Showing posts with label ceritagpenting. Show all posts
Showing posts with label ceritagpenting. Show all posts

Wednesday, November 17, 2010

Dialah, Kimi...

Pengen cerita tentang kimi..sepertinya belum pernah saya cerita tentang kimi. Hehe.. dia teman setia saya, yang selalu menemani, dikala sendiri dan saat tanpa arah. Saya suka nge geje jalan-jalan g jelas, yang penting keluar aja, kalau lagi suntuk dan itu pasti bersama kimi, hehe..

Kimi ini keren, gagah. Awalnya saya belum bisa menyeimbangkan diri dengannya, karena dia terlalu besar dan sangat berat, sehingga kadang kala saya suka tidak seimbang, tapi Alhamdulillah jatuhnya dalam keadaan lagi diam. Hehe.. itu artinya bikin dia lecet, tapi Alhamdulillah saya tidak kenapa-kenapa. Hihi.. Lama kelamaan saya terbiasa dengan beratnya dan semakin pandai menyeimbangkan, sudah kepeganglah intinya.

Awalnya kimi datang, gmn si?
Selama ini, saya sering sekali minjem motor orang kalau pergi jauh-jauh, dan intensitas itu semakin sering dilakukan sejak penelitian dimulai, hm.. semester 7 kalau tidak salah. Untuk itu, saya semakin tidak enak, dan semakin memaksa ayah untuk mengirimkan motor yang ada di rumah. Tentu saja dengan alasan untuk keperluan penelitian, hehe.. Ayah setuju dan ibu pun mau tiak mau setuju juga, hihi.. walaupun ibu agak berat memberikannya. Selama ini saya memang tidak boleh menggunakan motor di sini, katanya bahaya. Padahal sudah sangat sering saya minta dikirimin motor ke Semarang, tapi ternyata alasan penelitian inilah yang paling diterima mereka. Dan nyatanya selama ini tetap saja saya sering make motor orang, kata mereka g ngebayangin kamu naik motor di sana, serem aja ngeliat orang-orang naik motor. Hehe.. Kapan bisanya dong kalo g pernah dilepas.. Saya pun sempat untuk menggantikan alternative dari motor ke sepeda, setidaknya aku butuh kendaraan. Tapi, ini dilarang keras sama ayah, lebih bahaya naik sepeda kata ayah, karena gda sen nya, gda lampunya, gda sepionnya, dan bersanding dengan kendaraan-kendaraan yang super ngebut (red: mobil dan motor). Iya juga si. Harusnya dibikin jalan sepeda. Ide liar yang selalu merasuki otakku. Kenapa pemerintah g membuat jalan sepeda??? Saya tau jawabannya, dana! Haha..

Kenapa KIMI?
Hihi..kenapa ya dikasih nama kimi, aku pun lupa awalnya, yang pasti yang memikirkan nama motorku ini, bareng-bareng dengan luluk dulu.. dan akhirnya kupilih kimi. Karena mengandung sejuta arti, *ceileh..
Pertama, karena motorku itu Kharisma, jadi kukasih kimi sebagai nama kecilnya. Bisa juga jadi, kharisma ima, jadi kimi.

Kedua, kendaraan ima, disingkat jadi kimi. *maksa..haha..

Ketiga, ekstrimnya, kendaraan ima menuju illahi, jadi aku pengennya keberadaan aku dan kimi ini bisa bermanfaat untuk orang banyak untuk menggapai ridho illahi..hehe.. *g kuat ya..

Keempat, karena aku suka kimi raikonen, pembalap F1 yang aku suka selain Alonso. Hehe..hm.. berharap kimi bisa ngebut juga si..hwehehe..
Tapi memang bener..itu menimbulkan efek bahwa aku tidak suka pelan, justru keseimbanganku jadi rusak kalau bawanya pelan, haha..

Kata teman-temanku, aku bawa motornya menyeramkan, padahal aku tidak merasakannya, bahkan temanku mau mau aja dibonceng, bahkan kadang mereka yang minta untuk dibonceng. Tapi, masa iya, segelintir orang berujar, “kalau mau naik wahana, g usah jauh-jauh ke dufan, naik motor sama ima aja.”
Hwaaaa…jatuh harga diriku..wkwkwk..
Ya, aku tetap berusaha untuk selalu hati-hati dan tidak ngebut dikeramaian, dan selalu memohon perlindungan dari Allah. Semoga aku selalu dilindungi saat naik motor dan diberi kelancaran, amin..

Benarkah Saya Cemburu?

"Benarkah saya cemburu?
dan
Pernahkah anda cemburu?"

Jadi terpikir untuk menulis tentang pengalaman saya dengan cemburu, setelah membaca salah satu bukunya Asma Nadia. Haha.. aku juga geli kenapa bisa beli buku ini, tapi setelah membaca isinya, ternyata ada yang lucu juga. Bisa banyak ngambil pelajaran juga, lumayanlah. Ceritanya saya ke toko buku diskon mencari buku Asma Nadia yang lagi pengen dibaca, diantaranya kumpulan cerpen emak ingin naik haji, catatan hati bunda, dan catatan di setiap sujudku, tapi nihil! Gda semua di toko buku diskonnya. Jadi, saya beli yang ada aja deh..

Ini dia..kisah saya dengan cemburu.. Saya ingat, sepertinya rasa cemburu yang membekas sampai sekarang dalam hidupku itu ada 2, hm..2 apa 3 ya.. yang pasti si 2..

Pertama, waktu saya masih kecil pas masih SD kelas 1 kalau tidak kelas 2, lupa tepatnya. Waktu itu, kami memang lagi berkunjung ke rumah saudara dari pihak ibu yang jaraknya lumayan jauh. Itu kali pertamaku bertemu dengan sepupu-sepupuku itu, begitu juga dengan ayah yang baru pertama bertemu dengan ponakannya. Ayah itu orangnya supel sama anak-anak, sangat ramah dan sangat sayang anak-anak. Itulah yang membuat saya cemburu, mungkin karena dulu saya statusnya masih anak-anak, jadi merasa diduakan, haha.. ngomong-ngomong soal sepupu saya ini, dia sepertinya suka juga sama ayah, jadi senengnya nempel banget sama ayah, ga mau lepas, selalu ngebuntutin ayah, mengambil seluruh ruangku saat itu. Saya benar-benar kesal dan tidak begitu suka dengan sepupu saya yang satu itu. Haha.. *dasar anak kecil.. tapi setelah itu dan setelah lama sekali tidak bertemu dengannya, saya merasa baik-baik aja pas ketemu dengannya lagi di lain wakti pun sudah tidak ada apa-apa lagi, tapi saya suka geli aja. Padahal sebenernya, saya dan ayah memang mirip, sama-sama suka anak-anak, dan setelah saya semakin besar, justru itu menjadi kekompakan kita, bukan lagi hal yang dicemburui. Hehe..

