Showing posts with label penelitian. Show all posts
Showing posts with label penelitian. Show all posts

Thursday, April 29, 2010

Akhir ini, semoga bukan akhir persaudaraan kami..

BIsmillah..

Penelitian kami, Alhamdulillah telah selesai, yang awalnya direncanakan 400 sample, akhirnya kami berhasil mengumpulkan 500 sample. Walau waktu yang senantiasa mundur banyak dan juga kendala yang luar biasa banyaknya, atas izin dan Ridho Allah, kami menyelesaikannya. Karena ini penelitian payung, jadi tugaas kami telah selesai, tugas membantu penelitian ibu kami -yups..saya senang memanggil beliau dengan sebutan ibu, rasanya lebih dekat dan lebih mengayomi- Sebenarnya penelitian ini merupakan sebagian kecil dari penelitian kami juga, yang diajukan untuk penyusunan tugas akhir kami. Kalau dalam proposal saya sendiri, saya membutuhkan 150 sample, tapi karena saya berniat membantu ibu - dosen pembimbing kami- saya rela membantu sampai 500. *lah iya..kalo g, saya g akan ditolong sewaktu menyusun proposal, beberapa kali revisi, memberikan ide penelitian, bagaimana melaksanakan sebuah penelitian, dari persiapan hingga pelaksanaan, dsb. Bantuan yang beliau berikan jauh lebih banyak dibandingkan dengan apa yang saya dan teman-teman saya lakukan untuknya. Belum lagi, kerjaan kami yang sering saja salah dan pasti bikin pusing beliau. hmpf.. maafkan kami bu, jika kami tidak memberikan semaksimal usaha kami. Saya benar-benar senang mendapat kesempatan bekerja sama dengan ibu.

Penelitian besar ini belum berakhir, karena beliau masih harus meneliti bakteri-bakteri yang telah distorage dan dikirim ke Belanda -tempat beliau melanjutkan S3, dan ini adalah salah satu penelitian dari 3 penelitian beliau yang diajukan untuk tugas akhir S3 beliau- Di Belanda akan ditanam kembali dan akan dilakukan penelitian berikutnya untuk melihat strain-strain bakteri tersebut, hm.. terus apalagi ya..aku lupa..-tepatnya saya agak g ngerti apalagi yang mau beliau teliti- Yang saya tau cuma tugas ibu belum selesai sampai di sini, tidak seperti kami yang tinggal mengeolanya menjadi sebuah data dan menganalisanya sesuai dengan tujuan utama kami mengajukan proposal penelitian ini. Saya do'akan semoga penelitian lanjutan di Belanda sukses-sukses saja dan lancar bu, semoga kemudahan-kemudahan yang menemani penelitianmu di sana, walau kali ini saya tidak bisa membantu *ya iyalah..tambah hancur ntar penelitiannya kalau saya ikut ambil peran,belum lagi biaya ngongkosin saya ke Belanda segala, mending saya g bantuin itu mah. Padahal, saya mau loh bu ikut bantuin penelitianmu di Belanda sana, lumayan bisa nengok negeri kincir angin gratis mungkin, hehe..

aaaahhh...pokonya untuk ibu Helmia, pembimbing kami, saya sangat berterima kasih padamu. Terimakasih atas bantuannya. Saya merasa memilki saudara baru di semarang ini, ibu untukku sekaligus teman untukku. Ibu yang super sibuk dan ibu yang sangat keren, hehe.. *diam-diam saya mengagumimu, bu..
Oiya, masih ada laporan hasil dan pembuatan artikel, bu..saya mohon bimbingannya lagiii, hehe..

Untuk teman-temanku semuanya..hwaaa..terima kasih ya atas kerja samanya.. Senang bekerja sama dengan kalian. Teman-teman baru yang sangat unik-unik dan memiliki karakter masing-masing. Padahal dulu sebelum tergabung dalam penelitian ini, kita jarang sekali berinteraksi dan berkomunikasi, tapi sejak bekerja bersama dalam satu penelitian, saya jadi lebih mengenal kalian. Maaf ya, atas segala ucap yang udah menyinggung. Untuk Gisda soulmateku, dengan ceritamu dan sulutanmu dapat membuat cerita makin hot dengan tambahan api dari Amaly, dan Dianlah yang paling sering menjadi sasaran empuk kalian berdua *haha..kaya saya g ikut2an aja.. Maaf ya Dian..

Untuk Amaly, *inah* kami semua, segala sumber informasi tentang ibunya bisa kami peroleh dari dia, ntah kenapa saya juga heran sama dia, bisa-bisanya mengorek banyak informasi tentang ibunya, hm..jawabannya adalah, karena dia paling cerewet dan paling fudul..hahaha..
Kecerewetan dan kefudulan dirinya ini yang selalu jadi bahan ejekan kami..hwehehe..maaf ya amaly..

