Showing posts with label kisahsarathikmah. Show all posts
Showing posts with label kisahsarathikmah. Show all posts

Monday, November 23, 2009

Sandiwara Langit

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Ust. Abu Umar Basyir
Bismillah..

Buku yang bagus!

Rasanya aku harus segera meresensinya karena dikhawatirkan akan hilang dalam memoriku.
Sebelumnya aku mau cerita, kenapa bisa membeli buku ini. Ceritanya gini.. di Semarang kan lagi banyak event buku murah. Seperti di gramedia Java mall, all item diskon 30%, terus dilanjutkan dengan bookfair di gedung wanita. Nah, dasar laper mata, apa laper diskon ya..aku bener2 ingin beli buku cerita ditambah lagi kepenatan abis ujian dan segala aktivitas belakangan ini, tapi apa bukunya malah bingung. Dua kali saya kunjungi gramedia, tapi selalu bingung dan berujung tidak membeli buku cerita apapun. Malah saya beli buku kuliah, hwahaha..
Yasudah, saya pasrah saja dan kembali berfikir, sepertinya masih ada buku yang belum selesai saya baca. Saya pun tak niat untuk mengunjungi book fair saat itu. Sampai akhirnya, saya terjebak dan diajak teman untuk menemaninya ke sana, apa boleh buat, saya ikut saja. Dengan meniatkan diri, tidak membeli apa-apa. Tapi, sesampainya disana saya melihat begitu banyak buku, saya jadi ingin membeli satu saja bacaan yang tidak tebal untuk dibaca diakhir pekan. Keliling dan berputar saya menemukan beberapa buku, seperti rabithah cinta, perahu kertas, kick andy corner, dsb. Tapi hati masih bimbang untuk membelinya. Hingga waktu ashar pun masuk, kami luangkan waktu untuk menjalankan kewajiban terlebih dahulu. Lalu, saya berdo’a, “ya Allah jika saya dikehendaki untuk membeli buku, maka pertemukanlah dengan buku yang benar2 bermanfaat, jika tidak, beri kesabaran kepada saya untuk menahan.”
Usai salat, kami keliling lagi sebentar, dan kami berhenti pada sebuah toko buku, buku islam. Saya lihat-lihat buku-buku yang ada, membaca tiap juduk-judul buku yang sebenarnya banyak sekali yang ingin aku miliki, tapi apa daya, belum sanggup membelinya, seperti tafsir ibnu katsir, riyadus sholihin yang 4 jilid, fathul bari’, buku-buku fiqif, dsb. Hwaaa…mupeng..
Lalu, teman saya menanyakan siroh karangan al-mubarokfurry, hwaaa….mau… ketika ditanya ternyata harganya 110.000 diskon 30% jadi 77.000. tambah berbinar-binar diri ini untuk membelinya pula. Sudah lama saya ingin punya dan membaca siroh. Jujur saya lupa banyak tentang siroh nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wa salam, padahal dulu saya telah mempelajarinya di madrasah. Rasanya semuanya masuk telinga kana keluar telinga kiri, yang membekas cuma sedikit sekali.
Masih berpikir dan melihat-lihat buku, tiba-tiba mbak yang menjaga tokonya menawari saya sebuah buku judulnya “sandiwara langit”, dia benar-benar meyakinkan bahwa ini buku bagus, best seller, buku yang udah lama terkenal. “ini bukunya udah lama booming mba”, ujarnya. “sebuah kisah nyata penuh hikmah dan penjelasan ayat, tapi diceritakan dengan bagus oleh pengarangnya”, tambahnya. Makin penasaran saya. “emang tentang apa mba?”, tanya saya. “ini kisah tentang dua ikhwan yang masih sangat muda, tapi ingin segera menikah dengan seorang akhwat yang masih sangat muda juga, mereka menikah dalam keadaan belum memiliki pekerjaan sama sekali”, jawab mba nya. Awalnya dia sungkan menceritakannya, takut saya jadi g penasaran. Tapi, saya tipe orang yang ingin tau dulu, jadi saya desak mba nya buat menceritakan sedikit cuplikannya. “ini satu cerita mba? Atau kumpulan cerita-cerita”, Tanya saya masih penasara. Mba nya menjawab, “oh, ini satu cerita mba, langsung tamat. Pokonya mba tidak akan menyesal deh. Banyak hikmah yang lebih bagus yang harus mba baca sendiri”. Hehe..awalanya saya mendengar ceritanya, agak kecewa, yah..g jauh-jauh, tentang percintaan juga. agak males, tapi ketika mba nya bilang banyak hikmah yang jauh lebih bagus dari hanya sekedar yang dia certain dan semangat mba nya mendorong saya untuk membelinya. Saya jadi penasaran, ditambah karena saya juga lagi ingin baca buku motivator atau buku sarat hikmah, udah gitu harganya setelah didiskon menjadi cuma 20.000, jadi rasanya bagus atau tidak setidaknya ada hikmah yang bisa saya ambil mungkin dari buku ini, dengan harga buku yang tergolong murah. Kenapa tidak? Akhirnya saya putuskan untuk membelinya.

