Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Sunday, May 16, 2010

Di Sudut Jalan Itu

"Apa yang harus kuberi..
Aku malu untuk kembali..
Sementera keluargaku menanti..
Sesuap nasi dariku sejak pagi.."

Di sudut jalan itu kau menanti..
Tak lupa becakmu menemani..
Tapi tak satupun menghampiri..
Hingga petang mengganti..

Sabarlah yang kau punya..
Kau tetap setia pada becakmu..
Yang dulu kau berjaya degannya..
Tapi sekarang tak satupun melirikmu..

Kejayaan berpihak pada kendaraan bermesin..
Engkau kalah pamor dengan angkot-angkot itu..
Apalagi mobil pribadi..
Juga motor-motor yang semakin seperti semut..

Tapi kau tak kan menyerah..
Menanti datangnya pelanggan setia..
Engkau yakin akan pertolonganNya..
Dan kau percaya, tetap menanti dalam do'a..

Monday, November 30, 2009

Memimpikan Masa Depan..

Teman-teman..pasti kalian semua punya mimpi..

Tanpa mimpi segala perubahan  yang terjadi di dunia ini sulit terjadi..dengan mimpi kita bisa memulai sebuah perubahan..

Perubahan..

Dari yang awalnya tidak ada menjadi ada..Dari yang awalnya tidak sempurna menjadi sempurna..Dari yang awalnya biasa-biasa saja menjadi luar biasa..Dari yang awalnya hitam putih menjadi lebih berwarna..Dari yang awalnya sederhana menjadi bervariasi..Dari yang awalnya kasar menjadi lebih licin..Dari yang awalnya sulit menjadi mudah..

Ini mimpi saya..

Mimpi yang paling utama dan terutama, sudah pasti ingin MASUK SURGA..

Nah..selanjutnya di bawah ini adalah mimpi-mimpi yang bisa mengarahkan saya ke sana sesuai dengan keinginan..

Gini mimpi saya..

Pertama sesuai dengan kodrat saya sebagai wanita..jadi mimpi yang paling besar adalah menjadi seorang istri solihah dan menjadi ibu yang adil..beuh..siapa sih yang g mau..

Iya..itu artinya saya g boleh main-main nih..dan tentunya saya pun ingin mendapatkan lelaki yang soleh, agar terjadi keharmonisan dan sinkronisasi dari itu semua..hingga akhirnya pun mendapat anak-anak yang soleh dan solehah..(kukasih nama soleh n solehah aja kali ya anak-anakku ntar..hehe..)

Lalu, melihat bidang pendidikan saya, saya ingin menjadi dokter. Dokter yang bukan sembarang dokter, tapi dokter yang berkualitas..dokter yang insyaAllah saya jadikan juga sebagai ajang berdakwah, itu kesempatan besar bukan, karena kita sebagai dokter itu, mau tidak mau akan memperleh kepercayaan lebih dari masyarakat sendiri, sehingga apa yang kita katakan akan mendapat perhatian tersendiri. Oleh karena itu, berkata-katalah dengan baik dan yang member manfaat.

Selain itu, saya ingin menjadi seorang dosen, yup dosen.. Kenapa? Karena menjadi seorang dosen itu artinya saya akan memberi ilmu saya, berarti saya akan selalu menjadi orang yang memberi, menjadi dosen akan menjaga diri ini untuk tidak kikir ilmu, dimana kita pun harus saling memberi dan berbagi. Juga menjadi seorang peneliti, dengan meneliti saya bisa mengemukakan suatu gagasan baru yang bisa menimbulkan perubahan yang akan berguna untuk banyak pihak, jadi efek dari penelitian ini tidak hanya berefek orang per orang, tetapi akan berefek pada semua pihak bahkan efek itu bisa terjadi pada sebuah perubahan dunia. Antara dosen dan meneliti sendiri memiliki kesinkronan yang bagus. Bukan dosen yang baik jika tidak diikuti dengan penelitian-penelitian yang bermanfaat karena ilmu itu bergerak, ilimu itu tidak diam selalu terjadi perubahan. Jangan harap anda asih mau menggunakan teori yang ditemukan dari jaman jabot, pasti ada perubahan walau kecil, jika tidak pasti sedang ada perkembangan dari teori tersebut. Kita pun harus bisa menyinkronkan diri dengan segala perubahan yang ada.