Untuk Yuli, nci kita ini adalah orang yang paling waras mungkin ya di kelompok penelitian kami ini. Kalau kita bilangnya, ibu yang paling bijaksana, anak-anaknya Yuli pasti bahagia bener punya ibu kaya dia. Selalu ingat waktu makan, makannya tepat waktu, kalau kira-kira penelitian kita lewat jam makan, dia pasti udah siap2 bawa bekel makanan, keren kan?? Yuli ini juga pinter masak. Udah gitu, Yuli ini Bendahara sekaligus tukang belanjanya dalam penelitian ini. Wah cocok banget deh, kalau kita belanja buat beli sauvenir, pasti Yuli yang bayar di kasir, beuhhh.. emang paling cocok sih..

Untuk Rio, Rio ini supir kita, pokonya gda Rio g jalan deh. Bisa g mobile kita, apalagi sebelum Gisda bawa mobil, tapi setelah Gisda bawa mobil, jadi punya 2 supir, hehe.. tapi tetep aja, Rio supir nomer satunya. Oya, gda Rio, ntar gda yang ngankut-ngankut barang belanjaan atau barang-barang souvenir, kan g seru.. biasanya ditambah lagi dengan tenaganya Dian dan Azilzal. Diantara ketiga laki-laki ini, yang pelaing bener ya Rio, yang paling bisa disuruh cepet dan paling ngeh kalo dapet tugas, haha..

Untuk Dian, hihi.. yang paling ingin diceritain dari Dian adalah, dia orang yang sangat unik, dan sangat lucu tingkahnya, apalagi kalo dapet ceritanya dari Gisda dan akan tambah hot kalo dilanjutin sama Amaly. Gisda ini gudang cerita anehnya Dian, apalagi ditambah, dia sekelompok panum, beuh.. paling heboh kalo nyeritain anak ini. Ada lagi yang unik darinya, dia ini sepertinya punya waham kebesaran deh ditambah lagi, dia sangat pendukung poligami dan sudah berniat ingin poligami, hati-hati para wanita..

Untuk Azilzal, ini satu dua sama Dian, couple, sangat klop *itu pandangan awal kami, tapi ternyata tidak juga, belakangan terlihat bahwa mereka tidak klop-klop banget, hehe.. Azilzal ini paling takut kalo ngisi kuesioner, roaming bahasa. Dia ini orang Malaysia yang kuliah di sini, jadi masalah bahasa masih terkendala. Lucunya lagi, pada penelitian terakhir kami, dia mewawancarai kakek-kakek tua, dan dia yang terakhir, jadi kami semua memperhatikannya. Dan nakalnya kami, bukannya kami membantu, tapi kami malah ketawa-ketawa aja. Ibu Helmia ada disampingnya kebetulan, ketika azilzal menanyakan ke bapaknya, bapaknya bingung, lalu bapaknya bertanya lagi ke bu helmia, kemudian bapaknya membalas pertanyaannya ke azilzal, azilzal bingung, nanya ke bu helmia, terus-terusan seperti itu. Dan herannya bapaknya g yang langsung nanya ke bu helmia saja, tapi dia tetep keukeuh nanya ke azilzal dulu, kalo g ngeh baru nengok ke bu helmia untuk minta bantuan, hahaha..kita cuma ketawa-ketawa ngeliatin, belum lagi roaming bahasanya yang lucu-lucu..

Pak Wur.. saya juga sangat berterima kasih dengan pak Wur. Beliau ini laborat yang sangat pintar dan paling berpengalaman, sangat dicari oleh semua mahasiswa, apalagi pas penelitian begini, Pak Wur menjadi orang yang paling dicari di bagian mikrobiologi..hwehehe..
pak Wur ini mualaf ternyata, saya baru tau..Dia ini selalu  memakai peci di kepalanya, dulu waktu pelajaran mikrobiologi, saya lebih mengenalnya dengan sebutan Pak Peci. hehe..

Untuk Pak Susilo dan Bu Stefany, saya juga ucapkan terima kasih dan mohon maaf kalau ada kesalahan baik ucapan maupun tindakan..Kami sangat terbantu, dengan peran kalian..
Pak Sus ini residen interna yang ikut penelitian ini juga sedangkan bu stefany ini adalah dosen baru mikrobiologi. Sering sekali kami bingung memanggilnya, karena beliau masih sangat muda, jadi kami lebih sering memanggilnya dengan sebutan mbak, tapi kami juga suka g enak, akhirnya bingung sendiri mau manggil apa, hwehehe..

Semoga dengan berakhirnya penelitian ini, persaudaraan diantara kita tetap terjalin ya..
Mohon maaf buat semuanya..dan terima kasih..

Friday, March 19, 2010

[lika-liku penilitian] “arisan dulu yuuu..!!!”

Salah satu cara kami agar bisa mendapatkan sample banyak dalam satu waktu di satu RT adalah dengan mendatangi pertemuan warganya. Pertemuan warga RT yang rutin dilaksanakan adalah arisan RT. Hamper setiap RT punya arisan RT, tapi ada beberapa sih ayng suka g jalan arisannya, terutama arisan bapak-bapak. Mungkin karena bapak-bapak lebih sibuk kali yaa…
Saat kita sowan pertama kali ke pak RT, selain minta izin melakukan penelitian di RTnya, kami juga menanyakan jadwal arisan RT mereka. Untuk mendatangi 16 RT di semarang ini kami membaginya dalam 3 kelompok kecil. Saya, amali dan gisda kedapetan 6 RT di 6 kelurahan (Pleburan, plombokan, genuk, kemijen, purwodinatan, dan gayamsari). Lalu kelompok yuli dan rio juga 6 RT di 6 kelurahan (plamongansari, tinjomoyo, candi, bendungan, sekaran, sambiroto). Dan satunya kelompok Dian dan Azilzal, the couple, yaitu di karang malang, kali pancur, cabean, mangkang wetan.

