Showing posts with label indahnyadunia. Show all posts
Showing posts with label indahnyadunia. Show all posts

Tuesday, August 3, 2010

[SumBar] Pesisir Selatan "The Last Journey"




Menunggu azan subuh, setelah jenuh menguntai kata dalam laporan..

melihat kembali arsip foto-fotoku, dan kutemukan ini..
foto terakhir kali aku ke Painan, kab. Pesisir Selatan, Sumbar..
daerah ini adalah daerah yang akan selalu terekam dalam memori otakku, yang selalu ingin aku kunjungi terus..keindahannya tak kutemukan di pulau Jawa ini..*hm..belum tepatnya..
ini baru sebagian kecil keindahan Sumbar yang sempat diabadikan, masih banyak lagi ekindahan-keindahan Sumbar yang tak sempat kuabadikan..apalagi kampung halamanku..sawah membentang..bukit menghampar..sungai mengalir..dan tak lupa rumah-rumah panggun dan rumah-rumah bagonjong..hwaaaa...*kangen..

foto-foto ini banyak penge-crop-an orang, hehe..biar terlihat lebih alami, jadi orang-orang yang mengganggu penglihatannya dibuangin..
dan foto-foto ini, jepretan bersama dengan kakak, sudah tak terdeskripsikan lagi maan jepretanku dan mana jepretan mereka..kolaborasi bersama deh pokoknya..

sehari sebelum walimahan kakak pertamaku, bulan April tahun 2008..*tanggalnya lupa..

Sunday, July 18, 2010

[Semarang] Gombel "Mengejar Matahari"


mengintip dibalik pohon..

Mengejar Matahari..

Itu yang kami lakukan pagi ini!!
Biasa ide ini emang datang dari luluk..
Tiba-tiba dia ngajakin buat liat sunrise di Gombel. Selama ini, kalo lewat Gombel saya cuma lirik-lirik, abis ini pemandangannya abgus, dan klo di tempat yang pas, bahkan laut pun bisa terlihat.. wow banget deh!! Tapi, spot yang kita ambil tak bisa melihat laut, lagi pula karena cahaya matahari maish dikit dan masih tertutup sedikit kabut, maka agak kurang jelas tumpukan kota Semarangnya..

Tadinya, kita berencana pergi berempat, tapi dua orang berguguran..tinggal kami berdua deh.. Udah gitu, niat aneh kita, awalnya kita sempet berencana, jalan kaki aja ke Gombelnya.. haha..yang ada kita g nyampe sini klo jalan kaki, secara jauuuuuuuhhh..hihi..

Rencana awal sebelum jam 05.30 udah pergi, ternyata malah lebih dari jam itu, kita udah watir aja, jangan-jangan g dapet liat sunrisenya lagi..
sepanjang jalan kita liatin tuh langit..kok udah terang ya..janga-jangan sunrisenya udah lagi, haha..k
Tapi, ternyata tidak, semakin lama kita melihat merahnya langit, hwaaa...ayooo segera sampai Gombel sebelum mataharinya muncul..kita berpacu dengan langit.. hanya untuk melihat sunrise..
Horeeee..sampai juga di Gombel sebelum mataharinya mucul..

hihi..dengan isengnya kami beri nama perjalanan ini dengan judul.."Mengejar Matahari" :D

Saturday, May 1, 2010

Bangunan Tua




BIsmillah..

bangunan-bangunan tua ini sungguh eksotis..
Menampakkkan kegagahan jaman dulunya..walau sekarang telah terlupa dan hanya berteman dengan ilalang dan lumut..

"Kegarangan dan penuh misteri", aku menggambarkannya..
Seperti ada kenangan yang membekas dan luka lara sang bangunan yang terlupa..tetap kokoh walau teracuh tak terusik dan tak terurus..
Menampakkan kesuraman pada diri mereka, tapi kekokohan tetap mereka tunjukkan..

Itulah mereka..
Tergambar pula pada manusia renta..
Kita pun suatu waktu akan mengalaminya,
jika Allah mengizinkannya..

Tapi jika aku boleh memilih..
Aku ingin menjadi tua dengan kekokohannya..tanpa kesuramannya..
Tetap dikenang..tetap diingat..bersama saudara-saudara tersayang..
tanpa perlu menyusahkan yang ada..