Yang kedua, ini cemburu baru aja beberapa tahun yang lalu. Lagi-lagi, gara-gara ayah yang berulah. Haha..
Waktu itu, kakak-kakakku baru saja menikah, dan memang jarak pernikahan mereka hanya dalam itungan bulan. Saya mudah akrab dengan ipar-iparku itu, mereka itu lucu-lucu dan baik hati. Ayah ibu pun mudah sekali membaur dan tidak ada kecanggungan pada masing-masingnya, sudah seperti anak sendiri bagi mereka. Pada suatu ketika, saat semua ngumpul, aku, kakak2ku dan istri2nya di rumah, saat itu lebaran haji kalau tidak salah, cuma ayah aja yang tidak ada di tempat, beliau harus kerja di luar kota. Akhirnya, kita yang nyamperin ayah waktu itu, dan kebetulan menantu-menantunya ini pun hanya sebentar dan harus segera kembali ke tempat asalnya masing-masing. Mereka semua memang tinggal di luar pulau semua. Yang satu di pulau Sumatra dan yang satu lagi di pulau Kalimantan. Jadi, memang moment untuk kumpul bersama saat ini jarang ditemui. Setelah kumpul, kami bersuka cita. Ayah juga kebetulan udah boleh pulang, ganti dinesnya dengan yang lain. Saat di jalan, ayah meluapkan rasa bahagianya. “Alhamdulillah, ketemu sama menantu-menantu ayah.” Terus ada yang nyeletuk, “adek ima nya yah?” dan si ayah malah menjawab, “yang penting menantu-menantu ayah dulu, adek mah bisa kapan-kapan.” Jlep..jlep..jlep..hwaaa…aku langsung diem, sakit hatiiiiii… padahal kan jarang juga ketemu aku.. huks.. air mata tak sanggup tertahankan dan menetes juga..

Haha..dasar ababil!! Kalo diinget lucu juga, tapi memang bener, saat itu aku bener-bener merasa terkoyak dan merasa seperti terlupakan. Padahal selama ini aku fine fine aja bahkan seneng malah dengan keakraban keluargaku dengan adanya pendatang baru, jadi semakin rame. Dan mereka berdua itu orangnya sangat rame, jadi makin bikin rame. Pokonya seneng deh kalo bisa ngumpul bertujuh gini. Aku g marah sama ipar-iparku itu, tapi justru aku ngambek sama ayah. Sepanjang perjalanan aku bener-bener nyuekin ayah dan ga mau nyapa sedekitpun. Semuanya pada ngegodain dan mendamaikan kita. Akhirnya aku luruh juga dan tersenyum, setelah sekian lama cecemberutan, apalagi di depan ayah. Padahal ayah juga udah minta maaf, tapi masih kesel, Haha.. *emang dasar anak ayah!!hihi.. jadi inget temen-temen yang selalu ngejulukin aku dengan sebutan “anak ayah” haha..

Yang ketiga..hm..ada g yah.. udah ah cukup dua aja..

---------------------------------------------------------------------------------
*diposting setelah internetku kembali jalan dan ditulis tanggal 15-11-10, hehe..

Sunday, November 7, 2010

Nano-Nano.. Ramai Rasanya.. :)

Huft.. *ingin menghela napas sebentar aja dengan menuliskannya di sini..

Lepas dari bedah, saya bisa menghela sedikit napas..kenapa? bukan karena saya super sibuk di bedah. Kegiatan saya di bedah tidak banyak, hanya menunggu dengan anteng, kemudian mengikuti apa kata supervisornya, yo diskusi ya manut, yo ditelantarin ya manut juga. Selama diskusi kami pun tidak bisa leluasa, ‘nasihat-nasihat’ berderet kami terima, tapi sedikit sekali menyinggung kasus kami, baru ngebahas judul, kami udah kena semprot, bahkan kami kena hukum, disuruh datang ke UGD malam-malam di atas jam 21.00 untuk meminta tentiran pada koas terkait dengan kasus kami. Alhamdulillah tidak sampai paginya kami di sana, setelah selesai dan membantu-bantu sedikit di UGD kami tidak kuat juga dan akhirnya pamit pulang jam 00.30. Besoknya dan besoknya terus seperti itu, menunggu di depan ruangan supervisornya, mau diperhatiin mau tidak, katanya itu yang harus kami lakukan, nungguin beliau di depan ruangannya. Haha.. itu berat menurut saya ditambah lagi dengan permainan mental yang diberikan oleh supervisornya, hehe..

Setelah itu, ketemu obsgyn, senang, stase terakhir dan juga detik detik wisuda berjalan. Akhirnya, perhatian lebih ke sana, gladi untuk wisuda, menunggu ayah ibu datang, kemudian udah wisuda saja, besoknya saya tepar, dan akhirnya fokus saya pada stase ini hilang sudah dengan mengembalikan kekuatan lagi. Apesnya, saya ditunjuk jadi ketua kelompok kami, huah!! Ini semua karena tinggal sisa saya dan seorang teman yang sepertinya masih sibuk dengan hidupnya yang baru, jadilah saya mengalah. Tidak susah menjadi ketua itu, hanya siap jadi relawan pulsa , tanggap hp, siap wara wiri ngubungin residen, siap akan segala respon yang diberikan residennya, disemprot atau mengabarkan kabar yang tak menyenangkan, siap menerima respon teman-teman kl ada kabar yang tidak menguntungkan, dsb. Jadi, enjoy aja, pikirku. Jadwal diberikan, subagian yang harus dilewati, tema kasus yang akan dipresentasikan, dan penguji kasus kami. Dengan senyum aku kabari pada teman-temanku, “kita tumor jinak ovarium.” Temanku merespon, “dr. M???” dengan senyuman, “iya” “ko kamu malah senyum to?” “lah, masa mau marah-marah, yasudahlah kita g bisa protes juga.” Bukan masalah kasusnya, tapi yang menjadi masalah adalah pengujinya yang..hm.. termasuk penguji killer. *senyum… :)
Saat saya menemui residennya, responnya adalah “kenapa aku lagi yang dengan dr. M?? siapa yang buat jadwal??” haduuu..saya tidak tau bu..Cuma bisa senyum senyum dan diem, hehe..

Tapi, mereka dengan senang hati mau membimbing kami, walau terkadang mendapatkan semprotan omelan dan senantiasa menunggu g jelas bahkan mpe sore, *mungkin itu karena mereka juga lagi pusing wara wiri. Harap maklum, siap mental aja. Sebenarnya mencari kasus tidak begitu sulit, di bangsal banyak pasien dengan utmor jinak ovarium, tapi masalahnya, kita harus mencari dari poli, dan kita harus ikut memeriksa (ikut VT), jadi kami harus stand by di poli menunggu pasien, sementara, kegiatan kami banyak, seperti menyaksikan presentasi kasus dari kelompok lain, kegiatan di setiap bangsal masing-masing yang sesuai jadwal, kuliah, dsb. Nah, kegiatan-kegiatan tersebut di jam dimana justru pasien berobat, antara jam 9 sampai jam 12.00, ya sudah, kami selalu saja miss di waktu-watu tersebut. Akhirnya, waktu semakin mepet dengan deadline pengumpulan, residen kami memberikan pasien yang di bangsal juga, salah satu diantara kami diminta untuk VT. Aku g VT pasien ini, temenku yang VT. Aku sempet VT pasien myoma, tapi gagal merasakan, harusnya aku bisa merasakan goyangan portio saat perut digoyangkan.