Setelah itu, data terkumpul sehingga bisa terjadwal kapan kami bisa ke sana untuk kami datangi dan kami ambil sample untuk diperiksa di laboratorium. Sebelumnya, kmai pasti konfirmasi terlebih dahulu dan juga ketua penelitian kami yang juga menjadi dosen pembimbing kami pasti minta sowan langsung ke bapak RTnya sebelum kami datang bersama rombongan. Walaupun tidak semuanya, akrena keterbatasan waktu juga. Setelah jadwal benar-benar fix maka kami akan dikumpulkan sebelum pengambilan sample ini. Biasanya yang lebih tau jadwalnya hanya ibu Helmia dan anak-anak yang kebagian jatah baut sowan ke RT masing-masing. Kalo bukan tempat yang kami sowani biasanya kami tau jadwalnya mendadak, d isms oleh bu Helmia. Smsnya selalu sama..diawali dengan..’Dear Tim Swab…bla bla bla’, kalau ada sms depannya seperti itu, pastilah kerjaan kita dimulai, dan beberapa minggu kemaren serangkaian kerjaan kami lakoni tanpa henti, berentet..

Tapi, dalam hati yang paling dalam secara jujur saya akui, saya sangat menyenanginya, saya suka penelitian ini, dan saya senang bisa tergabung dalam tim ini, walaupun sampe bercucuran keringat kami lakoni penelitian ini, tapi saya senang, bu!! Terimakasih untuk kesempatannya, bu.

Yang membuat senang salah satunya adalah..ikutan arisan..itu artinya..kita dapet makan gratis!!hehe..udah penelitiannya gratis, kita sering dapet makan gratis pula, hehe..
Arisan pertama di kelurahan mangkang wetan, saya sedikit tidak beruntung karena saya bertugas untuk keliling ke rumah-rumah warga mencari yang usianya > 54 tahun. Tapi, karena ini saya mendapat kesempatan utnuk melakukan swab nasofaring. Setelah kami dapatkan 3 orang warga yang usianya > 54 tahun, kami ditemani bapak RT pergi menuju lokasi arisan ibu-ibu warga setempat. Sesampainya di sana, makanan bergelimang, tapi acara telah usai. Ternyata teman-temanku yang mengambil sample di acara tersebut, semuanya kebagian makanan. Huuu.. kami yang keliling tidak beruntung. Hehe..tapi tetap dapet minum sama kerupuk, lumayanlah ya..

Kemudian, kami ke kelurahan kali pancur, acara arisan ibu-ibu juga, sore hari, kami disuguhi makanan ringan banyak sekali (ada lumpia, arem-arem mi, risol, hm..apa lagi ya..lupa..) tanpa malu-malu kami makan deh. Wajar lah makannya, sekedar mencicipi. Tapi, ada seorang teman kami, yang luar biasa memanfaatkan moment ini, dia makannya tidak nanggung-nanggung, semua item kue dicicipi, udah gitu satu macam item tidak cukup satu, pasti dia makan berkali-kali. Kami sampai kaget, kenapa sampah sisa makanan banyak sekali, ternayta sumbernya pada satu orang!! Siapakah dia? Orang yang selalu mengaku-aku bahwa dirinya ganteng, ntah diliat dari mana dan berdasarkan apa dia selalu merasa dirinya ganteng. Udah gitu, sepulangnya dari arisan, kami sangat berterima kasih sekali dan kami pamit. Tapi teman saya yang satu ini, salaman terakhir, dan sepertinya ditawari tuan rumah untuk dibekeli kue, kami semua menolak dan sudah sangat berterimakasih di jamu di rumahnya, tapi teman saya ini tidak, dia tidak menolak dan hanya dia yang membawa sekotak kue beserta beberapa aqua gelas. Kami yang melihat dari jauh, cuma bisa cengengesan. Tidak sampai di sini ulahnya. Setelah itu, dia mendekat ke kami dan meminta tolong agar kami mebawakan barang-barang yang ada dalm genggamannya, kebetulna kami naik mobil sementara dia naik motor. Yaudah, secara spontan saya ambil semuanya mau ditaro di dalam mobil, waktu saya mau mengambil kotak kuenya, dia langsung berujar, ‘jangan yang ini, ini biar aku yang bawa.’ Plisss deh.. nggak akan kita mabil juga, cuma pengen bawain biar dia g ribet bawa naik motor, tapi tetep aja dia keukeuh biar di bawa sendiri. Hahaha.. kami cuma keketawaan aja di mobil kalo inget-inget ulah temanku yang satu ini.