Setelah membacanya ternyata buku ini memang bagus. Diceritakan dengan bahasa yang ringan dan dengan alur yang bagus sehingga kita terbawa ke dalamnya. Saya benar-benar menikmatinya. Ternyata bukan cerita yang saya pikirkan tadi, bukan sebuah kisah romantisme belaka, tapi itulah kehidupan yang penuh dengan pasang surut dan semuanya bekerja di atas kuasa dan kehendak Yang Maha Agung. Tidak ada yang mengetahui rahasiaNya, tidak ada yang tahu sandiwara yang akan kita lakoni di dunia ini, semuanya berdasarkan skenario yang dibuat sangat rapih dan penuh makna dan hikmah, hanya Allah pemilik alam semesta ini. Kita hanyalah manusia yang menjalankan skenarionya, dengan tidak punya kuasa apa-apa untuk protes atau merubahnya. Hanya keimananlah yang harus kita miliki dengan alatnya berupa sabar dan ikhlas akan semua takdir yang Dia lukiskan untuk kita. Dan inilah salah satu wujud kuasaNya yang dituangkan dalam sebuah tulisan agar bisa dijadikan pelajaran bagi para pembacanya “SANDIWARA LANGIT”

Selamat menikmati..

*Sebenernya, saat browsing saya mendapatkan bentuk pdf nya, tapi saya tak paham mendownloadnya dan sepertinya butuh registrasi lalu membayar..

Semarang, 8 November 2009

Saturday, June 13, 2009

Kisah di Bangsal Neuro

Subhanallah..
saya suka saat-saat ini..

ketika bertemu dengan orang-orang sakit..
berbicara dan mencoba menenangkan hati mereka..
ketika mendengarkan kisah dan perasaan mereka..

seorang ibu yang sudah tua, orang jawa asli, dan masih bisa mengerti bahasa Indonesia walaupun dia sendiri mungkin kesulitan bila berbahasa Indonesia.
wanita dengan anak-anaknya yang sudah besar dan berkeluarga, bahkan sudah mempunyai cucu yang hampir sebaya dengan kami.
wanita yang telah renta dimakan usia yang hanya bisa pasrah dengan pertolongan Allah yang maha kuasa.
wanita yang bisa dibilang merupakan keluarga yang kurang mampu, terlihat dari ketika kami mengajaknya berbicara dia langsung megeluhkan tentang biaya yang dikeluarkan untuk ini dan ketika keluarganya -yaitu anaknya- bertemu kami, padahal kami hanya ingin memberikan buku panduan solat kecil secara cuma-cuma, tapi mereka langsung spontan menolak karena dipikirnya kami ingin berjualan. kami maklum dengan respon mereka.