Kemudian, kita buat kasusnya, dan yang pasti berkali-kali revisi, dan di saat yang tepat kami harus mengumpulkannya, masih perlu revisi dari residen pembimbing yang lebih senior, karena beliau baru bisa merevisi beberapa jam saat harus dikumpulkan ke supervisornya. Haduuu.. bener-bener kalut. Udah gitu, hari itu kami sedang jaga VK, dan ada seorang ibu yang harus menlahirkan anaknya, dari jam 03.00 pembukaan 4, tapi sampai jam 09.00, masih belum melahirkan, cukup lama kemajuan persalinannya untuk seorang ibu yang sudah melahirkan lebih dari satu kali. Setelah, revisi dengan residen senior selesai, teman kami yang laki-laki kebagian untuk revisi dan kami mencatat pemeriksaan penunjang yang masih kurang dari status ibunya, setelah itu kami, kembali ke VK, untuk kembali melaksanakan tugas di VK, dan ingin ,melihat partus pertama kami setelah jaga 12 jam lebih. Sewaktu kami kembali, ibu telah dipimpin mengejan, lumayan lama, tapi sedikit lagi hampir memasuki kala 2, teman-teman yang bikin laporan sms udah di lantai 3. Segera aku lari ke sana, karena aku punya kewajiban untuk menyerahkannya ke supervisor. Kemudian segera kuserahkan pada sekretarisnya, Alhamdulillah dr. M masih ada di mejanya dan sedang sibuk jadi tidak meminta bertemu dengan kami secara langsung. Setelah itu, kami semua langsung turun, berharap partus belum selesai, sampai ruang VK, ngos ngosan, tapi seneng, satu tugas terselesaikan. Tapi, kala 2 telah berakhir, aku g liat, bayinya udah keluar, perempuan. Aku masih sempat melihat kala 3, setelah lama placenta tidak keluar, perdarahan semakin banyak, akhirnya dilakukan manual placenta agar mencegah komplikasi yang lebih berat. Hwaaa.. kami partus pandang saja rasanya lelah sekali, apalagi ibunya yang melahirkan pasti makin ngosh ngosh dan yang membantu partusnya pun pasti lebih cape. Hayoo semangat!! Belum ada apa-apanya ini ima..

Tuesday, July 13, 2010

Heboh Lulus = Heboh Wisuda = Heboh Ngabisin Uang

Bismillah..

Heboh dan gaung-gaung kelulusan telah terasa, semua orang membicarakan, semua orang mempersiapkan, tak kalah persiapan untuk menuju koass ikut-ikut mengheboh. Baju toga lah, toefl, foto, ijazah, foto angkatan, baju koass, baju OK, alat kesehatan, dan perlengkapan koass lainnya harus dipersiapkan. Semua orang membicarakan, penting nggak beli ini? penting nggak beli itu? Tanya sana, tanya sini, semua cara dijalani. Apa harus semua itu terpenuhi??

Alhamdulillah sebentar lagi ngedapetin gelar S.Ked. Siapa yang tidak senang? Bisa lulus dan mendapat gelar sarjana, langkah pertama untuk menjadi pengabdi bisa dilalui. Serentetan ujian demi sebuah gelar hampir selesai dilalui.. Tapi, apakah kelak kita akan mampu menghadapi ujian sesungguhnya?? Saya harap jawabannya iya!! Tunjukilah selalu kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhoi..amin..

InsyaAllah, 3 bulan lagi kami akan diwisuda, tepat bulan Oktober. Begitulah siklusnya, sulit untuk bisa lebih cepat (saya tidak ingin bilang tidak mungkin, karena kesannya seperti mendahului ketetapan Allah, siapa tau besok-besok ada yang bisa memcahkan rekor ini di kampus kami) karena sampai saat ini susunan kurikulumnya memang didisain seperti itu. Wisuda S.Ked ini menurut saya bukan suatu kesenangan, atau sesuatu yang harus dirayakan dan dibanggakan, karena ini belum ada apa-apanya, perjuangan belum berakhir untuk bisa dirayakan dan dibanggakan. Bahkan bisa jadi, hari ini wisuda, malamnya saya harus jaga di salah satu stase (ini pengalaman kakak tingkat saya dulu) dan ini tidak menutup kemungkinan akan saya alami atau mungkin teman saya yang lain alami. Memang kami belum koas saat itu, tapi kami sudah masuk stase sebagai komuda, seorang junior yang belajar mengenal bagian-bagian di rumah sakit, masih menjadi anak bawang saat itu posisi kami, belum disuruh ini itu, belum dimarah-marahi, masih diajari (berdasarkan cerita dan pengalaman kakak2 senior).

Oleh karena itu, saya rasa, tidak ada yang spesial dengan wisuda S.Ked nanti, hanya sebuah pengakuan bahwa saya telah menjadi seorang sarjana. Dan yang pasti adalah masa menuju wisuda S. Ked adalah masa-masa dimana pengeluaran saya membengkak drastis!! Tapi, dilain pihak, ini menjadi sebuah kesempatan besar bagi beberapa teman saya untuk melakukan bisnis. Mereka dengan semangatnya mengkoordinir, menjadi agen, memesankan, dan menjual keperluan-keperluan tersebut. Jadi, bagi sebagian orang ini merupakan ajang mencari uang. *harusnya saya juga ya..haha..
 
Begitu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, dan mau tidak mau uang harus dikeluarkan, untuk keperluan wisuda dan untuk keperluan koas bahkan hanya sekedar untuk keperluan memori saja. Beberapa diantaranya keperluan yang harus dipenuhi dan inilah yang telah menjadi kehebohan di angkatan dan kampus saya saat-saat ini:
1.    Alat kesehatan (ini wajib punya untuk seorang koass, tersedia berbagai merek, dari yang paling canggih sampai yang biasa aja, tapi fungsinya tetap sama)
Ini yang kubeli:
Stetoskop spirit grandeur (Rp 140.000) + sphyg aneroid ABN (Rp 140.000) + Alat-alat lain = Rp 340.000 (kalo g salah kurang lebih begitu, saya lupa harga tepatnya berpa. Alhamdulillah nya ini udah dicicil diawal semester! *blm punya stetoskop littman, pengen punya, mungkin nanti, klo udah punya uang, kalo g minta hadiah dari kakak aja deh..hwehehe..)
2.    Baju koas (wajib ini mah, g boleh nggak, apalagi dipake terus tiap hari, mesti ada persediaan juga..)
3 buah baju koas, mesen ditemen @ Rp 45.000 = Rp 135.000
3.    Name tag komuda (2) dan name tag koass (3).
Berapa ya harganya..klo g salah @ Rp 7.000 x 5 = Rp 35.000
4.    Baju OK (wajib punya juga!)
Rp 95.000
5.    Minor set (bingung sebenarnya mau beli apa tidak. Tapi, berhubung kelak juga diperlukan insyaAllah ketika telah menjadi dokter, jadi gpa2 deh nyicil membelinya sekarang. Kata ayah juga klo untuk urusan membeli alat kedokteran tidak masalah, kan toh ntar dipake, hehe..)
Rp 185.000 (ini termasuk murah, dgn wadah yg besar, dibeberapa tempat bisa sampai Rp 250.000)
6.    Toga (hm..kata ayah beli aja, jadi nurut deh..*sebenernya ada alternative pilihan, pertama g usah ikut wisuda, jadi g usah beli; kedua, pinjem punya kakak senior aja; ketiga, ya beli sendiri)
Rp 100.000
7.    Buku tahunan (ini dia, menjadi dilemma, beli apa nggak, beli? Nggak? Beli? Nggak? Beli.. akhirnya pilihan jatuh ke beli.. nyicil si bilangnya, tapi tetep waeee..muahale..puol..)
Rp 220.000 + sewa tempat (Rp 30.000) = Rp 250.000
8.    Kebaya (saya heran, beberapa teman saya udah menghebohkan untuk masalah kebaya wisuda, haha..)
Hm..pake kebaya SMA aja deh..semoga masih muat..haha..
9.    Salon (klo pengalaman dari kakak2 senior, orang-orang biasanya heboh pada ke salon pas wisudaan)
No Make Up!!! Sama seperti dulu pas SMA. Pertahankan!! Walaupun tampak berbeda dan jegleg ma temen2 yg ke salon, but..it’s not important!! Masa bodo lah haiii..
10.    Bla bla bla (apalagi kira-kira yang akan menyusul???)