Hari berikutnya, kami ke acara arisan bapak-bapak di Cabean. Ada dosen kami ternyata, depan rumahnya persis arisannya dilaksanakan. Beliau ini sangat ramah dan juga randah hati, walaupun sudah professor tapi beliau tetap mau diambil swab nasofaringnya. Waaa… bapak okeh deh..
Di acara arisan ini juga kami dapet makanan lagi, biasalah..seperti ayng sudah-sudah. Sampai salah seorang temenku bilaing, ‘lumayanlah, itung-itung aja ini ongkos makan gratis’ hwahaha..pliss deh.. niat utama kita penelitian, bukan makan gratisnya..haha..
Di tempat ini,  kami dapet serabi solo sama hm..apa ya..lupa euy..abis makannya cuma serabi aja. Di tempat ini juga ada kejadian menarik. Jadi, setelah selesai swab kami istirahat sebentar duduk, sambil mencari moment yang tepat buat pamit, sekalian juga mencari kekurangan jumlah target minimal kami. Salah seorang teman kami, masih menanyakan kuesioner untuk melengkapi jumlah target minimal kami, tapi kami semua sudah istirahat sambil mencicipi makanan yang dihidangkan. Setelah teman kami selesai menanyakan kuesioner, dia bergabung dengan kami. Lalu, melihat makanan udah hampir ludes, dia men-cakcung sebuah serabi yang tinggal sendirian itu. Dia cuci tangannya dulu dengan hand sanitizer sebelum hendak melahapnya. Usai memakai hand sanitizer, dia kaget melihat serabinya udah jatuh dalam gigitan teman kami yang lain, teman kami yang yang membawa kotak kue pada cerita paragraph sebelumnya. Kamu semua, langsung ketawa kompak..  dan teman kami yang memakan memasang tampang g bersalah gitu.. teman kami yang g kebagian serabi cuma bisa SABAR..

Setelah itu jadwal berikutnya ada arisan bapak-bapak di Kemijen. Di jadwalkan oleh teman kami yang janjian dengan bapak RT di kemijen, arisan bapak-bapak diadakan hari jum’at malam. Kami berangkat ba’da isya dari mesjid AsySyifa, tempat mangkal kami biasanya. Sesampainya di sana.. loh..ko ada hajatan di tetangganya, wah kebetulan nih..dapet banyak sample, dapet makan juga.. wkwkwkw..pikiran licik anak-anak kos! Ternyata setelah sowan terlebih dahulu dengan bapak RT, terjadi kesalahan. Arisan bapak-bapaknya diundur besok malam. Hwehehe.. kita cuma senyum-senyum aja. Ternyata pak RT lupa memberitahu kalau jadwal arisan bulan ini diundur karena ada hajatan tadi dan teman kami pun lupa menghubungi bapaknya terlebih dahulu untuk memastikan lagi kedatangan kami. Ya.. sudah sampai sana juga, jadi tidak usah menyalahkan siapa-siapa. Hanya saja, kami minta ganti traktiiirrr… traktir mi ayam.. hwahaha.. tpai sampai sekarang g dapet-dapet nih traktirannya. Besoknya kami, janjian lagi di waktu ayng sama dan di tempat yang sama. Kali ini tidak salah, bahkan kami dapat bonus, selain bapak-bapak kami pun dicarikan anak-anak yang memenuhi kriteria. Setelah usai, kami kumpul algi di tempat tuan rumah yang mengadakan arisan bulan itu. Sambil menunggu yang lain, kami  mengurutkan kuesioner dan mengkode sample dalam media amies. Lagi asik asik nya member kode, saya mencium aroma mie tektek dan sempet terlontar ucapan ‘baunya enak banget..’ beberapa menit kemudian, seorang ibu menyodorkan 3 piring mie tektek ke kami. Ternyata tinggal kami bertiga (saya, gisda dan amali) yang belum makan. Oalah..yang lain udah to.. hehe.. rejeki..rejeki..

Besoknya masih lanjut perjalanan penelitian kami, benar-benar tanpa henti deh..
Kali ini giliran kelurahan sekaran yang arisan, arisan bapak-bapak, malem juga acaranya. Kali ini tidak semua personel, karena sebagian ada yang tinggal utnuk melakukan isolasi primer di lab, soalnya sebelumnya kami juga sudah melakukan sampling juga. Sample hanya bisa bertahan 6 jam di media amies, jadi sebelum itu harus sudah diisolasi. Ternyata saya kebagian tim yang ikut sampling di arisan bapak-bapak Sekaran. Widdiiihh..kali ini arisannya berbeda dengan arisan bapak-bapak yang sebelumnya, bukan arisan ding..tapi perkumpulan bapak-bapak, di sini g pake arisan bapak-bapaknya. Malah terkesan kaya tahlilan, doa-doanya banyak, saya sendiri agak bingung, udah gitu ceramahnya make bahasa jawa, agak roaming, hehe.. Kami mengikuti hingga acara selesai ternyata, bahkan dosen kami, dr. Helmia memberikan sedikit sambutan juga. Dan di sini, seperti biasa, kami dapat jatah makan lagi..kali ini kaya kupat tahu kayanya, bingung juga apa nama makanannya, baru makan pertama kali.  Haduh haduh..sepertinya makin lama, penelitian ini bisa bikin kita gemuk karena selalu makan malem-malem. Tapi klo g dimakan juga ya g enak, terkesan tidak menghormati. Jadi, tetap saya makan. Hehe..