Friday, April 9, 2010

Tawang-Kota lama




Bismillah..

it's one of my favorite place in Semarang..

Biasanya cuma bisa menikmati sambil lewat, tidak pernah menignjakkan kaki sebentar saja.. Hanya memandang dan bedecak kagum akan keindahannya, Subhanallah..

Sering saya melewatinya, siang hari atau sore hari jika ingin memesan tiket kereta buat pulang, atau malam hari kala mau pulang naik kereta, bahkan saat fajar usai pulang dari Cirebon. Yup, memandangnya..kereeenn.. sangat unik dan tempo dulu..

Bersama Kimi, sahabat setiaku saat ini, yang selalu menemaniku kemanapun aku ingin pergi, saat mendesak dan terburu-buru, saat santai dan memanfaatkan waktu, bahkan saat hanya iseng-seng saja..
Aku menginjakkan kaki, untuk beberapa menit saja di sini.. tidak lama.. tapi cukup melepas rinduuu dan mewujudkan keinginan terpendamku..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tawang-Kota lama..
walaupun tak megah bak gedung-gedung menjulang di gemerlapnya kota..
tapi itu sisi indahmu..
keindahan mempertahankan jati dirimu diantara kemegahan dunia saat ini..
aku pun tak sekuatmu, mampu bertahan di gemerlapnya dunia ini..
hanya usaha yang pun tak maksimal yang dapat kulakukan..

dengan otakku, aku ingin merekammu selalu..
dan dengan kamera saku ku, aku ingin mengabadikanmu..

Saturday, January 16, 2010

another side of bergota-gunung brintik!!





'Bergota' namanya cukup asing, dan agak aneh terdengar untuk sebuah tempat. Pertama kali saya menginjakkan kali di Semarang, saya kaget ada nama daerah bernama bergota, belum lagi awalnya saya mengenal dengan sebutan 'Bergota Kamar Mayat'..waduuhhh..tambah-tamah merinding saya dengarnya..
Memang kami ini kuliah masih di kawasan Rumah Sakit, dan bagian yang paling dekan dengan kampus adalah Kamar Mayatnya. Kamar Mayat ini pula yang paliing dekat dengan dengan kawasan rumah penduduknya, sehingga agar lebih mudah mengenali tempat ini dikasih icon Bergota Kamar Mayat, klo nytop angkot, bilang ke abang2nya seperti itu, insyaAllah nyampe..hehe..

Bergota ini selain sangat dekat dengna kamar mayat dari Rumah Sakit KAriadi juga merupakan kawasan pemukiman orang2 terdahulu yang telah meninggal dunia. Hm..saya sederhanakan dengan menyebutnya kuburan..bergota ini juga merupakan komplek perkuburan yang besar, babhkan katanya terbesar di Jawa tengah..

terlihat seram bukan?
tapi kenyataannya tidak..karena bergota ini sangat ramai, ramai dengan penduduk yang ramah2 juga..
bahkan rumah bersisian langsung dengan kuburan pun rasanya sudah wajar..

Oia, bergota ini juga tempatnya agak berbukit. Walau berbukit, tapi sama sekali g dingin, hanya landscape nya saja yang berbukit2..
Ada suatu kawasan di sana yang disebut gunung berintik, emang agak menanjak dibandingkan dengan yang bergota kamar mayat ini. Di gunung berintik ini lebih banyak kuburannya, dan bersisian dengan kampus kami ayng emang agak sedikit memisah. Di sana biasanya hanya untuk anak2 baru yang semester 1 dan 2, juga masih dipakai buat praktikum angkatan 4 dan 5. Pokonya kuliah di tempat ini bagaikan musibah, haha.. udah jauh di atas, jalannya mendaki2, terasa tersisih lagi, ketemunya cuma ma angkatan kita, serasa bukan kampus.. Apalagi ada suatu bagian yang lebih jauh ke atas lagi, bagian Histologi, ini bagian terjauh, dan tercapai, klo mau praktikum HIsto, Subahanallah..mesti menaiki tangga 100 (ini agak lebay, tapi jangan2 bisa lebih, hehe..) tangga itu sekarang sudah ditutup dan ditumbuhi ilalang, jadi kalau mau mengakses tempat itu sudah tidak bisa lewat jalan itu, harus lewat jalan mobil, dan itu lebih jauh lagi..