Hwaaa…g mau notalin ah, stress saya klo tau totalnya. Banyak banget!! Semua itu sudah diminimalisir dengan mencari yang murah. Tapi tetep aja besar pengeluarannya. Sebenarnya masih bisa kalo mau diminimalisir lagi,, hanya saja saya sudah malas.. Jadi cma sampe sini deh peminimalisiran saya..hehe.. *Alesan yang digunakan sebagai MPJ rasionalisasi..haha..

Akhir kata, karena pengeluaran membengkak, harus dipress jajannya...

Ahaaa!! Lama Tidak Membicarakan F1..


Lamaaaa sekali saya tidak mengikuti F1, dulu gencar-gencarnya saya suka balapan ini waktu SMA kelas 1 dan 2. Dulu Schumi masih di tim Ferrari, dan ntah mengapa kenapa selalu dia yang menang. Sampai akhirnya, aku sama sekali nggak ngejagoin dia! Jagoan ku adalah Fernando Alonso, masih muda, bibit masa depan, kupikir. Dia ini ada di tim Renault, dan dulu Renault sendiri masuk dalam 5 besar tim keren di F1, setelah Ferrari, Mclaren, dan Mercedes. Dan benar saja Alonso menjadi juara dunia saat itu. Selain Alonso, saya ngejagoin Kimi Raikonen dari tim Mclaren, sepertinya itu yang membuat saya namain motor saya dengan kimi (tentunya, selain itu ada lagi arti2 keren lainnya dari Kimi. Kimi ini mempunyai segudang arti, hehe..).

Sejak itu, saya hampir jarang mengikuti F1 lagi, paling hanya nonton sekilas dan tidak tau perkembangannya lagi. Terakhir yang saya lihat, Kimi pindah ke tim Ferrari. Sebenarnya saya senang-senang saja melihatnya, walaupun lebih senang lagi klo saat itu, teman satu timnya kimi adalah Alonso. Haha.. Kemudian, tadi ceritanya saya buka twitter, mau liat judul-judul berita, siapa tau ada berita menarik, dan  saat saya buka ada berita Alonso, saya langsung buka linknya deh. Ternyata dari berita itu saya baru tau kalo Alonso udah ada di tim Ferrari sekarang, hahay.. ketinggalan jaman sekali aku.. Ternyata tahun 2010 ini Alonso bergabung dengan tim Ferrari menggantikan Kimi, dan telah menandatangani kontrak selama 3 tahun. Walaupun telat, tapi saya senang karena harapan saya menjadi nyata juga, Alonso ada di tim Ferrari sekarang!! *haha..rodo g penting ni..

Selamat Alonso!! Kamu sekarang ada di tim Ferrari dan semoga bisa menjadi juara dunia berturut-turut tak terganti mengalahkan Schumi, hihi..
Perjuanganmu masih panjang, nak!! *sok tua..

*Gambar dari sini!


Saturday, November 21, 2009

Walau Hujan, Semangat Tetap Ada..

Suasana sore hari yang tidak mendukung, hujan rintik yang tidak lebat cukup untuk menjadi hambatan kegiatan sore ini. Udara yang sejuk manjadi pelengkap kemalasan diri untuk tetap berbaring dibawah selimut tebal. Saat itu, aku berusaha tetap memacu langkah dengan semangat, ada payung yang menemani, jadi kenapa hujan harus menjadi hambatan..hujan bukanlah alasan untuk mengabaikan kewajiban sore ini. 

Sambil melangkahkan kaki, saya mengira-ngira, akankah anak-anak tetap semangat melangkahkan kaki juga untuk menuntut ilmu Allah..belajar bagaimana membaca wahyu Allah dengan tartil..dengan cuaca yang sangat tidak mendukung ini..semoga..dan walau cuma satu, pasti ada anak yang seperti itu.. Ketika tak sampai beberapa meter lagi langkahku, hamparan masjid itu tampak kosong..hanya ada dua orang ibu-ibu yang sedang asik mngobrol dan terhenti ketika melihatku di kejauhan, lalu mereka berseru padaku, "hujan mba, anak-anaknya pada g dateng, tadi ada yang dateng cowo2, tapi balik lagi dikirain gda ngaji hari ini". Saya malah kembali bertanya sambil senyum-senyum karena bingung harus menanggapi gimana lagi, "oh iya ya bu? Ada yang dateng tadi?" Dalam hati saya merasa sangat bersalah, ternyata saya telat, padahal jam menunjukkan jarum pendek diangka empat dengan jarum panjang telah bergeser keangka 10. Biasanya ngaji baru dimulai ketika jarum panjang di angka 30 bahkan lebih, walau sebelum itu beberapa anak telah datang. Tapi tetap saja, kedatanganku yang tidak tepat ini membuat mereka hanya melihat tempat yang kosong dan berpikir tidak ada ngaji hari ini karena hujan. Saya cuma bisa berdoa, semoga Allah memaafkan aku. 

Kemudian saya duduk dan menanti kedatangan anak-anak lain yang ingin memperoleh ilmu sore ini. Saya buka halaman kertas yang saya bawa untuk kubaca sambil menanti, selain itu saya mulai iseng dengan membuka hpku lalu mulai menjepret. Tak lama kemudian ada yang datang, seorang anak perempuan cantik berpakaian orange lengkap dengan kerudung yang juga berwarna orange, membawa AlQur'an di tangannya. Seorang anak kecil pintar yang masih duduk di bangku TK Nol Besar, hm..berarti umurnya sekitar 6 tahun. Kebetulan rumahnya tak jauh dari hamparan mesjid tempat kami mengaji. Senangnya hatiku, masih ada yang semangat untuk tetap hadir. Dari jauh kusapa anak ini, "shalsa..." dia pun berlarian menuju tempat ini karena tidak memakai payung. Kami tidak langsung memulai karena menunggu yang lain hadir. Sambil menunggu shalsa kecil yang emang masih kecil jadi tidak lepas dari bermain. Dia bermain-main dengan payungku, berlari-lari, juga ikutan mainin hpku, mulai dari jepret-jepret hingga main game yang ada di hp. Shalsa ini anak yang hebat, dia hampir hafal sejuz dari juz 30. Aku pun kalah hafalannya. hehe.. suatu saat aku ingin menceritakan khusus tentangnya, semoga saja aku sempet membuatnya. 