Saya ini insyaAllah kelak bekerja di dunia social, membuat saya tidak boleh menjadikan penghasilan saya dari hasil membantu mengobati pasien menjadi pemasukan utama karena yang menjadi tujuan utama adalah pengabdian diri. Sehingga saya berpikir, apa yang harus saya lakukan kelak selain menjadi dokter agar kehidupan bisa berlangsung? Yup, bisnis…bisnis jawabannya..

Tiba-tiba saya tertarik di dunia ini karena satu hal, sebuah mimpi yang sangat besar..memberi pekerjaan pada para orang yang tak beruntung yang ada di pinggiran jalan bahkan rumah pun mereka tak punya. Itulah yang menginspirasi saya pertama kali untuk berbisnis..

Rasanya kalau hanya sekedar memberi makan, pakaian, ataupun singgahan saja itu tidak permanen untuk mereka. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan agar mereka bisa lebih mandiri ke depannya untuk hidup yang lebih layak, itu menurut saya. Dan saya berpikir keras, apa yang bisa saya berikan untuk mereka? Akhirnya terbukalah ide itu, membuka rumah makan.. apalagi saya tipe orang yang suka hunting makanan, wiskul lah kerennya. Dengan membuka sebuah warung makan, yang sederhana tidak mahal tapi cukup bergengsi sehingga menjadi inceran seluruh kalangan dari yang anak sekolah sampai yang berkeluarga, atau bahkan dari yang biasa-biasa saja sampai yang tajir abis, dan menjadikan warung makan ini sebagai tempat favorite mereka..

Beuuhh…boleh to mimpi..hehe..

Kemudian saya berpikir lagi…hm..kira-kira apa ya yang paling cocok…lalu saya memilih “Waroeng Djamoer” Alternatif lainnya adalah “Kedai Kari”… Klo ternyata saya tidak mampu mewujudkannya mungkin bisa meminta bantuan orang kepercayaan dan saya hanya menanamkan modal saja atau sekedar memberi ide. hm..semoga warung itu terwujud..amin..

Saya suka sekali sama jamur dan ini salah satu kesempatan emas untuk mencoba-coba menu makanan dari  jamur. Saya akan lampirkan kandungan gizi pada seitap menunya dan juga akan mencantumkan apa saja efek-efek kesehatan yang diperoleh jika memakannya. Wah, ini ni sesuai kaidah kesehatan, sehingga makanan tidak menjadi boomerang bagi tubuh tapi justru menjadi pelengkap pertahanan tubuh kita. Di sini saya bisa berperan sebagai pelayan kesehatan dengan tetap memperhatikan unsur gizinya demi terciptanya kesehatan masyarakat. Hwehehe..ngayale menjadi-jadi…

Klo dipikir-pikir ko aku banyak meloncat-loncat dan kurang sinkron antara perkerjaan satu dengan yang lainnya, tapi semuanya cukup saling melengkapi. Lagi pula semuanya ada prioritas dan itu telah urut saya ceritakan sesuai prioritas saya. Jadi tidak aka nada impian kedua sebelum impian pertama, tidak ada impian ketiga sebelum terwujudnya impian pertama dan kedua, begitu selanjutnya.

Mimpi simple dan bukan mimpi muluk. Saat ini saya belum bisa bermimpi untuk Indonesia atau bahkan untuk dunia, baru sebatas bermimpi untuk kontribusi saya pada Indonesia dan dunia. Hanya itu..

Mungkin mimpi ini bukan sekedar khayalan dan sekedar berandai-adai saja, tapi inilah tujuan hidup..yang mungkin bisa terjadi atau mungkin jauh dari gambaran itu semua, tapi setidaknya kita punya tujuan hidup agar lebih terarah jalan hidup kita ke depannya.. Impian yang InsyaAllah tidak membuat saya terobsesi dan harusmewujudkannya karena semuanya tetap terjadi atas kehendakNya.

Lalu apakah mimpi kalian, teman?

 

Dialog Api dan Cahaya

Api:

Cahaya, taukah kamu apa yang kurasakan?

Aku kecewa..aku sedih..ingin sekali menangis..

Aku merasa dikhianati, aku merasa seperti sampah yang sudah usang dan tak diperlukan lagi..

 

Cahaya:

Oh api..janganlah seperti itu..janganlah engkau egois pada keadaan..

Kamu hanyalah bagian terkecil, wajar ada saatnya kau terlupakan..