Seperti itulah kisah arisan kami..hehe..
Acara sampling selalu kami lakukan di setiapa acara arisan dan di posyandu balita serta lansia..

Thursday, March 18, 2010

[LIka-liku Penelitian] Penelitian Zuper Kumplit!!

Bismillah..

Baca dulu lika-liku penelitian 1..

Pelitian ini benar-benar komplit, lengkap! Kenapa saya bilang lengkap? Karena belajar banyak hal dalam penelitian ini. Selain belajar menjadi seorang researcher, penelitian ini mengajarkan kami bersosial dengan lingkungan. Fakultas kami memang mewajibkan mahasiswa S1 untuk melakukan penelitian, itu standar kelulusan. Pada saat semester 7, kami sudah mulai membuat proposal penelitian yang kemudian diakhir semester proposal tersebut harus dipresentasikan dan dinilai agar bisa dilaksanakan di semester 8. Tidak semua proposal bisa diterima, setelah  itu perlu berbagai  macam revisi, ada yang revisi total mpe yang cuma revisi sedikit bisa terjadi. Setelah belajar metpen, akhirnya saat ini baru diterapkan. Ternyata, kalo hanya sekedar belajar teori tanpa diterapkan itu berbeda. Buktinya, saya baru ngerasa bener paham tentang metpen penelitian saat saya membuat proposal, sebelumnya hanya telan..telan..saja. Ternyata ilmu metpen ini sangat luas dan akan berbeda penerapannya pada penelitian yang berbeda. Bahkan satu macam penelitian bisa kita gunakan berbagai macam metode yang diinginkan si peneliti.

Dari penelitian ini, kami juga belajar berbirokrasi. Penelitan kami ini dilaksanakan pada 16 RT yang menyebar di seluruh wilayah Semarang. Semarang memiliki 16 kecamatan, dari masing-masing kecamatan kita pilih salah satu kelurahan dengan menggunakan system random, lalu setelah didapatkan keluruhan hasil random, di random lagi untuk mendapatkan RW dan RT nya. Sebelum ke kelurahan, kami butuh izin terlebih dahulu ke wali kota Semarang dan setelah itu sekalian meminta data kecamatan dan kelurahan di Semarang. Ketika meminta izin ini, kami membutuhkan surat-menyurat dan keahlian berbicara agar proses perizinan bisa dipermudah sehingga mendapatkan izin. Setelah itu, kami pun harus mendatangi masing-maisng kelurahan, untuk melakukan perizinan penelitian di salah satu RT di kelurahan mereka. Bisa saja izin sudah turun dari wali kota, tapi jika kelurahan tidak mengizinkan, maka pelaksanaan penelitian tidak bisa berjalan. Jika tidak melalui tahap-tahap tersebut, maka penelitian kami belum bisa dibilang legal.

Dan yang paling seru adalah nyasar-nyasar ria..
Untuk izin ke kelurahan, berarti kita harus mendatangi kelurahan-kelurahan utnuk menyerahkan surat pengantar. Sedangkan, kita semua bukan masyarakat yang berdomisili di Semarang, selain itu juga pasti kita bukan orang yang sebelumnya pernah mendatangi 16 kelurahan di Semarang tersebut. Akhirnya, kita bagi tugas untuk mendatangi ke-16 kelurahan tersebut. Dari nol, kami mencari, mulai dari search di google map, nama kelurahan yang kami cari, sampai langsung menanyakan dengan setiap oran gyang kami temui, ‘man map’ kami mebahasakannya. Dalam pencarian, sudah hal biasa kami tersesat. Ada cerita menarik dalam pencarian kami, saat mencari sebuah kelurahan yang benar-benar jauh diujung Semarang dan ternyata merupakan kampong yang berbatasan langsung dengan Demak, beberapa meter lagi sudah wilayah Demak. Nama kelurahannya Penggaron Lor kecamatan Genuk. Dari hasil nekat, kami berpikir ada angkot jurusan karang ayu-penggaron, kita ikuti aja angkot itu, ntar di daerah situ baru kita tanya-tanya tepatnya Penggaron Lor. Saat pencarian ini, kita sering sekali turun untuk bertanya dan muter arah karena ternyata salah arahnya, dsb. Pokonya seru banget! Malah kita dipilihkan jalan dalam yang sangat pelosok, sepi dan suram. Alhamdulillah masih sore, masih ada matahari yang menemani kami. Kami sudah khawatir saja, kemungkinan ini bagaimana kalau ke tempat ini malam hari? Hm.. so scared. Dari jalan yang berkelumit tersebut akhirnya sampailah juga kami di jalan raya lagi. Ternyata keluarahannya dipinggir jalan raya. Wow, kami dipilihkan jalan yang berliku-liku, padahal kalau terus aja mengikuti jalan raya yang tadi kami lewati juga nyampe. Yah..namanya juga tidak tahu.