Tak lama kemudian datang satu orang lagi, anak laki-laki yang besar dan ulahnya minta ampun..mesti sabar-sabar aja deh..hehe.. Dia udah kelas 6 sd, sudah bisa baca AlQur'an, tapi untuk hafalan masih jago shalsa. Dateng-dateng, dia langsung berkata, "mba, punya fesbuk g?" sambil memegang hpnya. "wuduh..hp baru?masih sd aja udah gaya punya hape..mau fesbukan lagi.." dia menimpal sambil asik dengan hapenya, "nggak og mba..ini masih diumpetin, dikasihnya klo aku mau ngaji aja, kalo g dipegang ibu." lalu dia menambah celotehnya dengan tetap asik mainin hpnya, bahkan aku pinjem ngeliat bentar aja, g dibolehin sama sekali. Benar-benar dah ni anak. Dulu, dia ini minta ampun rese nya, tiap ngaji pasti menodong mba-mba atau mas-mas nya yang ngajarin ngaji supaya mau minjemin hp mereka buat dia main game. Kalo kita gamau ngasih, dia g akan menyerah dengan tetap memaksa bahkan mengambil dengan paksa. Dan repotnya dia gamau diomongin. Kalo kita nasehatin g mau ngedengerin sedikitpun, malah terkadang menimpali. Oia, namanya Bofa. Dia juga punya 2 orang adik yang ikut belajar ngaji juga. Tadi saat kutanyakan adik-adiknya, dia menjawab lagi sakit. 

Setelah lumayan lama menunggu, kami pun mulai dengan diawali membaca surat AlFatihah dan do'a mau belajar. Lagi-lagi Bofa berulah, dia sulit sekali diajak untuk membuka belajar kita sore ini, dia gamau membaca do'a mau belajar. Hm... Dia malah bilang "aku keri ah mba.." awalnya aku ga tau maksudnya, ternyata dia mau terakhir, "yowes to..karepmu..tapi baca do'a dulu" Lalu, tiba-tiba Doni datang. Adiknya Bofa yang paling kecil, anak laki-laki yang sangat lucu, pipinya sangat menggemaskan sekali. Dia masih duduk di bangku TK Nol Kecil, jadi dia masih menggunakan Iqro, berbeda dengan shalsa yang juga masih TK tapi dia sudah ngaji dengan AlQur'an dan hampir hatam, Subhanallah.. Doni diantar temanku yang juga mengajar mereka, kebetulan dia ngekos di rumah orang tuanya Bofa dan Doni. Dia mengajar di hari yang berbeda, tapi berhubung tadi aku sendiri, jadi kuminta dia menemani sebentar, dan ternyata Shalsa emang ingin ngaji bersamanya. Jadi deh, aku membimbing Doni dengan Iqronya. Hiiii...gemesin banget, apalagi ketika Doni mengucapkan huruf demi huruf hijayyah, sangat semangat, sambil diiringi senyum dan tawa.. Setelah itu, saya mencoba hafalan pada Doni, mulai dari AlFatihah, yang ternyata masih sedikit belibet. Lalu, saya coba dengan AlIkhlas aku bimbing biar dia mengikuti, taunya dia cuma ngucapin sepenggal-penggal aja, dan keras bgt pas diakhirnya..jadi yang bersuara cuma "edde..edde..edde.." Dia ngikutin pas qolqolahnya ajaaaa... Hwaaa...dasar Doni...lucu bgt si kamu..

Friday, October 2, 2009

Saya, si Monster Pemakan Pulpen

Bismillah..

Kenapa Monster? Soalnya bener-bener udah kelewatan, semua pulpen dilahap, habis, musnah, hilang ntah kemana, tak bersisa. Bahkan tidak hanya pulpen milik saya yang jadi korban, pulpen lain milik teman-teman pun bisa-bisa hilang, musnah, tak kembali, dan tak berjejak, kalau sudah saya pegang.

Saya itu bener-bener g bisa betah setia dengan satu pulpen hingga habis, heran saya juga. Kalau tidak hilang, ya mati.. Pernah sekali saya bertahan dengan satu pulpen, benar-benar hingga habis tintanya, wah..bukan main senangnnya waktu itu..Bangga saya..Takjub bukan main..hehe.. *lebaymodeon

Tangan saya ini ajaib sekali, bisa dengan gampangnya membiarkan pulpen-pulpen tersebut menghilang dalam sekejap.

Pengalaman saya dengan pulpen:

Setiap memakai pulpen, selalu saja baru beli beberapa hari, seminggu paling nggak, tiba-tiba pulpen tersebut tamat riwayatnya, tidak lagi sanggup meninggalkan jejaknya di kertas. Kemudian, saya sering sekali tidak membawa pulpen, jadilah saya sering pinjam sana sini. Selain itu, saya sering kehabisan pulpen juga, akhirnya saya pilih cara yang  saya pikir akan sangat mujarab, yaitu beli se-kotak. Tapi ternyata, dalam sekejap pulpen itu sudah ludes dari kotaknya. Ko iso? Kemana mereka semua?

Jawabannya, tidak lain tidak bukan, hampir tiap hari saya comot dari kotaknya, gara-gara saya selalu menghilangkannya, ditambah kondisi buru-buru ketika berangkat kuliah, jadilah saya pilih cara cepat: ambil pulpen baru di kotak. Begitu pula esoknya..juga esoknya.. Tekor juga nih kalau gini, pikir saya.

Selain itu, saya pun sering berfikir, ada di tas nih pulpennya, langsung aja dengan tenang pergi kuliah. Tidak jarang saya tiba-tiba grasak-grasuk mencari pulpen di tas, tapi tak kunjung ditemukan, akhirnya teman sayalah yang jadi korbannya. Yang jadi masalahnya adalah, hampir sangat jarang sekali, saya berhasil mengembalikan kembali pulpen teman saya ini dengan utuh kembali ke tangan mereka. Hehe.. Soalnya, saya itu pelupa kronik, walau dengan sekuat tenaga saya ingat-ingat agar tidak lupa mngembalikan, tapi tetep saja saya lupa, dan tak sengaja terbawa pulang. Kalau seperti ini sudah bisa dipastikan pulpen tersebut jadinya musnah dan tak kembali lagi ke tangan pemiliknya. Esoknya, saya hanya bisa mendatangi mereka degnan tampang sok memelas, lalu minta maaf, hehe.. Selalu dan selalu seperti itu.. Pernah sih kembali dengan selamat ke pemiliknya, tapi sepertinya bisa dihitung. Atau nggak, kembalinya dalam waktu yang cukup lama, ketika tiba-tiba saya menemukannya. Tapi, Lebih banyak yang tidak kembali masalahnya. (teman..suatu saat akan saya kembalikan..hehe..)

Alhamdulillah, korban saya tidak jauh-jauh, teman-teman dekat saya juga. Mereka sampe bosen kali ya, kalau saya minjem pulpennya. Dan setiap saya ingin menggantinya, mereka semua nggak ada yang mau. Bahkan ada temen saya (baca: Luluk) yang bilang, “tenang ma, setiap aku minjemin pulpen ke kamu, aku udah ikhlas ngasih pulpen itu ke kamu” haha.. soalnya dia tau, kemungkinan untuk kembalinya 50:50. Maaf ya teman,, tapi mau bagaimana lagi, saya pun butuh pulpen untuk menulis saat itu. Akan saya usahakan agar kecerobohan saya memegang pulpen berkurang. Doakan juga ya.. supaya kalian tidak lagi menjadi korban saya..

