Sunday, November 14, 2010

[Potret Malam] Warna-Warni Gulita




Gelap...





Gulita..





Gemerlap..





Warna-warni cahaya..

Senyum Meraka, Duka Mereka..


Keceriaan mereka sangat membahagiakan..
Walupun tak punya rumah, tapi tempat ini bagaikan rumah untuk mereka..
Bertemu teman sebaya..berkumpul, bermain, dan bercanda..
Mengaji bersama..dan belajar bersama..
Yang besar mengajari yang kecil..yang besar sambil belajar..
Memasak bersama..
Saling berbagi dan memberi..
Saling menguatkan satu sama lain..
Ukhuwah semakin terjalin..

Tengoklah mereka..
Yang mensyukuri setiap waktu yang tersedia..
Yang mensyukuri apa yang ada..
Tengoklah mereka..
Yang hidup penuh bahagia..
Walau hati mungkin terluka..
Tengoklah mereka..
Yang tak bisa berkata..
Yang tak sanggup bicara..
Tengoklah mereka..
Walau kesedihan senantiasa menerpa..
Mereka tetap harus melewatinya..
Tengoklah mereka..
Pikiran yang luar biasa..
Menambah loyo fisik mereka..

Ya Allah..tolonglah mereka..ampuni segala dosa mereka..
Tambahkan nikmat dan rizki untuk mereka yang senantiasa bersyukur..
Berilah kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi segala cobaan-Mu, ya Allah..
dan berikanlah kehidupan yang lebih baik lagi dari sekarang..
amin..amin ya robbal ‘alamin..

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”(QS. 2:86)

Diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari daripada Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa derita, atau penyakit, atau kesusahan, atau kesedihan, atau kesakitan, atau kedukaan, bahkan gangguan yang berupa tusukan duri saja pun, melainkan semuanya itu akan menjadi penebus dosa-dosa yang dibuatnya".

“Dan (ingatlah juga) ketika Robb kalian mengatakan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka ketahuilah sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih’.” (QS. 14: 7)

[Potret Merapi] "Potret Dunia Abu-Abu"




tergelitik suatu pikiran..
abu vulkanik yang sangat banyak jumlahnya ini yang menutupi wilayah sekitar merapi, salah satunya Muntilan, kalau dikumpulkan, bisa g ya diolah menjadi matrial bangunan..
Sangat lumayan sekali, untuk modal pembangunan kembali desa mereka..
ayooo..para peneliti teknik sipil..dicoba dilakukan penelitiannya.. :))






merapi..
dunia seperti diselimuti semen..
dunia menjadi abu-abu..

mereka tak hanya membutuhkan logistik makanan..
mereka tak hanya membutuhkan tempat untuk saat ini..
mereka tak hanya membutuhkan pakaian..
mereka tak hanya membutuhkan air maupun listrik..

mereka pun butuh kelanjutan hidupnya ke depannya..
mereka pun butuh desa mereka kembali berdiri..
mereka pun butuh rumah mereka kembali berdiri tanpa abu vulkanik menyelimuti rumah mereka..
mereka pun butuh pekerjaan mereka kembali..ternak mereka kembali..ladang mereka kembali..

tak hanya manusia..
taneman dan hewan pun ingin dibebaskan dari abu..
sudah berat tubuh mereka menyangga lumpur abu yang menyerang mereka..

daun berguguran..
ikan tewas mengambang-ngambang..
pohon-pohon loyo jatuh ke arah tanah..

mereka ingin segera dibersihkan dan dibebaskan dari abu ini..
terlalu lama mereka menyangga abu..
tolong..bersihkan abu di tubuh saya.. *mungkin ini teriak para taneman-taneman itu jika bisa berbicara..

mereka semua butuh bantuan..apapun bentuknya..
mereka butuh perhatian kita..
dan mereka butuh perhatian pemerintah dalam pembenahan segera wilayahnya..
dan mereka semua butuh do'a dari seluruh saudara-saudaranya di muka bumi ini..









ini pun diperuntukkan untuk daerah lainnya yang terkena musibah..
mentawai dan wasior..

mari do'akan mereka semua..

Saturday, November 13, 2010

Tuesday, November 9, 2010

Kami Ini Komuda..

Alhamdulillah..komuda selesai..
Dapet apa yah selama 2 bulan menjadi komuda? yah..semoga saja tidak hanya sekedar KOngko-kongko, MUndar-mandir, DAda-dada, aja deh.. hehe..

Kami ini komuda, tapi senior pun senang menyebut kami komodo..

Kami memang komodo,
yang belum pandai berjalan, kami baru bisa merangkak dengan keempat ekstremitas kami, perlahan-lahan, sangat pelan, melewati setapak demi setapak, mencari dan mengais ilmu yang berserakan yang disemai oleh senior..