Tapi ternyata Bergota mempunyai pesona lain..pesona yang indah..bukan lagi sebuah bergota yang penuh kesurama..

ni bisa dinikmati another side of Bergota..

Friday, August 7, 2009

Purnama Mengintip




indahnya rembulan di waktu pertengahan bulan..
dia tunjukkan wujudnya utuh saat ini..
mengintip dunia malam ini..

berdiri kokoh di malam gelap..
menerangi seluruh pelosok bumi..
bersama bintang, mengarahkan kita berjalan di tengah gelap gulita malam..

lampu jalan tak seberapa terang dibanding terangmu..
lampu jalan tak seberapa indah dibanding sinarmu..
lampu jalan tak seberapa kuat dibanding kekuatanmu hingga subuh menjelang..

itulah engkau..ciptaan Yang Maha Kuasa..
ciptaanNya yang sempurna..

Tuesday, May 12, 2009

enak di pandang, sejuk di hati...




keindahan alam hasil ciptaan Sang Pencipta Yang Mahakuasa, Subhanallah..tiada duanya..

Wednesday, May 6, 2009

DO’A SANG NELAYAN

Di waktu pagi di hari Minggu di Pantai Marina, Semarang.

Saya melihat begitu banyak aktifitas yang dilakukan di pantai ini, pantai yang notabenenya merupakan salah satu objek wisata di Semarang.  Dijumpai orang-orang yang asyik olah raga jalan pagi, bahkan ada sekelompok ibu-ibu yang melakukan senam di sini. Ada pula keluarga yang asik bersenang-senang dengan anak-anaknya, bahkan ada pula yang melakukan maksiat di sini, berduaan dengan orang yang mereka bilang kekasih tercinta, padahal mereka telah berzina dengan itu.

 

Saya bersama teman saya hanya bisa miris dan agak tidak nyaman berada di tempat ini, ditambah lagi tempatnya kotor dan tak terawat. Jujur, ini kali pertama saya ke pantai ini. Sedikit kecewa dengan pertemuan pertama saya dengan pantai Marina. Pasir pantai yang saya bayangkan pun ternyata tidak ditemukan di sini. Penuhnya pantai ini membuat kami merasa tidak punya space untuk bisa menikmati ciptaan Allah ini. Kami bingung mau ngapain. Tujuan awal untuk berolah raga pagi, enggan kami lakukan lagi. Kami hanya muter2 dengan motor mengitari kawasan ini, tidak jelas memang. Di salah satu sisi pantai yang agak sepi namun sayangnya lebih kotor, akhirnya kami memutuskan untuk turun, kami tetap ingin menikmati indahnya ciptaanNya ini. Hm...menarik napas sedalam-dalamnya...menghirup segarnya udara pagi dan amisnya udara laut. Tak sengaja saya menatap pada satu sosok yang sangat menarik hati, telihat seorang nelayan penjaring ikan sedang asik mencari tangkapannya. Wah, si bapa berhasil menangkap ikan-ikan itu. Ikan yang kelak akan dijual dan hasilnya akan ia berikan pada keluarganya. Sungguh hebat perjuanganmu, pak! Bekerja keras membanting tulang di pantai ini, sementara di sisi lain orang-orang berdatangan ke pantai hanya sekedar untuk berekreasi bahkan berbuat maksiat di hari libur ini. Tak mengapa pak, sesungguhnya kerja kerasmu ini akan berbuah rekreasi yang lebih indah jika engkau laksanankan dengan ikhlas, yaitu surga Allah kelak, amin..