Yang mengharukan lagi, waktu saya pinjem pulpen kemarin. Sebelumnya, saya ucapkan, “tolong tagih saya ya sebelum pulang! Saya takut lupa..” taman saya berkata, “masa udah dipinjemin, terus minta diingetin lagi” saya tertawa, “kan kamu tau aku suka lupa” tapi, teman saya malah berkata, “aku percaya ko sama ima”, hikss… mengahrukan.. dia (baca:nisa) berkata seperti itu.. serasa terkoyak-koyak ini.. hehe.. *lagi-lagi..lebaymodeon

Lalu, saya disarankan ini itu sama teman saya agar saya bisa lebih hati-hati. Ni diantara saran-saran tersebut, saya bagi-bagi, siapa tau ada diantara kalian yang ceroboh juga seperti saya:

·        Beli pulpen mahal sekalian. Supaya kita jadi sayang kalau hilang, jadi bisa lebih menjaga.

·        Beli pulpen satu aja. Supaya kita merasa cuma punya satu-satunya, jadi lebih dirawat biar tidah hilang karena tidak ada penggantinya lagi.

·        Beli pulpen kalung kaya waktu SD dulu. Supaya pulpennya dikalungin kemana-mana, jadi g pernah lepas dari kita, bisa awet deh, g hilnag kemana-mana. Ini sarang konyol menurutku, masa iya kita gantungin pulpen kaya anak-anak lagi. Hm..tapi klo ada yang mau ngasih saya pulpen seperti itu, saya mau aja.

Hanya segitu sih saran yang saya ingat. Baiklah! Akan saya coba saran teman-teman (saran pertama dan kedua saja tapi). Sudah saya beli pulpen baru, sebuah pilot hi-tec-c seharga Rp 16.000,00. Semoga saran kalian manjur. Sudah saya bela-belain membeli pulpen mahal sekali, biasanya saya cuma beli pulpen seharga seribuan aja. Tapi, untuk perubahan yang lebih baik, saya pun membelinya. Semoga awet ya kali ini..amiinn..

Saturday, June 20, 2009

Derita Duka Ujian

Alhamdulillah..

Ujian pre semester telah selesai. Rasanya senang sekali telah melewatinya, padahal ini bukan akhir dari ujian karena masih ada ujian-ujian semester seminggu lagi, hanya dijeda dengan minggu tenang. Ow..minggu tenang?? Minggu tegang sepertinya lebih tepat. Yups, inilah kampus saya, ujiannya satu semester itu bisa mpe tberkali-kali. Jadi berasa satu semester itu penuh dengan ujian, padahal satu semester efektif saja hanya 3 bulan, belum lagi rata-rata ada 8 matakuliah, nah tiap mata kuliah g nentu lagi ujiannya, jadi untuk satu kali masa ujian aja bisa butuh waktu 3 minggu terkadang. Baru saja melepas lelah dari rentetan ujian pertama(mid), tiba-tiba rentetan ujian berikutnya muncul(pre). Nah loh..ujian pre usai, giliran ujian semesteran..Wow g kebayang..ko g berhenti-berhenti yah ujiannya...

Gitu-gitu terus sepertinya yang saya alami. Tapi masih lebih baik daripada saat kami dulu masih menggunakan system blok, itu lebih ancur lagi. Kuliah satu blok 4 minggu, tapi bahannya bahan kuliah satu semester!!gila ga tuh..(agak lebay sih, tapi bener-bener ga jauh ko seperti 1 semester, hanya agak dikurangi sedikit-sedikit, makanya kami tidak memperoleh materi sama seperti yang system lama) jadi kaya bukan belajar itu mah, tapi kaya dikejer-kejer setoran, jalan pintas bener-bener kami libas..belajar soal tanpa mengerti materinya. Alhasil!! saya ngulang lagi pas sudah ganti ke system lama lagi.

Sangat sangat beda dengan waktu sekolah dulu. Jadi merasa agak jeglek aja waktu saya baru awal-awal kuliah mendapat serangan-serangan ujian berentet ini. Lama-lama ko jadi baal ya, mpe akhirnya belajar tidak harus dilakukan secara mutlak. Ketakutan-ketakutan pun jadi hilang dan jadi kebal klo g bisa ngerjain soal ujian, jadi kebal klo dapet nilai jelek, kebal klo akhirnya mesti ikut semesteran lagi, dan kebal juga untuk mengulangnya dengan ikutan sisipan.

 

Sampe akhirnya, untuk ujian-ujian sekarang ini saya merasa jenuh sendiri, dengan bahan yang berjubel minta untuk dimasukkin ke otak saya yang punya kapasitas terbatas juga pastinya. Akhirnya, ya ada yang masuk..ada yang g sempet masuk sedikitpun, ada juga yang udah masuk, tapi  gara-gara g dapet pelayanan dari saya, jadinya mereka pergi lagi deh dari otak saya. Wah yang seperti ini nih bikin g nyaman. Sepertinya saya baca nih..tapi..hm..apa ya..ko g dapet kata konkretnya..(jadi deh pikiran-pikiran seperti itu yang selalu muncul saat ngerjain soal. Syukur-syukur klo rejeki, saya bisa manggilin mereka untuk pada balik lagi. Tapi, klo udah g rejeki, kerasnya usaha kaya apa juga untuk manggil mereka, boro mereka mau dateng, mampir buat nongolin muka aja g mau! Itulah gunanya do’a ---Ya Allah..hope everything will be best---)

 

*tidak untuk ditiru di rumah,,he..^^

Wednesday, June 17, 2009

MISS COM!!

Suatu siang di Lab. Parasit, para asisten sedang menjaga adik-adik semester 4 latihan identifikasi Parasit untuk persiapan ujian praktikum mereka.

Pipin bersama Yuyun baru tiba ketika preparat telah terpasang semuanya dan kloter satu telah dimulai. Mereka tidak sempat ikut mempersiapkan prepara-preparat yang akan dikeluarkan hari itu. Otomatis mereka tidak tahu dengan pasti preparat-preparat apa saja yang dikeluarkan, udah gitu kunci jawabannya pun sedang di foto copy. Al hasil mereka hanya bisa menggunakan jurus-jurus jitu mereka dengan mengandalkan ingatan dan feeling mereka dan pastinya ke-sok-pintar-an mereka ketika ditanya adik-adik. Hoalah...sesat...

Kloter satu pun telah usai. Waktunya untuk PeBe (Praktikum Bebas), waktunya mereka bisa bertanya-tanya sepuasnya ke para asisten dan melihat kembali preparat-preparat yang masih belum jelas. Waktunya para asisten beraksi untuk menjelaskan dan unjuk kemampuan. Nah loh, si Pipin benar-benar tidak ada persiapan, belum belajar, dan belum mengecek preparat sebelumnya, tapi demi tanggung jawab dan amanah yang telah diberikan padanya, dia tetap berusaha untuk membantu adik-adiknya ini. Dia tetap melayani pertanyaan-pertanyaan yang disodori dan menjawab serta menjelaskan semampunya. Tiba-tiba ada yang menanyakan sebuah preparat,

adik 1 : "ini telur apa ka?"
pipin   : "hm..apa yah..sek yo dek..ko agak aneh ya bentuknya.."