wanita ini awalnya sendirian tiduran tak berdaya di bangsal neuro di salah satu rumah sakit di kota Semarang. kami berniat mengunjungi beliau, selain ini program dari rumah sakit yang bekerja sama dengan remaja masjid rumah sakit tersebut, kami ingin meringankan penderitaan mereka. mereka pasti merasa tersiksa berada di penjara -kalo bisa dibilang seperti itu- tidak bisa melakukan segenap aktivitas yang biasa dilakukannya dulu ketika masih sehat. saya iba melihat wanita renta ini, suaranya yang parau dan sudah tidak jelas ini, spontan berbicara ketika melihat kami, tak lupa sebelumnya kami salam dan memperkenalkan diri. saya melihat kesenangan akan kedatangan kami terpancar pada wajah wanita tua ini. dengan segala kelemahan yang beliau alami, wanita ini tetap berusaha bercerita tentang keadaannya, dia mengeluhkan semua yang bisa ia keluhkan kepada kami, sejujurnya kami bukan dokter, kami hanya berusaha untuk menampung keluh mereka agar mereka bisa tenang. keluhan-keluhan rasa sakit yang dialami, sulit berjalan, mata kirinya tidak bisa membuka, mata kanannya yang masih normal pun sudah kabur, kedua tungkainya alami udem. wanita ini mengalami hipertensi sepertinya. penyakit yang hampir mengenai orang usia tua. (semoga engkau diberi kesabaran ya bu, dan semoga sakitmu ini bisa menghapuskan dosamu, insyaAllah-- la ba'sa thohurun, insyaAllah)

lalu, kami berusaha sebisa mungkin ntuk menenangkan dan menguatkan kesabaran ibu ini (sebenernya saya hanya ikut menemani seorang kaka, saya pun di sana hanya bisa tertegun, terperana, dan miris mendengar cerita si ibu dan melihat kondisinya terkulai lemas di atas tempat tidur, hanya sekali-kali menimpali dan ikut menyemangati si ibu). saya bingung dan tidak bisa berkata-kata.

akhirnya, kami menjurus ke tujuan utama kami, yaitu mengingatkan mereka yang sedang dalam keadaan tidak berdaya ini, agar tetep ingat ke pada Allah, tetep menjalankan perintah Allah walau kondisi terkadang tidak memungkinkan. salah satunya solat, dimana solat merupakan amalan yang akan pertama kali dihisab. dan ketahuilah bahwa sakit kita datangnya dari Allah, maka sudah selayaknya kita serahkan juga kepadaNya.oleh karena itu, kita tetap tidak boleh lupa kepadaNya dalam kondisi seperti apapun. Allah sangat baik kepada kita, Dia selau memberikan keringanan-keringanan. ketika kita sakit tak mampu untuk bergerak dan menyentuh air sekalipun kita tetap bisa berrwudhu. Allah mengajarkan kita untuk bertayamum. Dan ketika kita tidak mampu berdiri, maka Allah memberikan keringan kepada kita untuk solat dalam keadaan duduk, begitu pula ketika duduk pun tak mampu, maka ada keringan lagi untk kita, yaitu kita diperkenankan untk solat dambil tiduran dan menghadap kiblat, jika tak mampu juga, maka kita cukup dalam posisi kita, semampu kita bisa dengan niat yang mengiringi kita. yang pasti adalah kita harus tetep ingat padaNya dan tetap menjalankan perintahNya.

wanita tua ini, ketika kami tanya "ibu, gimana solatnya selama sakit?"
dia hanya bisa berkata, saya tidak solat udah seminggu ini,"Astaghfirullah" lalu, kakak saya ini menjelaskan betapa pentingnya solat itu. Kita dalam kondisi apapun wajib melaksanakannya. hanya Allahlah yang punya kewenangan akan kita, Dia punya Kuasa akan sakit kita, jika Dia menghendaki kita sembuh saat ini juga, maka kita akan sembuh. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mendekatkan diri denganNya, tetap ingat padaNya, dan tetap sujud padaNya. kalau kita lupa padaNya maka Allah pun akan lupa pada kita.
"jadi, ibu tetap solat ya.."
"nanti ibu bisa minta anak ibu untuk membantu ibu solat, ibu tinggal bilang 'ibu ingin solat' insyaAllah mereka mau membantu ibu"

Hm..terpancar kesedihan dan juga kesenangan dalam hati wanita tua ini. Sepertinya wanita ini sangat senang dengan kunjungan kami. yah..walaupun saya hanya sebagai pelengkap di sana, tapi pertemuan ini sangat berefek pada saya juga. benar sekali, kata kakak saya ini "2 hal yang paling aku senangi, menjenguk orang sakit dan ngajar, karena keduanya itu setelah kulakukan akan berefek pada diriku juga. Jadi tidak hanya manfaat ke merekanya, tapi kitapun merasakan efeknya"

hm..saya setuju sekali teh..Terimakasih atas pembelajaran-pembelajarannya..Jazakillahu Khair..Uhibbukifillah..