Begitulah hidup, terkadang kamu pun melakukannya..

 

Api:

Tapi, dahulu aku adalah yang terutama, aku selalu menjadi perhatian..kenapa sekarang tak lagi seperti itu?

Sekedar disapa pun telah jarang..apalagi mendapatkan lebih..

 

Cahaya:

Kamu tau, walaupun dulu kamu yang utama dan menjadi perhatian, tapi kamu tetap bagian terkecil..

Kamu hanya mengisi relung-relung dangkal diantara relung-relung dalam lainnya..

Kamu hanya setetes air diantara hamparan lautan luas..

Kamu hanya selembar daun diantara rimbunan dedaunan pohon lebat..

Kamu hanya seekor nyamuk diantara ribuan serangga lainnya..

Kamu hanya setetes darah diantara aliran deras darah dalam tubuh..

Kamu hanya sehelai rambut diantara geraian rambut di kepala..

Kamu hanya sebuah angka diantara deretan bilangan yang panjang..

Kamua hanya sebuah huruf tak bermakna diantara deretan kalimat bermakna..

Kamu hanya seutas benang dalam sebuah kain indah..

Kamu hanya segores cat dalam sebuah lukisan indah..

Wajar kamu sesekali menjadi perhatian, sesekali menjadi yang utama, tapi sering kali kamu bisa menjadi yang terlupakan dan terbelakang..

Wahai api..janganlah engkau egois..bersabarlah dan tenanglah selalu..

Cukup berikan yang terbaik..dan selalu ada untuk saling mengisi..Tanpa ingin diberi lebih..

Sunday, November 22, 2009

Perhatikanlah Aku, Saudaraku..

Selimuti aku.. 
Udara dingin, pak..
Aku lapar.. 
Untuk berbaring pun aku tak punya tempat.. 

Kemana saja kamu? 
Kenapa tak peduli sedikitpun dengan ku? 
Aku di sini.. 
begitu jelasnya terlihat.. 
berbaring tak kuasa menahan dinginnya malam dan hujan.. 
Bahkan perut ini selalu berteriak meminta diisi..
Tapi aku tak punya apa-apa untuk mengisi perut kosongku.. 
Aku pun tak punya apa-apa untuk menutupi tubuh ini.. 
Hanya ada kardus dan hamparan trotoar yang bisa kujadikan tempat menghanyutkan lelah..

Aku hanyalah sebuah barang usang.. 
Tak ada yang mau menerimaku untuk mengadu nasib.. 
Lelah rasanya kaki ini melangkah.. 
Hanya ingin dapatkan sesuap nasi.. 
Mengisi kekosong lambung yang sudah tak sabar lagi ingin diisi.. 
HCl sudah terlalu lelah menggerogoti lambung ini.. 
Bingung.. apa lagi yang harus diserang, sedang makanan tak kunjung hadir..

Kulit ini rasanya pun telah kebal.. 
Kebal dengan segala cuaca.. 
Hanya sehelai baju yang menutupi..yang ntah kapan terakhir kali kuganti..
Rasanya sudah sangat lama, sampai aku lupa kapan tepatnya.. 
Saat hujan menjadi moment besar untukku, membersihkan raga ini yang ntah kapan terakhir kali bersentuhan dengan sabun..
Rasanya sudah sangat lama, sampai aku lupa kapan tepatnya..

Ayolah saudara-saudaraku.. 
Yang katanya peduli padaku.. 
Tengoklah sebentar ke sini..
Masih banyak saudara-saudaramu yang tak seberuntung kamu.. 
Lihatlah aku.. Dan kawan-kawanku lainnya..

Bersyukurlah kalian semua..
Atas nikmat yang telah Allah berikan untuk kalian semua..
Aku pun tetap bersyukur di sini.. 
Karena Allah masih sayang padaku dengan memberi segala cobaan ini.. 
Allah masih sayang padaku.. 
Karena Allah tetap memberikan aku kekuatan untuk tetap bertahan hidup di dunia yang keras ini.. 

Minggu, 22 Nov 09

*hiks... :'( Teringat saudara-saudaraku di luar sana yang berjuang untuk tetap bertahan hidup walau tanpa atap yang melindungi mereka dari hujan ini.. Belum lagi lapar dahaga yang melengkapinya.. Ya Allah lindungilah mereka semua.. Maafkan hambaMu ini yang bahkan tak mampu berbuat apa-apa..