Kami ini komuda..
yang masih tak paham aturan tak tertulis yang berceceran di kampung ini..kampung yang terdiri dari banyak stase yang kelak harus kulewati satu per satu, setahap demi setahap, dengan sabar..kenapa tidak ditulis saja aturan-aturan aneh dan menyebalkan itu? bikin takikardi, akral dingin, cemas, lemas, lupa makan, gara-gara harus menghadapi kerasnya hukuman akan aturan tak tertulis tersebut..

Kami ini komuda..
Tugas kami adalah orientasi. Orientasi pemetaan wilayah kampung ini, orientasi waktu, orientasi beraneka sifat senior-senior mpe supervisor, orientasi alat, orientasi oba-obatan, orientasi aturan, dan orientasi kantin pastinya..kami butuh makan..

Kami ini komuda..
Anak bawang dalam setiap permainan. Maka, jangan hukum kami..jangan persulit kami, jangan marahi kami, jangan ungkit-ungkit kesalahan kami. Kami masih orientasi. Maka, maafkanlah kami. Kami di sini belajar untuk bekal tapakan berikutnya, koas..

Kami ini komuda..
Kami sangat haus akan ilmu klinis, dan masih segar-segarnya mencari.. Padahal kami tak tahu apa-apa..hanya tukang liat-liat, tukang menuh-menuhin, ndesek-ndeseki, tapi g bisa disuruh-suruh..

Kami ini komuda..
Bingung dengan tugas kami, bingung dengan fungsi kami, akhirnya kami menepi, menuju tongkrongan kami, kongko-kongko akhirnya kami, di stase KB (baca: kantin bersama) yang paling diminati, sambil konsultasi gizi hari ini, hihi..

Kami ini komuda..
Datang sesuka hati, semau hati, semau bangunnya kami, tapi mesti hati-hati, karena kami tetap diawasi dan absen menjadi bukti. Jam 07.00 masuk jam 14.00 pulang itu jam kerja kami yang bisa maju yang bisa mundur, tak ada yag pasti.

Kami ini komuda..
Mengertilah kami..jangan persulit kami.. biarkan kami melangkah ke tapkan berikutnya dengan mulus..
Amin..

Untuk teman-temanku,,
Sukses semuanya..semoga yudisium tanggal 161110 membawa kabar gembira untuk kita semuanya.. :))
Selamat menempuh hidup baru di dunia per-koas-an..
Semangaaaattt...terussss...
Jangan patah semangat dengan segala gertakan, ancaman, hujatan, dan sebagainya..tetaplah tegar melewati itu semuaaa...
dimarahi..dicaci..dibentak..diperlakukan yang tidak adil..di..di..di.. cool aja.. just give your smile, teman..

Sunday, November 7, 2010

[tanya] hp fren yang harganya < 250rb ada g?

Nano-Nano.. Ramai Rasanya.. :)

Huft.. *ingin menghela napas sebentar aja dengan menuliskannya di sini..

Lepas dari bedah, saya bisa menghela sedikit napas..kenapa? bukan karena saya super sibuk di bedah. Kegiatan saya di bedah tidak banyak, hanya menunggu dengan anteng, kemudian mengikuti apa kata supervisornya, yo diskusi ya manut, yo ditelantarin ya manut juga. Selama diskusi kami pun tidak bisa leluasa, ‘nasihat-nasihat’ berderet kami terima, tapi sedikit sekali menyinggung kasus kami, baru ngebahas judul, kami udah kena semprot, bahkan kami kena hukum, disuruh datang ke UGD malam-malam di atas jam 21.00 untuk meminta tentiran pada koas terkait dengan kasus kami. Alhamdulillah tidak sampai paginya kami di sana, setelah selesai dan membantu-bantu sedikit di UGD kami tidak kuat juga dan akhirnya pamit pulang jam 00.30. Besoknya dan besoknya terus seperti itu, menunggu di depan ruangan supervisornya, mau diperhatiin mau tidak, katanya itu yang harus kami lakukan, nungguin beliau di depan ruangannya. Haha.. itu berat menurut saya ditambah lagi dengan permainan mental yang diberikan oleh supervisornya, hehe..