Semakin jauh mata memandang, perahu-perahu nelayan menampakkan dirinya terombang-ambing di laut yang tenang. Banyak ternyata orang-orang yang bekerja keras di pantai ini. Mereka dengan susah payah bekerja becucuran keringat untuk  mendapatkan uang. Tak hanya uang yang kau cari tapi ridho Allah dan kebahagiaan keluarga pun menjadi tujuanmu. Begitu besar risiko yang kau dapatkan, pak, tapi engkau tetap terus menekuninya hanya untuk membahagiakan hati keluargamu. Padahal jika engkau tahu, menjadi nelayan itu berati menjerumuskan dirimu untuk terkena kanker kulit, sebagaimana kita ketahui engkau selalu terpapar sinar matahari yang terik tanpa pelindung apapun, sinar UV dari matahari itu bisa menjadi zat carcinogen untuk kulitmu, pak. Mengayun-ayun dan terombang ambing di lautan, itu pun sangat berisiko untuk tenggelam dan terhempas kerasnya ombak di lautan. (jadi ingat ayahnya lintang yang hilang ketika berlayar untuk bekerja). Angin laut yang sangat kencang membuat tubuhmu rentan untuk masuk angin, penyakit rakyat yang sudah umum, tapi patofisiologinya tidak jelas. Beberapa penelitian pun mengatakan bahwa engkau rentan terkena katarak karena paparan UV itu. Semua itu bisa kau lawan, pak. Hanya do’a-do’a yang tak henti-hentinya engkau lantunkan di setiap sujudmu , seusai solatmu, diantara suara azan dan iqomah, ba’da ashar hari jum’at, dan di setiap penghujung malammu dimana semua orang asik dengan tidurnya, yang dapat menolongmu dari bencana itu semua.

“ya Allah segala puji hanya bagi-Mu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menahan apa yang telah Engkau lapangkan dan tidak ada yang dapat melapangkan apa yang Engkau tahan, tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepada orang yang telah Engkau sesatkan, dan tidak ada yang dapat menyesatkan orang yang telah Engkau beri petunjuk, tidak ada yang dapat memberikan apa yang telah Engkau cegah, dan tidak ada yang dapat mendekatkan apa ayng telah Engkau jauhkan, dan tidak ada yang dapat menjauhkan apa yang telah Engkau dekatkan. Ya Allah lapangkanlah keberkahan, rahmat, karunia, dan rizki-Mu kepada kami. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kenikmatan abadi yang tidak berubah dan tidak pula lenyap. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kenikmatan pada hari kesengsaraan, dan keamanan pada hari ketakutan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang telah Engkau berikan kepada kami dan kejelekan dari apa yang telah Engkau cegah kepada kami. Ya Allah, jadikanlah kami cinta terhadap keimanan, jadikanlah ia hiasan dalam hati kami dan tanamkanlah kebencian kepada kami terhadap kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan, serta jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. Ya Allah wafatkanlah dan hidupkanlah kami dalam keadaan muslim, serta pertemukanlah kami dengan orang-orang shalih dalam hal tidak terhina dan tidak pula terfitnah. Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang mendustakan Rasul-rasul-Mu dan menghadang jalan-Mu dan timpakanlah siksaan dan azab kepada mereka. Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang telah diberi  Alkitab, ilah yang Maha benar. Aamiin” (HR. Ahmad)

 

Keluh kesah pun tak pernah keluar dari bibirmu, karena engkau percaya akan ada balasan yang lebih baik dari Allah. Engkau hanya bisa berusaha bekerja dengan seikhlas mungkin. Hanya do’a-do’a Yang engkau panjatkan yang keluar dari bibirmu itu, pak

” Ya Allah, jadikanlah aku merasa Qana’ah  (merasa cukup, puas, dan rela) terhadap apa yang telah Engkau rizkikan pasaku, dan berikanlah berkah kepadaku di dalamnya dan gantikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan yang lebih baik.” (HR. AlHakim I/510 dan dishahihkan serta disepakati oleh adzDzahabi dari Ibnu ‘Abbas)

 

Bahagiamu adalah melihat orang-orang sehat dengan tangkapanmu itu. Ketahuilah, pak, bahwasannya tangkapan yang engkau peroleh ini sangatlah menyehatkan dan bergizi. Ikan merupakan sumber protein yang tinggi, bagus untuk perkembangan otak kita. Protein juga dibutuhkan untuk regenerasi dari sel-sel tubuh kita. Kandungan yodium yang tinggi pun diperlukan untuk mencegah penyakit gondok, kerennya disebut goiter atau struma tiroid. Karena tangkapanmu itu, anak Indonesia dapat tumbuh sehat dengan sempurna. Begitu besar pahalmu, pak. Semoga Allah memberimu posisi yang terbaik dan membalasnya dengan kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat. Aamiin..