Saturday, November 21, 2009

SatNight Mission

Alhamdulillah.. Segala puji bagi Allah.. 
Awalnya, saya sangat khawatir malam ini missi kami tidak bisa berjalan sebagaimana karena hujan tak hentinya dari siang.. Sepanjang siang itu, kami tak lelah berdo'a agar malam nanti hujan digiring ke tempat lain dulu..jangan hujan dulu di sini. Kalau hujan, agak sangsi kami bisa menjalankan satnight mission malam ini. Padahal satnight minggu lalu kami sudah absen karena pulang, masa sekarang pun harus gagal karena hujan.. Dan setelah kami tunggu, hujan pun berhenti mendekati isya'..Alhamdulillah.. Allahu akbar, segala rencana Allah tidak ada yang tau..segala niat baik kami bisa terlaksana malam ini. Missi kali ini lumayan lebih lancar dan teroganisir, sasaran lebih mudah ditemukan, walau masih mencari-cari, dan missi terselesaikan lebih cepat. 

Nikmat Allah sungguh luar biasa.. Tidak semua orang mendapatkan nikmat yang sama yang kita rasakan.. Oleh karena itu, syukurilah segala pemberianNya,,liatlah begitu banyak orang yang lebih tidak beruntung dari kita.. Bukan berarti kita tidak maju dengan hanya melihat ke belakang, tapi itulah cara bagaimana kita bisa bersyukur.. Liatlah yang lebih maju dari kita untuk mengambil hikmahnya agar menjadi lebih baik..tapi bukan untuk menggurutui nasib kita..karena bagaimanapun jeleknya nasib kita, itulah nasib terbaik kita sebenarnya, asal kita bisa mensyukurinya dan mengambil hikmah dari semuanya.. Ya Allah berkahilah hidup hamba..semoga hamba bisa menjadi orang-orang yang pandai bersyukur.. *ilmu yang diperoleh dari SatNight Mission malam ini..: harus mensyukuri semuanya..sebagus atau seburuk apapun pemberian Allah untuk kita..karena sebenarnya, itulah yang pemberian yang paling indah..

Thursday, August 13, 2009

Antara keinginannya dan harapan orang tua

Sedikit pelajaran buatku, buatmu, buatnya, buat kalian semua..

Tadi, saat ngeprint laporan pertanggung jawaban suatu kegiatan, saya bertemu dgn seorang kakak tingkat yg tidak saya kenal,.
Awalnya dia menanyakan acara apa? Ikut bem? Rohis abis ngadain kegiatan apa (soalnya terlihat ada sertifikat acara rohis yang juga sedang diprint di tempat ini)? dsb.
Semua pertanyaannya berkisar kegiatan-kegiatan kampus atau organisasi-organisasi kampus. Dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, dia ini pastilah orang kampus juga. Tapi, selama ini rasanya saya tidak pernah melihatnya. Jadi, giliran saya yang bertanya, "masnya angkatan berapa?" langsung nodong angkatan, soalnya saya yakin dia anak kedokteran jg.
Beliau menjawab, "2002" saya spontan berkata "wah, berarti udah lulus y? Udah jdi dokter" tanpa pikir panjang lagi.
Tapi jawaban yg keluar dari bibirnya, "belum"
langsung saya koreksi, "oh, berarti masih koas y mas"
lalu dia bercerita kalau dia sempet di teknik kimia ugm 1 tahun. Jadi, dia sempet cuti satu tahun pas 2003, lalu balik lagi ke kedokteran pada tahun 2004. Itu yang saya tangkap. Lalu, dia lanjutkan ceritanya, kalau sebenernya dia tidak ingin di sini, "saya tidak suka di sini, tapi orang tua memaksa dan tidak memperbolehkan saya di teknik," ujarnya.
"akhirnya saya kembali"
saya tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa bilang, "ya sudah mas, gak pa2, jalanin aja, sudah sejauh ini" (tidak bermakna sekali ucapan saya,hehe..)

hm..Subhanallah ya..Keegoisan orang tua yang harus dibebankan pada anak. Bagaimanapun juga seorang anak memang harus patuh dan tetap mengikutinya. Walaupun kita berhak menolak dengan segala penjelasan yang baik kenapa kita tidak setuju dengan kehendak mereka dan pilihan kita pun tidak kalah baik dengan pilihan mereka. Tetapi, kalau mereka tetep keukeuh, dan tetep pada pendirian, bahwa apa yang mereka kehendaki adalah lebih baik untuk kita, pun ketika mereka tidak mau mendengarkan pendapat kita. Maka solusinya adalah diam, tetap ikuti kemauan mereka selama itu baik untuk kita (kita pun jgn egois dgn kehendak kita),ikhlas menjalani, dan selalu berdo'a kepada Allah memohon yang terbaik. InsyaAllah apa yg kita lakukan adalah benar dan tepat.
Ridho orang tua adalah ridho Allah, ridho Allah adalah ridho orang tua.