Pipin bingung, soalnya selama ini dia merasa tidak pernah melihat preparat telur yang seperti itu, agak tidak jelas wujudnya, dia kemudian berfikir telur Paragonimus, tapi gda operculumnya, telur Schistosoma, tapi gda durinya, sungguh aneh. Ah, mana kuncinya gda lagi. Jerit hati Pipin. Karena tidak ingin menyesatkan mereka, akhirnya dia bertanya deh pada temannya yang sembari tadi sudah datang dan juga ikut serta menyiapkan preparat-preparat ini.

pipin  : "jen, ini telur opo toh?"
Jejen : "itu loh..Telur Schistosoma...*teeetttt..."
pipin  : "ohhh..Schistosoma japonicum..ko aneh ya bentuknya"

pipin langsung menjelaskan ke adik-adiknya tadi. berhubung dia belum belajar, jadi dia pun menelan mentah-mentah yang dikasih tau temannya ini, kalo itu adalah preparat Schistosoma japonicum, padahal duri di ujung itu sebenarnya ciri telur Schistosoma haematobium, kalo telur S.japonicum itu benjolan-benjolan bukan duri. Nah loh, pipin yang sebelumnya tidak belajar lagi, dia lupa, kalo yang durinya diujung itu telur S. haematobium bukan japonicum. Karena dia emang lupa, ya..dia santai aja seperti tidak terjadi kesalahan.

"tok tok tok" (suara batu yang dipukulkan 3x ke meja). Wah, tandanya kloter1 telah usai dan dilanjutkan dengan kloter2 yang masuk. duapuluan anak-anak semester4 lainnya berebutan masuk. Dan Alhamulillah... kunci jawaban pun telah tiba...seketika itu juga Pipin melihat dan mengamati lagi, apa-apa yang tadi sudah ditanyakan ke dia, benar atau salah yang dia katakan ke mereka itu. Dan...tampak guratan pucatan pada wajah pipin, dalam hatinya ternyata ada sebuah kecemasan "loh kok, no. 11 jawabannya Telur Schistosoma haematobium, bukan S.japonicum???", merasa bahwa ini bukan kesalahannya, dengan spontan pipin langsung protes pada jejen dan menyalahkannya...

pipin: "jen..no. 11 Schistosoma haematobium...bukan japonicum.."
jejen: "lah iya..emang..tadi kau bilang gitu kan??"
pipin: (gmau kalah dan gmau disalahkan)
          "nggak ya..tadi kamu bilangnya S.japonicum.."
jejen: (gamau kalah dan gamau disalahkan juga)
         "japonicum gimana, itu durinya diujung ko. Aku ga bilang japonicum, jelas-jelas aku               bilangnya haematobium "
pipin: (yang masih ngotot juga klo dia g salah denger)
          "tapi kamu tadi bilangnya japonicum ke aku!"
jejen: (masih g terima disalahkan)
          "apaan? aku ngasih taunya haematobium juga"
pipin: (tidak yakin dengan pengakuan jejen karena dia merasa masih mengingat betul kalo           jejen bilang japonicum)
          "masa sih? bukannya  kamu bilangnya japonicum ya tadi?"
jejen: "nggak..haematobium yo...."

ah..mereka ini membuat ribut saja..keributan ini spontan menjadi perhatian para asisten yang lain.

Iis: "udah..udah..g usah ribut donk ah..cuma salah paham aja tuh, miss com doank!                   mungkin pipin yang salah denger, mungkin juga jejen yang salah ngomong.."
Pipin: (Tersadar)
          "Hahaha..iya iya..aku yang salah denger, maaf deh.."
Jejen: (g  mau kalah menampakan penyesalannya juga)
          "iya aku yang salah ngomong deh.."

gubrak!! kacau!! malah rebutan merasa bersalah..
tadi mereka rebutan merasa bener..lah sekarang rebutan merasa salah..
dududuh..aneh sekali mereka..

Iis: "hadoh hadoh...gimana sih kalian, tadi aja pada g mau ngalah, merasa paling bener. lah       sekarang giliran udah pada sadar, eh..sama aja, pada ga mau ngalah juga. Malah pada        pengen jadi terdakwanya!!"
Pipin dan Jejen: (tertawa)
                         "HAHAHA...IYA YAH..ANEH BGT SIH KITA!!"
pipin: udah ah..cape berdebat..
jejen: "sama"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

sepenggal percakapan yang menurut saya banyak hikmahnya..^^
hihihi..terkadang kita itu tidak sadar ketika berucap dan bertindak. terkadang kita pun sulit sekali melihat kesalahan diri sendiri dan lebih senang berfikir kalo kitalah yang benar dan dia yang salah. hm..rasa egois yang ada pada diri ini lah yang terkadang membuat kita merasa selalu benar, sehingga untuk memenuhi rasa kepuasan akan id(nafsu) kita, terkadang tampa sadar kita cenderung untuk menyalahkan orang lain. inilah suatu defense pada diri kita, suatu mekanisme pertahanan jiwa kita agar tetap bertahan di dunia ini dalam kondisi sempurna. begitu berfariasi defense yang dilakukan setiap orang salah satunya dengan cara diatas.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nih penjelasan dari beberapa kata sulit:
Parasit: jasad yang mengambil makanan
Schistosoma: cacing trematoda yang berbentuk seperti daun, badannya tidak bersegmen, memiliki alat pencernaan, hidup di darah.
S.japonicum: salah satu spesies schistosoma, telornya memiliki tonjolan di permukaannya
S.haematobium: salah satu spesies schistosoma, telornya memiliki duri di ujungnya.
S.mansoni: salah satu spesies schistosoma, telornya memiliki duri di sisi samping.
Paragonimus: cacing trematoda yang hidup di paru-paru. telornya mempunyai operkulum.

Friday, May 29, 2009

sebuah renungan-2.....

satu lagi kejadian yang mengingatkan ku kepada Allah..

segala sesuatunya pasti akan kembali lagi kepada Allah..
semua yang ada di dunia ini milik Allah..
kita hanya dipinjamkan..

tadi, usai pertemuan rutin dengan teman-teman KSM, saya segera melaju ke ATM, lalu mampir ke AsySyifa menjalankan perintahNya. tiba-tiba saja teringat untuk mampir sejenak ke perpustakaan. cuma bentar di perpus, hanya 20menit. iseng memang. saya agak malas ke perpus, soalnya kondisinya yang tidak nyaman dan juga tempatnya yang terpisah dan lumayan butuh tenaga jika harus ke sana tiap hari, apalagi tanpa kendaraan. kata temanku, 'penting ma kita ke perpus, silaturahim dengan penjaga perpus.' hehe..saya tertohok, tapi gimana donk??hihihi... betul juga, perlu rasanya kita mengunjungi dan bersilaturahim dengan mereka yang sudah rela menuggu kami(mahasiswa) untuk berkunjung, tapi hanya segelintir yang sedia untuk memenuhi panggilan mereka. sayalah contoh orang yang jarang sekali memenuhi panggilan mereka dan teman saya ini merupakan contoh orang yang senang sekali memenuhi panggilan mereka. rasanya dia ini sudah mengenal semua penjaga perpus. ups, saya jadi malu.

setelah keluar dari perpus, pikiran saya baru berespon tentang Hp. saya cek tas saya..loh ko..mana hpnya??
gawat..gawat..saya tidak mau lagi kehilangan hp untuk kedua kalinya. belum lagi saya baru kehilangan jam yang sulit didapatkan di sini. hp saya bukan hp bagus, heran saya klo ada yang doyan dengan hp saya. tapi jangan salah, penampilannya saja yang seperti itu, sesungguhnya dia masih cantik dalamnya. temen-temen saya aja pada sirik, pengen punya hp kaya saya,hehe..soalnya hp satu ini bener2 bisa muat inbox mpe serebu..hohoho..^^
belum lagi dia telah menyimpan banyak contact teman lama saya untuk sarana bersilaturahim saya. dan juga nomor itu kan nomor yang sudah dikenal banyak orang. bahaya klo ilang.