Sesampainya di rumah pak lurah, kami disambut ramah oleh pak lurah, lalu kami utarakan maksud dan tujuan kami. Bla..bla..bla.. di sini ini, kami belajar berkomunikasi mengutarakan maksud dan tujuan kami agar dapat diterima.

Penelitian ini juga mengajarkan kami bagaimana jadi ibu-ibu!! Oalah.. atau jadi juragan??
Jadi setiap kita minta sample dari masyarakat kami memberikan souvenir, hm..tali kasih dari kami maksudnya.. berupa paket makanan dan paket mandi. Sample kami terdiri dari orang tua dan anak-anak sehingga paket yang kami buat pun berbeda, ditambah lagi kami  mendatangi posyandu sehingga kami juga membuat paket untuk posyandu. Yap.. itu semua kami (mahasiswa) sendiri yang membeli hingga yang membuatnya. Berhubung sample penelitian kita ada 400 sample lebih, sebanyak itu pula paket yang kami buat. Itu artinya kami selalu belanja dengan jumlah tidak kecil, sekali belanja bisa sampe 2,5 juta, itu baru dapet 50 paket dewasa dan 50 paket anak-anak. Ini benar-benar pengalaman pertama belanja berdus-dus kaya gitu, banyak lagi. Pernah juga cuma  perempuan2nya aja yang belanja sendiri, menguras tenaga kami karena kakmi ngankut-ngankut barang yang berdus-dus sendirian.
Awalnya kami hunting harga ke 3 tempat supermarket, lalu kami pilih tempat yang paling banyak item yang murahnya, maka terpilihlah Carrefour n Makro. Kami juga belanja ke pasar tradisional, di pasar Bulu (pernah jadi tempat syutingnya fil Gie, hehe..) untuk membeli paket Posyandu yang berisi 3 kg kacang ijo, 3 kg gula merah, ½ kg gula pasir, 400 cc santan sun kara. Setelah dibandignin dengan di supermarket harganya jauh banget!! Tapi kualitas sama saja, tidak jauh. Oia, kami selalu diajari untuk membeli barang yang bagus juga untuk mereka. Walaupun cuma souvenir, tapi bermutu.

Kami belajar buat menganamnesa..
Kan mengisi kuesioner, setidaknya tahap-tahapnya beberapa mirip dengan menganamnesa, walaupun kuesioner kami bukan berisi sacred seven and fundamental four, tapi cara mengajukan pertanyaannya kan mirip kalo mau nanya-nanya pasien. Di sini kami langsung ketemu masyarakat dengen berbagai sikap yang ditemukan. Kami selalu diajarkan untuk bersikap ramah pada semuanya. Kalau lagi berjalan di suatu kampung dan melewati sekelompok orang, wajib untuk menyapa dan bilang permisi. Kalau tidak, namanya g sopan. Pernah sekali, kami lagi bingung mencari tempat, jadi lupa bilang permisi, kami dibilangin mahasiswa edan. Waduuu..dalem tenan ik.. Pelajaran banget nih buat kita semua!!
Belum lagi kami terkadang dianggap dokter dan ditanyain beberapa pertanyaan terkait dengan penyakit mereka. Ya lumayan buat belajar juga.

Penuh dengan Jalan-jalan..
Ini ni asiknya..jadi kemana-mana dan jadi tau daerah sekitar. Penelitian kami dilaksanakan tersebar di 16 kecamatan yang ada di Semarang. Ni tempat-tempat yang sudah kami datengi. Mangkang wetan, cabean, kali pancur, genuk, gayam sari, plamongan sari, tinjomoyo, purwodinatan, kemijen, candisari, bendungan, sekaran, plombokan. Ada 2 tempat lagi yang belum didatengin, yaitu sambiroto dan pleburan. Serta ada satu tempat yang didatangin waktu liburan, jadi saya tidak ikut, tempatnya di Mijen. Kami menyesuaikan dengan jadwal pertemuan warganya. Karena yang kami cari adalah orang sehat, kami tidak memilih puskesmas sebagai tempat penelitian kami, tapi pertemuan rutin yang dilakukan warga, misalnya arisan RT dan Posyandu. Kalau Posyandu bisa kami datangi pagi atau sore, tapi kalau sudah arisan bapak-bapak jadwalnya selalu malam hari. Inilah yang membuat kami baru bisa selesai malam hari ditambah dengan isolasi. Sukanya dalam penelitian ini, kami jadi sering dapet makanan gratis, hehe.. mulai dari makanan ringan, makanan posyandu, sampai makanan berat berupa nasi, tahu gimbal, atau lontong mi. sebenernya kami pun nggak enak, sudah merepotkan, tambah ngerepotin lagi dengan suguhan yang ada. Tapi kalau menolak pun tambah nggak enak, jadi.. akmi lahap.. rejeki.. hehe..