Ini pelajaran buat kita sebagai anak agar selalu menghormati keputusan orang tua dan tetap melakukannya sebaik mungkin.

Dan pelajaran untuk para orang tua bahwa janganlah memaksakan kehendak pada anak, cukuplah kita mengarahkan dan memantau dengan baik jalan hidup yang ditempuh mereka.

Dan pelajaran untuk kita semua, hargailah hak orang lain, dan gunakan hak kita sebaik mungkin. Kurangi keegoisan diri untuk kebaikan semuanya.

Wallahu a'lam..

Wednesday, June 10, 2009

Apa yang harusnya ditakuti di dunia ini?

Bismillah..

Terinspirasi dengan seorang teman yang bertanya pada saya tentang hidup ini. Dia bertanya seperti ini, “apa ketakutan terbesar dalam hidupmu?” Senyam-senyum saya menjawab seasalnya. Eh, g ngejawab tepatnya. Saya hanya bisa bilang “hm..saya tau jawabannya, ntar ya ngerangkai kata dulu..” Sepertinya ada yang telah menghantui pikiranku selama ini. Sebuah ketakutan dan sebuah perenungan yang lama saya lewati. Tapi saya bener-bener bingung, harus menjawab seperti apa. Memang saya pun belum menemukan konkretnya, apa itu yang saya takuti.

Lama saya berpikir, apa yang telah membuat saya resah selama ini. Sepertinya, saya takut menyakiti dan membuat orang lain kecewa dengan sikap saya. Ini membuat saya menjadi orang yang senang minta maaf. Jika orang telah tersinggung dengan perbuatan saya, bisa-bisa memikirkannya sangat lama. Saya pun takut hanya melakukan sesuatu dibalik sebuah topeng saja dan tidak ikhlas akan apa yang saya lalui. Saya benar-benar takut melakukan kesalahan dan Allah tidak ridho itu. Saya takut, apa yang saya lakukan hanya sebuah kata riya’. Saya takut melakukan sesuatu yang saya anggap itu menyenangkan dan baik, tapi sebenarnya itu salah dimata Allah. Dan yang lebih saya takuti, saya tahu bahwa yang saya lakukan itu sebenarnya salah dan bertentangan dengan hukum Allah, tapi saya santai dan tetap senang melakukannya. Astaghfirrullaha’adzim...

Saya takut terperanjat tipu daya setan. Karena setan senang sekali menggoda kita, dia tidak akan puas sampai anak adam mengikutinya. Saya hanya hamba yang tak luput dengan dosa, semua itu bisa menyerang saya pastinya. Mungkin saat ini, saya berkata, ”saya tidak mau seperti ’itu’, karena ’itu’ salah” atau mungkin saya berkata ”kita tidak boleh berbuat ’itu’ karena ’itu’ salah.” atau berkata, kamu harus seperti ’ini’ karena ’ini’ lah yang benar. Tapi apakah saya akan berkata seperti itu lagi esok hari, esok hari, dan esok harinya..

Saya benar-benar takut menjadi kafir dan melupakan semua kata-kata itu. Lupa atau mungkin acuh dengan hal-hal yang benar dan lebih senang dengan hal yang salah.

Sebagaimana firmanNya:

“Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyesatkan siapa saja yang dikehendaki.” (QS. An-Nahl [16]: 93)

Semoga kita tergolong hambaNya yang diberi petunjuk, aamiinn..


Terlalu banyak memang yang saya takuti. Kalo ditindaklanjuti, dicari asal muasalnya, ditelusuri baik-baik segala hubungannya. Saya temukan jawabannya, apakah yang paling saya takuti dari semua itu dan memang itulah hal yang harus pula ditakuti oleh semua muslim, jawabannya adalah saya takut kehilangan iman. Dan memang kita sebagai muslim pun tidak boleh takut akan apapun selain takut kepada Allah. Itulah jawabannya, saya takut pada Allah dan saya takut akan kehilangan iman yang saya miliki walau belum sempurna.