Setelah itu, ketemu obsgyn, senang, stase terakhir dan juga detik detik wisuda berjalan. Akhirnya, perhatian lebih ke sana, gladi untuk wisuda, menunggu ayah ibu datang, kemudian udah wisuda saja, besoknya saya tepar, dan akhirnya fokus saya pada stase ini hilang sudah dengan mengembalikan kekuatan lagi. Apesnya, saya ditunjuk jadi ketua kelompok kami, huah!! Ini semua karena tinggal sisa saya dan seorang teman yang sepertinya masih sibuk dengan hidupnya yang baru, jadilah saya mengalah. Tidak susah menjadi ketua itu, hanya siap jadi relawan pulsa , tanggap hp, siap wara wiri ngubungin residen, siap akan segala respon yang diberikan residennya, disemprot atau mengabarkan kabar yang tak menyenangkan, siap menerima respon teman-teman kl ada kabar yang tidak menguntungkan, dsb. Jadi, enjoy aja, pikirku. Jadwal diberikan, subagian yang harus dilewati, tema kasus yang akan dipresentasikan, dan penguji kasus kami. Dengan senyum aku kabari pada teman-temanku, “kita tumor jinak ovarium.” Temanku merespon, “dr. M???” dengan senyuman, “iya” “ko kamu malah senyum to?” “lah, masa mau marah-marah, yasudahlah kita g bisa protes juga.” Bukan masalah kasusnya, tapi yang menjadi masalah adalah pengujinya yang..hm.. termasuk penguji killer. *senyum… :)
Saat saya menemui residennya, responnya adalah “kenapa aku lagi yang dengan dr. M?? siapa yang buat jadwal??” haduuu..saya tidak tau bu..Cuma bisa senyum senyum dan diem, hehe..

Tapi, mereka dengan senang hati mau membimbing kami, walau terkadang mendapatkan semprotan omelan dan senantiasa menunggu g jelas bahkan mpe sore, *mungkin itu karena mereka juga lagi pusing wara wiri. Harap maklum, siap mental aja. Sebenarnya mencari kasus tidak begitu sulit, di bangsal banyak pasien dengan utmor jinak ovarium, tapi masalahnya, kita harus mencari dari poli, dan kita harus ikut memeriksa (ikut VT), jadi kami harus stand by di poli menunggu pasien, sementara, kegiatan kami banyak, seperti menyaksikan presentasi kasus dari kelompok lain, kegiatan di setiap bangsal masing-masing yang sesuai jadwal, kuliah, dsb. Nah, kegiatan-kegiatan tersebut di jam dimana justru pasien berobat, antara jam 9 sampai jam 12.00, ya sudah, kami selalu saja miss di waktu-watu tersebut. Akhirnya, waktu semakin mepet dengan deadline pengumpulan, residen kami memberikan pasien yang di bangsal juga, salah satu diantara kami diminta untuk VT. Aku g VT pasien ini, temenku yang VT. Aku sempet VT pasien myoma, tapi gagal merasakan, harusnya aku bisa merasakan goyangan portio saat perut digoyangkan.

Kemudian, kita buat kasusnya, dan yang pasti berkali-kali revisi, dan di saat yang tepat kami harus mengumpulkannya, masih perlu revisi dari residen pembimbing yang lebih senior, karena beliau baru bisa merevisi beberapa jam saat harus dikumpulkan ke supervisornya. Haduuu.. bener-bener kalut. Udah gitu, hari itu kami sedang jaga VK, dan ada seorang ibu yang harus menlahirkan anaknya, dari jam 03.00 pembukaan 4, tapi sampai jam 09.00, masih belum melahirkan, cukup lama kemajuan persalinannya untuk seorang ibu yang sudah melahirkan lebih dari satu kali. Setelah, revisi dengan residen senior selesai, teman kami yang laki-laki kebagian untuk revisi dan kami mencatat pemeriksaan penunjang yang masih kurang dari status ibunya, setelah itu kami, kembali ke VK, untuk kembali melaksanakan tugas di VK, dan ingin ,melihat partus pertama kami setelah jaga 12 jam lebih. Sewaktu kami kembali, ibu telah dipimpin mengejan, lumayan lama, tapi sedikit lagi hampir memasuki kala 2, teman-teman yang bikin laporan sms udah di lantai 3. Segera aku lari ke sana, karena aku punya kewajiban untuk menyerahkannya ke supervisor. Kemudian segera kuserahkan pada sekretarisnya, Alhamdulillah dr. M masih ada di mejanya dan sedang sibuk jadi tidak meminta bertemu dengan kami secara langsung. Setelah itu, kami semua langsung turun, berharap partus belum selesai, sampai ruang VK, ngos ngosan, tapi seneng, satu tugas terselesaikan. Tapi, kala 2 telah berakhir, aku g liat, bayinya udah keluar, perempuan. Aku masih sempat melihat kala 3, setelah lama placenta tidak keluar, perdarahan semakin banyak, akhirnya dilakukan manual placenta agar mencegah komplikasi yang lebih berat. Hwaaa.. kami partus pandang saja rasanya lelah sekali, apalagi ibunya yang melahirkan pasti makin ngosh ngosh dan yang membantu partusnya pun pasti lebih cape. Hayoo semangat!! Belum ada apa-apanya ini ima..