Friday, June 22, 2012

Kalo bukan karena dia..

Astaghfirullah adzim...
Begitu banyak kah dosaku, sampai2 begitu banyak pula aku diuji dan diingatkan akhir-akhir ini..

Mulai dari aturan akademik dan aturan bagian yang selalu berubah-ubah.. Yudisium tht yamg dilama-lamain, sampai begitu sulitnya mendapatkan kesempatan ujian ulang obsgyn..

Yap, alhamdulillah perlahan-lahan. Satu per satu terlewati sudah. Hari ini aku yudisium tht, dan ujian obsgyn telah usai..

Dan, sekarang muncul kembali masalah baru. Hari ini aku harus pulang, walaupun di rumah gda siapa2, ayah ibu lagi di palembang ke tempat kakak. Tapi, besok tiga orang temanku menikah. Salah satunya adalah teman dekatku, kenapa juga aku g dateng disaat aku sedang libur begini, hanya karena gda orang di rumah? Aku sudah biasa tinggal sendiri, tidak masalah rasanya untuk mengusahakan pulang. Sebelum ayah ibu pergi aku bilang kalau akan pulang buat ke nikahan temen, kuncinya jangan lupa titipin tetangga. Iya si, waktu aku bilang begitu, keadaanku masih blm jelas, aku masih harus ujian, dsb. Ayah sangsi kali kl aku ttp bisa plg, jadi komunikasinya agak kurang bagus diantara ayah dan sang tetangga.

Hari ini, setelah rapot saya taro dibagian obsgyn, saya pulang, tapi kehabisan tiket, dan akhirnya harus naik bis agen sebelah. Ya, ini sangat terpaksa sekali.

Aku telpon ayah, "ayah, ima jadi pulang, telponin pak x ya, ima pulangnya agak malem soalnya jam 9 an."

Ayah mengiyakan.

Kemudian ada telpon dari ayah, saat itu posisiku sedang di batang, "dek, km g bisa pulang, pak x sekeluarga mendadak pergi ke jakarta, blablabla.."

Apa? Maksudnya? Terus? Aku? Bagaimana nasibku?

"kamu ke tempat mama dulu ya malem ini" perintah ayah padaku.

Terus? Aku g bawa baju sama sekali, satu helaipun ayah. Apa yang harus kulakukan, aku pulang buat datang ke nikahan temen, tapi... Kenapa begini jadinya?

Ya Allah.. Begitu banyak hal tersulit dalam hidupku mampu kulalui hanya karena kuasaMu, ya Allah. Seharusnya ini jauh lebih mudah kulalui, jika Engkau menghendakinya mudah.. Bismillah.. Selalu ada jalan.. Aku percaya itu.. Hm.. Mentok2 aku pake baju yang pakai sekarang lagi aja kali ya... Bau ya bau deh.. Hehe..

Sedang lebay.. Sedang mengalami titik jenuh kelelahan mental dan fisik..

Thursday, March 29, 2012

Antara Maya dan Nyata, maka jangan diabaikan..


Sejak saya difasilitasi modem internet, saya merasa dunia saya berubah. Saya terlalu banyak menghabiskan waktu di depan internet. Saya terlalu banyak berdiskusi dengan teman-teman maya melalui internet. Dan saya lebih banyak menuangkan perasaan saya di dunia maya. Yap, orang yang baru menemukan dunia tanpa interaksi visual, namun bisa menemukan segalanya, menjadi ketagihan dan melupakan logika. Sampai akhirnya terjebak dan sulit untuk lepas dalam dunia maya. Yap, namanya juga maya, sesuatu yang tak tervisualisasikan. Imajiner.

Dunia maya, tempat yang sangat bebas dan tak mengenal mana benar dan mana yang salah. Segalanya mungkin terjadi, kebohongan bahkan kebenaran sekalipun bisa kita peroleh dari sini. Kritis. Itulah selayaknya yang harus dipegang sebelum menyelami dunia ini. Sebelum menyerap segala informasi yang didapatkan dari dunia ini. Bukan lagi memposisikan hati dan perasaan, tapi logika. Tak selayaknya setiap mendapatkan informasi dari dunia maya, langsung serta merta menyimpulkan sesuatu. Apakah kita yakin semua informasi yang kita terima itu adalah benar? sedangkan kita tak pernah mengalami atau menyaksikannya secara langsung, kita hanya mendengar, kita hanya membaca sebuah informasi. Semuanya tetap harus di cross check sebelum berani menyimpulkan. Sekuat apapun hati kita meyakinkan kebenarannya. Bahkan dalam dunia nyata saja di mana kita terlibat di dalamnya, banyak kebohongan yang dapat kita saksikan, apalagi ini? kita tidak ada di dalamnya, kita tidak pernah terlibat secara langsung di dalamnya. Kita hanya menjadi pembaca dan pendengar, yang mana temanya bisa benar dan bisa salah.

Saya baru menyadari, setelah saya mengetahui sebuah petunjuk tentang kebohongan dunia maya. Seberapa besar saya menaruh kepercayaan pada dunia maya, namun tidak disangka, ada kebohongan dibaliknya. Saya, masih bersyukur Allah masih memberi petunjuk sedikit demi sedikit dan satu per satu terungkap, mungkin tidak semua yang diberitakan adalah kebohongan, tapi setidaknya saya mengetahui ada satu bagian dari kisah ini yang mana ada kebohongan dibaliknya. Bagaimana bisa dipercaya jika ada ketidakjujuran di depannya.