Marilah kawan kita sama-sama saling mengingatkan dan selalu menjaga iman kita agar tidak hilang kemana-mana. Biarlah dia selalu bersama kita, dan senantiasalah berdo’a kepada Allah agar senantiasa menjaga iman kita. Dan tetap meluruskan pemahaman kita, senantiasa berusaha agar iman itu tidak hilang dalam diri kita. Tauhid yang luruslah yang akan membawa kita kepada kebaikan-kebaikan. Tauhid merupakan pangkal syukur bagi seorang muslim. Aqidah adalah dasar utama dibangunnya umat ini, maka baik buruknya suatu umat tergantung dari keselamatan aqidah dan  manhajnya. Seluruh para Nabi telah mendakwahkan tauhid kepada umatnya di setiap kurun (generasi)nya.

”Dan tidaklah kami mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau Muhammad, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ’bahwasannya tidak ada illah (yang berhak untuk diibadahi dengan benar) selain Aku, maka beribadahlah kamu sekalian kepada-Ku’” (Q.S. Al-Anbiyaa’:25)

Juga firmanNya:

”lalu Kami utus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), ’beribadahlah kamu sekalian kepada Allah, sekali-kali tidak ada ilah yang haq bagimu selain-Nya. Maka kenapa kamu tidak bertakwa kepadaNya?” (Al-Mu’minun:32)

Allah meciptakan seluruh makhluk agar menyembah-Nya semata, Dzat yang tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaiman Allah berfirman, yang artinya:

”.....Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah padaKu” (Adz-Dzariat: 56)

Ibadah merupakan hak Allah yang harus ditunaikan oleh hambaNya. Dan hak Allah atas hambaNya ini tidak boleh didahului oleh urusan apapun dan hak seorang pun. Allah ta’ala berfirman, yang artinya:

Dan rabbMu memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat abik kepada ibu-bapak... (Q.S. Al-isra’: 23)

Orang yang mati dalam keadaan mentauhidkan Allah maka ia akan masuk surga. Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa salam bersabda,

”Barangsiapa uyang meninggal dunia dan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, maka ia masuk surga.”

Dengan demikian, kedudukan tauhid adalah sebagai pondasi bagi bangunan amal seorang muslim. Perhatian seorang yang arif tentu senantiasa tertuju pada pembenahan pondasi, sedangkan orang yang bodoh akan terus meninggikan bangunan tanpa mengokohkan pondasi sehingga robohlah bangunannya. Keikhlasan dan tauhid juga diibaratkan sebatang pohon yang tumbuh dalam hati, amal perbuatan adalah cabang-cabangnya, kedamaian adalah buahnya yang dirasakan dalam kehidupan dunia ini serta kenikmatan yang kekal di akhirat kelak. Sebagaimana buah-buahan surga tidak aakn putus dan terlarang, demikian pula halnya ’buah’ keikhlasan dan tauhid di dunia ini tidak akan terputus dan terlarang. Kesyirikan, dusta, riya’ bagaikan sebatang pohon yang tumbuh dalam hait manusia, buahnya di dunia adalah ketakutan, kekhawatiran, kebingungan, kesempitan ayng dirasakan dalam dada, serta kegelapan yang menimpa hati. Sedangkan di akhirat kelak akan membuahkan zaqqum(sebatang pohon yang tumbuh di neraka) dan azab yang kekal.  [Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Tauhid Jalan Menuju Keadilan dan Kemakmuran]

 

”ya Allah, ampunilah aku, berilah petunjuk kepadaku, karuniakanlah rizki kepadaku, berikanlah ’afiat(keselamatan) padaku. Aku berlindung kepada Allah dari kesempitan tempat berdiri pada hari kiamat kelak.” (H.R. An-nasa’i II/209, ibnu majah no. 1356, dll)

”ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang ia merupakan benteng pelindung bagi urusanku. Dan perbaikilah duniaku untukku, yang ia menjadi tempat hidupku. Serta perbaikilah akhiratku yang ia menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah kematian sebagai kebebasan bagiku dari segala kejahatan.” (H.R. Muslim no.2720 dari Abu hurairah)

Aamiinn ya Rabbal ’alamiin..


-wallahu a'lam-