, aduk-aduk hingga merata.
7. Tambahkan susu cair full cream ke dalam kaldu, aduk-aduk hingga merata.
8. Tambahkan garam, gula, dan lada sesuai selera.
9. Tambahkan tepung, aduk-aduk hingga merata dan sampai kental.
10. Tambahkan taburan irisan seledri.
11. Siap di sajikan. Paling enak jika dimakan bersama irisan roti tawar atau dengan mash potatoe.
Subscribe to:
Posts (Atom)