Dan peristiwa tersebut, membuat kondisi underpressure untuk diri saya secara pribadi. Butuh beberapa waktu sampai saya benar-benar menyadari, let see.. Itulah kejamnya dunia yang sedang kamu jalani. Kamu telah jauh dari dunia nyatamu. Ada keluargamu, ada teman-temanmu, ada guru-gurumu, ada masyarakat di dalam dunia nyatamu yang seharusnya lebih kamu hargai. Dan saya malah terokupasi dengan dunia maya ini. Padahal, ada teman-teman saya di sampingku, teman-teman yang akan menemani suka dan duka. Yap, mereka juga yang akhirnya selalu ada dan kusaksikan sendiri bagaimana hidup mereka. Kami hidup bersama dalam dunia yang sama, kami berinteraksi dalam moment yang sama, kami berkomunikasi dalam dinding yang sama, kami yang bersenda gurau dalam ruang yang sama. Kami ada hidup bersisian.

"Tidak selamanya dunia maya itu salah, namun tidak selamanya juga dunia maya itu benar. Begitu juga sebaliknya, tidak selamanya dunia nyata itu benar, namun tidak selamanya juga dunia nyata itu salah. Maka, bijaklah dalam memposisikan diri."

Friday, March 23, 2012

Antara Harmony dan Medikolegal

Hari berasa panjang? tidak juga. #perhatikan teman ini hanyalah MPJ saja.



Harmony adalah korean movie yang keren. Sarat akan makna dan sangat sedih. Ini film tentang kehidupan wanita-wanita di dalam tahanan sel penjara. Tapi, ngeliatnya kek bukan penjara, bagus bener penjaranya berasa ada di rumah. Hehe. Mereka adalah wanita yang tidak beruntung yang harus mendekam di penjara. Dan, yang melatarbelakangi perbuatan mereka rata-rata akibat kejahatan seksual yang menimpa mereka.

Di dalam sebuah sel,

Forensik Asiiiik..



Stase istirahat kami setelah menempuh rentetan stase lumayan berat, obsgyn-neuro-anestesi-bedah, sebelum melanjutkan ke stase berat berikutnya, Interna-THT. Di sini bertemu dengan banyak teman dari tempat lain, walaupun saya bukan orang yang supel dengan mereka, tapi sekedar kenal dan berkomunikasi ada lah.


Stase yang selalu mengadakan farewell di setiap akhir kelulusan. Setiap Minggu selalu saja ada yang keluar dari sini dan ada lagi yang masuk menggantikan. Jadi, hampir setiap minggu di sini bikin acara perpisahan. Sebenernya asik, nyanyi-nyanyi, persembahan dari masing-masing universitas, melebur ketegangan di kelas dan membuat keakraban diantara kami. Tapi, ntah mengapa, saya tidak pernah menikmati ini. Saya hanya menonton saja. Sesekali mengabadikan teman-teman saya yang memberikan persembahan. Itu saja, saya pun ogah-ogahan. Saya tidak begitu suka kehebohan seperti itu sebenarnya. Selain penampilan dari masing-masing universitas, perpisahan ini pun selalu diakhiri dengan acara foto-foto. Kalau sebentar saja, masih bisa menikmati kelucuan dan kerennya persembahan yang dibawakan dari masing-masing universitas, tapi kalo udah luaammmmmmaaaaaaa dan mengambil jam pulang, itu berasa pengen segera kabur saja.


Selain itu, jika dari universitas lain yang perpisahan, ada tradisi makan-makan di luar, ngundang residen dan supervisor jika berkenan, tapi biasanya residen-residennya saja yang datang. Minggu pertama masih baru-baru males ikut acaranya. Tapi, pas minggu ketiga perpisahan anak UKI baru saya turut serta acaranya. Ya, setidaknya untuk mendekatkan dengan teman-teman. Selama ini, setiap diajakin nonton atau makan di luar, aku selalu cari alesan buat g ikut. Dan itu, minta ampuuuuuun, luammmmmaaaaaaaaa nian. Tunggu-tungguan sampe akhirnya bisa makan. Slese makan, sambutannyaaaaaa tiada akhir, mpe jam sudah mendekati jam sembilan lebih. Hwaaaa.. saya semakin gelisah. Nebeng temen pulangnya, jadi tak bisa berkutik juga. Dan, tak enak juga kalo ngabur duluan begitu saja.

Alhamdulillah, acara makan-makan di luar itu tidak diberlakukan untuk Undip. Tidak ada tradisi Undip buat ngundang terus makan-makan di luar. Tapi, sayangnya untuk acara perpisahan di kelas, itu sudah menjadi aturan tata tertib pembelajaran di ilmu kedokteran forensik dan medikolegal di sini.

Have fun banget deh stase ini, selain untuk hal..... berkutik dengan mayat 4 minggu ini yang lumayan banyak dan penulisan visumnya yang mpe 26 visum serta kewajiban senam di hari Sabtu. Cukup membuat lelah juga. Dan ini adalah stase yang lumayan banyak koleksi fotonya.