Ini nih yang paling penting!! Belajar skill lab..
Yang melakukan isolasi primer adalah kami (mahasiswa), jadi kami semakin terampil melakukan isolasi. Dulu waktu praktikum kami hanya melakukan sekali, itu juga setengahan dengan teman sekelompok yang lain, tapi sekarang kami bisa bebas berkreasi. Streak lagi.. streak lagi..
Kami juga diajari menbaca koloni pada media. Seperti halnya, H. influenza di media agar coklat itu baunya khas banget, koloninya juga transparan, kalau koloni staphylococcus umumnya putih susu ata kekuningan, saya pun masih bingung. Streptococcus alfa hemolitikus di media agar darah sangat khas dengan hasil hemolisis tidak sempurnya yang berwarna hijau. Selain itu, streptococcus pneumonia dengan streptococcus lainnya bisa dibedakan langsung tanpa tes optochin dengan melihat koloninya yang ada dempulnya, jadi tidak membubul, tapi sekung permukaannya, kalau kata ibu Helmia mirik permukaannya eritrosit. Siiipppp bu..!! tapi tetap setiap menemukan streptococcus alfa selalu kami tes optochin untuk hasil yang lebih pasti. Kami juga belajar melakukan swab nasofaring, walau ini hanya sekali dua kali saja kami lakukan.

Ada lagi..belajar bahasa jawa..hehe..
Tapi, tetep aja saya merasa ko tidak maju-maju dalam hal ini. Masih kaku kalu berbicara menggunakan bahasa ini. Memahami mungkin lebih baik, dengan teknik kirologi, kiro-kiro ibu/bapak ini ngomong apa ya.. hehe..(sesat!!) nggak ding, kalau benar2 udah g bisa, biasanya aku minta tolong temenku yang bisa berbahasa jawa (orang jawa asli) untuk menggantikan, hehe.. (kapan bisanya kalau gampang nyerah gitu ya..). ni beberapa kosa kata yang ku dapet selama penelitian, uswonipun pinten? Asminipun sinten? Saniki, sowan, gantos, sewidak, haduuu..apalagi ya?? Tuh kan.. ingetan saya kacau euy..masa iya udah lumayan sering bgt denger orang berbahasa jawa, tapi g maju-maju kosa kata saya..

Belajar bekerja sama..
Kerja sama ini mestinya udah belajar dari jaman kapan taun..tapi akan terus kita gunakan dan harus tetap selalu kita pelajari. Karena berbeda karakteristik orang yang bekerja sama dengan kita, maka akan berbeda juga cara kita bersikap. Yang harus dipelajari adalah bagaimana agar bisa selalu menyesuaikan dengan orang yang berbeda-beda agar kerjaan tetap berjalan dengan lancar dan bisa terselesaikan dengan baik. Kalau kata teman-teman seperjuangan di penelitian ini, saya itu orangnya galak dan paling rusuh, hwehehe..maaf ya teman-teman.. hehe.. tapi kan demi kebaikan.. mungkin saya akan lebih sabar lagi deh besok-besok..

Hm..apalagi ya..
Udah dulu deh..nantikan kisah seru kami lainnya..

Wednesday, March 17, 2010

[lika-liku penilitian] “it’s our Research!”

Bismillah..
Lika-liku penelitian adalah kumpulan cerita kami saat menjalankan penelitian. Penelitian yang menurut saya merupkan penelitian yang zuper-zuper lengkap! Lengkapnya kaya apa si? Nanti akan saya ceritakan. Sebelumnya kami mau cerita dulu kenapa kami membuat kumpulan cerita ini, awalnya dari request seorang teman yang ingin mengetahui cerita-cerita kami saat menjalankan penelitian. Kemudian, kejadian-kejadian seru yang selalu memenuhi perjalanan penelitian kami membuat kami semua ingin menceritakannya dalam sebuah tulisan agar dapat menjadi kenangan bahkan ketika kami semua sudah sukses dan menjadi dokter kelak. Sehingga dibuatlah cerita ini. Semoga ini bukan cerita pertama dan terakhir. Amin..
 
Anggota personel penelitian kami ini siapa saja sih..
Ini dia:
1.       Dr. Helmia Farida, M.kes, Sp.A
2.       Dr. Stefanny
3.       Dr. Susilo
4.       Pak Wuriyanto
5.       Amali abdat
6.       Dian Sarani
7.       Gisda Irwanti
8.       Hikmawati
9.       Rio K. N.
10.   Yuliana Yunarto
11.   Azilzal Rasini
Ini anggota tim lengkap penelitian kami. Setiap kali penelitian tidak selalu beranggotakan lengkap dan terkadang jika dalam satu waktu melakukan sampling di dua tempat yang berbeda, maka kami akan dipencar.
 
Penelitian kami ini intinya adalah mencari pola kuman yang memenuhi rongga nasofaring pada orang-orang sehat di Indonesia. Kami mengambil variabel yang berbeda-beda, ada yang mengambil beberapa factor risiko yang berhubungan dengan kolonisasi Enterobacteriaceae pada anak, ada juga yang pada dewasa, ada yang mengambil beberapa factor risiko yang berhubungan dengan kolonisasi Streptococcus pneumonia, ada juga yang mengambil variabel factor risiko yang berhubungan dengan pola kolonisasi bakteri Streptococcus resisten pada anak-anak sehat maupun pada dewasa, ada juga yang melihat pola kolonisasi beberapa bakteri seperti Streptococcus pneumonia, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenza, Moraxellah catharralis, dan Enterobacteriaceae pada nasofaring orang dewasa dan anak-anak sehat. Dan semuanya ini merupakan payung dari penelitian dosen pembimbing kami semua yaitu Dr. Helmia Farida, yang beliau ajukan untuk S3 beliau di Belanda.
 