secepat kilat saya pikirkan kemungkinan hp ini ketinggalan, saya tidak berfikir dicuri atau bagaimana, karena hilangnya masih di lingkungan kampus, dan saya merasa setelah dari sekrebem tempat acara tadi, saya tidak berinteraksi dengan banyak orang lagi. berarti yang menjadi pikiran saya adalah sekrebem. lalu saya minta teman saya untuk miscol hp saya, dia pinjamin hpnya. dan ada yang ngangkat saudara..
Alhamdulillah..
tapi orang yang ngangkat ko aneh ya..
jadi ragu saya..
tiba2 saya ingat klo ini hp orang dan saya cuma minjem untuk miscol. eh malah saya pake ngobrol. maaf ya teman..

ah,saya tidak bisa berfikir dimana lagi selain di sekrebem. langsung deh saya jabanin sekre.
dalam perjalanan saya harap-harap cemas, semoga benar orang yang mengangkat tadi ada di sekre. saya berdoa jangan sampai hilang. saya tahu, semua itu hanya pinjaman, mungkin hp itu mau diambil lagi oleh Yangpunya, gara-gara saya yang kurang amanah menjaganya. mungkin ini merupakan pengingat untuk saya agar lebih dekat lagi denganNya. lebih sering mengingatNya. atau ini juga peringatan kepada saya untuk bisa menjaga titipanNya dengan sebaik mungkin. atau peringatan supaya saya tidak ceroboh lagi dan lebih bisa menjaga barang dengan baik.

nyampe-nyampe, seperti biasa sekre sedang dipenuhi dengan anak-anak bem yang lagi asik rapat. kedatangan saya agak mericuhkan mereka sepertinya. tapi mereka tidak merasa menemukan hp jelek ku ini. mereka malah menanyakan hal-hal g jelas. "ko bisa ilang mba?" "amng mba naro dimana?" "siapa yang ngangkat mba?" "wah fansnya kali mba" "emang orangnya tadi bilang apa aja mba?" "suaranya gimana mba?" "buat sayembara aja mba kaya H***** (kemarin orang ini juga habis kehilangan Hp dan membuat pengumuman)" pokonya aneh2lah yang mereka tanyakan dan mereka sarankan. hm..semakin mecurigakan saja tindaktanduk mereka..
saya sepertinya dikerjai mereka.
benar saja..akhirnya mereka nyerah, kemudian memberikan hp nya pada ku..
dasar anak-anak nakal!!!

Alhamdulillah dia kembali..
berarti ini  masih rejeki saya. terimaksih ya Allah..
berarti saya masih dipercaya untuk menjaga hp ini. saya masih diberi kesempatan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin..

selain itu yang saya pahami adalah..janganlah kita takut akan kehilangan sesuatu atau sedih akan hilangnya sesuatu karena semuanya akan kembali lagi pada Allah YangMahapenentu. akan kembali lagi pada kita jika Allah meridhoi seperti itu, dan akan lenyap dari diri kita jika Allah meridhoi seperti itu.

sebuah renungan..

bismillah..

di sebuah ruangan yang tidak besar dan juga tidak kecil, cukuplah menampung 20an orang bahkan lebih untuk melakukan segala aktifitas kemahasiswaan. usai solat jum'at, segera beranjak ke tempat ini. sebuah tempat dimana telah diberitahukan semalam sebelumnya akan diadakan acara rutin suatu kelompok. saya tidak boleh telat, harus mencontoh yang baik. lagi pula menunggu orang itu memang tidak enak, maka janganlah menjadi orang yang ditunggu. yups, nyatanya saya telat juga..1 menit dari jam di hp saya, walau menurut teman saya sudah telat bermenit-menit. itu hanya kesalahan teknis, perbedaan jam yang dipakai.
sesampainya di sana, saya kaget, kemana orang-orang? selalu dan selalu saja seperti ini..bahkan sekarang lebih parah! hanya ada koordinator acaranya, penanggung jawab acara hari ini, pembicara, dan tentunya saya! jeglek! kapan ini akan berubah..
rasanya tidak mungin kalau acara ini langsung dimulai, mana orang-orang yang seharusnya berhak mengikuti acara ini, mana orang-orang yang ingin belajar, kami hanya memberikan sarana ini... tapi nyatanya bahkan mereka sendiri pun tidak peduli akan adanya acara ini..

walau kemudian perlahan ada yang datang satu, dua orang..
ada juga yang datang hanya sekedar izin..
banyak pula yang hanya meng-sms untuk izin..
tapi lebih banyak lagi yang tidak ada kabar beritanya..
akhirnya 4L (Lo Lagi Lo Lagi)

rasanya kalau seperti ini terus, ingin rasanya saya hentikan sampai di sini saja..
cukup untuk semua ini..
tidak perlu lagi ada acara-acara untuk mempersaranai mereka dalam memperoleh ilmu yang tidak didapat di ruang kuliah..ataupun membantu mencari peluang-peluang besar dalam berkarya..toh mereka juga tidak menginginkan ini sepertinya..
sama-sama enak jadinya..
mereka tidak perlu meluangkan waktu untuk acara rutin seperti ini, dan kami pun tidak perlu susah-susah mengadakannya..
*itu gejolak hati hitam saya

tapi bukan itu masalahnya..
ada visi dan misi yang lebih besar lagi yang harus dibangun di sini..
dan itu memang tidak mudah..penuh dengan pengorbanan..
bukan mau saya memang melaksanakan ini,,tapi saat ini sudah beda posisinya,,saat ini adalah waktu untuk menjalankan dengan sebaik mungkin..
bukan lagi penyesalan yang muncul..
atau keluhan-keluhan tak berguna..
atau bahkan menyalahkan orang lain..
atau malah kesal pada sekelompok orang..
atau hanya mencari-cari alasan..

cukuplah berusaha dan tetep melaksanakannya sebaik mungkin..
tetap berikan fasilitas itu..
karena walaupun sedikit pasti ada yang membutuhkan itu..
buktinya akhirnya ada juga yang datang..
dan akhirnya pun merasa puas dan mendapatkan ilmu baru..
keakraban pun bisa terjalin..

loyalitas milik sebagian orang saja..
dan orang yang berloyalitas tinggi berhak untuk medapatkan ini..
tapi, jika tidak ada tanggapan, maka bersabarlah sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersabar.

yang paling penting, jangan sampai engkau melupakan dan menyia-nyiakan amanah yang sudah dipercayakan..
Astaghfirullah..
sebenernya, kalau boleh dipikir-pikir..tidak sanggup rasanya melakukan ini..tapi ini sudah terima, itu artinya harus siap menjalankannya..
jadi, cukuplah ikhtiar sebaik mungkin dan berdoa kepada Allah..lalu setelah itu,,bertawakallah..
sesunguhnya Allah maha mengetahui segala hal..

maafkan saya teman-teman..jika apa yang saya lakukan hanya mengecewakan kalian..dan jauh dari harapan kalian semua...
sungguh, sebenarnya saya ingin memberikan yang terbaik..
ternyata hanya inilah kemampuan saya..
sampe2 saya tidak bisa mejadi figur yang baik untuk kalian..
semoga kita tetap diberikan petunjuk jalan yang lurus..aamiin..