Berawal dari dibukanya lowongan untuk ikut serta dalam penelitian beliau, kami mengirim lamaran berupa Curriculum Vitae dan Motovation letter, Alhamdulillah,  akhirnya kami semua diterima. Kesempatan ini muncul di mana saat itu, semua teman-teman kami sudah mendapatkan dosen pembimbing untuk penelitian mereka sementara kami masih bingung mencari hingga akhirnya terbukalah lowongan ini.  
 
Kenapa kami melakukan penelitian ini?
Kita ketahui bahwa penyakit saluran napas banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Pneumoniae merupakan ayng paling banyak ditemukan dan juga yang paling berbahaya. Anak balita diperkirakan meninggal dunia karena pneumonia lebih dari dua juta setiap tahunnya. berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1992, 1995, 2001 dan juga berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 pneumonia merupakan urutan terbesar yang menyebabkan kematian pada balita. Infeksi tersebut didapatkan dari kuman-kuman di rongga nasofaring yang selalu ada bahkan pada orang yang dalam keadaan sehat sekalipun. Kuman tersebut dapat menyebar ke organ lain lalu menginfeksi organ tersebut pada saat daya tahan tubuh melemah. Oleh karean itu, keberadaan bakteri patogen di saluran napas merupakan informasi yang penting. Kemudian, selama ini belum ada data yang menunjukkan pola kolonisasi masyarakat sehat di Indonesia, selama ini kita hanya mendapatkan data dari Negara lain. Sedangkan kita ketahui bahwa karakteristik Negara maupun masayarakatnya tidak sama dengan Indonesia sehingga seharusnya pola kumannya pun berbeda. Di Negara-negara lain yang pernah dilakukan penelitian pola kolonisasi kuman di nasofaring, kuman yang paling banyak ditemukan adalah Streptococcus pneumonia, tapi dari studi pendahulu yang dilakukan di Indonesia, di kota Semarang khususnya diperoleh bahwa Enterobacteriaceae lebih dominan. Selain itu, dari data hasil kultur sputum RSDK Semarang periode Januari-Juni dan Juli-Desember 2009 menunjukkan bahwa Enterobacteriacea paling banyak ditemukan. Hal ini menyebabkan pertanyaan-pertanyaan, apakah pola kuman masyarakat Indonesia berbeda dihubungkan juga dengan keadaan lingkungan Negara Indonesia dan karekteristik masyarakatnya yang juga berbeda dengan Negara lain tersebut seperti Amerika Serikat maupun Belanda.
 
Data tentang pola kolonisasi bakteri patogen respiratori pada anak dan orang tua sehat di Indonesia ini penting untuk informasi sebagai pegangan laborat mikribiologi dalam melakukan analisa hasil kultur pada penderita infeksi saluran napas. Informasi ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam mendiagnosa sementara suatu penyakit saluran napas dan pemberian terapi empiris pada penderita infeksi saluran napas atas. Dokter ketika mendiagnosa suatu infeksi saluran pernapasan, saat itu belum bisa ditetapkan bakteri apa yang menginfeksi, hanya bisa menduga dari data yang sudah ada untuk kemudia segera diberikan terapi awal (terapi empiris) sebelum ditemukan bakteri penyebab yang menginfeksi. Untuk mendapatkan diagnose pasti berupa bakteri yang menginfeksi saluran napas tersebut, harus dilakukan kultur yang waktunya tidak sebentar, kultur kuman sampai mendapatkan kesimpulan akhir itu membutuhkan waktu kurang lebih 3-7 hari. Hal ini mengakibatkan, dokter harus memberikan terapi sementera terlebih dahulu sampai didapatkan hasil pasti ,kemudian dilanjutkan dengan terapi sesuai dengan hasil kulturnya, jika telah diketahui hasilnya. Bagaimana melakukan terapi empiris? Terapi empiris ini diberikan sesuai dengan pola kuman yang biasa menginfeksi yang didapatkan dari penelitian-penelitian.Sedangkan, selama ini data diperoleh dari luar negri, padahal kita tidak mengetahui apakah pola kuman orang Indonesia sama dengan negara lain. Karekteristik, budaya dan lingkungan yang berbeda antar masyarakat Indonesia dengan negara lainnya, maka kemungkinana besar akan berbeda pula pola kumannya. Hal ini pun telah dibuktikan pada negara Angola dan Brazil dimana karakteristiknya masyarakat dan lingkungannya mirip dengan Indonesia pola kumannya berbeda dengan negara Belanda yang karakteristi masyarakat dan lingkungannya lebih maju. Hal ini menunjukkan betapa perlunya data pola kuman pada masyarakat Indonesia agar diagnosa sementara yang diberikan lebih tepat dan lebih mengarah pada diagnosa yang sesungguhnya juga terapi sementara yang diberikan terapi pasti bisa lebih tepat pemberiannya.